[FF] Luhannie’s Birthday

Title                 : Luhannie’s Birthday

Author             : Rai Sha a.k.a. Istri sahnya Luhan #plakk

Main Cast        : Luhan

Support Cast    : All member Exo

Genre              : Family, Brothership

Length             : Oneshoot

Rating              : Semua Umur

Note                : Idenya berasal dari otak teman saya, saya hanya menulis ceritanya. Dan ini seperti kejadian ff Sehun yang saya share, ini ff udah lama banget dan udah pernah di share. Tp daripada ff ini membusuk di laptop tanpa ada yang membacanya, lebih baik saya posting saja 😉 oke deh, Happy Reading ^^

 

20 April 2013

Sehun POV

Haaaaah… melelahkan. Benar-benar melelahkan.

Beberapa hari terakhir kami—member exo—memang sangat sibuk sekali dalam menyiapkan comeback kami. Sejujurnya, aku benar-benar menantikan comeback kami dan aku sangat merindukan seluruh fans exo yang ada di seluruh dunia. Aku merindukan ketika kami semua berada di dalam satu panggung yang sama dan para fans mengelu-elukan nama kami. Memang sih, kami terkadang masih perform di showcase atau menjadi bintang tamu, tapi tetap saja aku rindu masa-masa itu. aku benar-benar tidak menyangka kami sudah melewati satu tahun semenjak kami debut dulu.

Dan sekarang, sebentar lagi, kami semua akan comeback dan berdiri di panggung yang sama dengan membawakan lagu baru kami. Kelelahan dan kerja keras kami selama beberapa bulan terakhir terbayar dengan comeback kami. Aku yakin fans akan menunggu kami dan menyambut kami kembali dengan bersemangat. Seluruh dunia akan mendengarkan dan menyanyikan lagu kami. Ya, sebentar lagi saat itu datang. Walau ada dua lagu kami yang bocor ke masyarakat, kami tetap bersemangat latihan dance dan vocal. Yah, walaupun aku merasa vocal-ku tidak ada peningkatan sama sekali. Berbeda sekali dengan Chanyeol hyung yang menurutku suaranya semakin bagus, dalam hal rap dan menyanyi sekalipun. Mungkin dia giat berlatih vocal dengan Baekhyun hyung.

Aah, ngomong-ngomong aku sama sekali tidak sadar sudah lewat berapa hari semenjak ulang tahun exo dan ulang tahunku. Beberapa hari terakhir membuatku tidak sadar akan perubahan waktu yang terlalu cepat. Sudah lewat berapa hari ya sejak ulang tahunku? Aku bahkan tidak tau hari ini hari apa. Ngomong-ngomong sebentar lagi Luhan hyung ulang tahun. Haruskah aku memberinya kejutan? Kebetulan seluruh member Exo-M lagi ada di Korea dan sekarang mereka ada di dormnya.

“Sehunnie, kau tidak mandi? Mandi sana!” perintah Suho hyung padaku ketika memasuki kamar kami. Terlihat sebuah handuk menutupi kepalanya, dia menggosok-gosok rambutnya yang basah itu. mungkin mencoba mengeringkannya.

“Aku masih lelah hyung. Tulangku rasanya mau remuk,” balasku masih tetap rebahan di ranjangku. Memang sih badanku terasa lengket karena kami tadi habis latihan dance untuk comeback kami, tapi rasanya sekarang aku tidak siap lagi untuk berjalan. Tidur terdengar jauh lebih baik sekarang.

“Aissh. kau ini jorok sekali, Hun. Mandi sana!” Suho hyung memukulku pelan dan segera mengusirku dari kamar. Yaah, mandi dulu baru tidur mungkin lebih terasa enak.

Dorm terlihat kosong. Mungkin mereka semua ada di kamarnya. Bahkan Kyungsoo hyung tidak terlihat di dapur. Biasanya jam segini dia sibuk di dapur menyiapkan makan malam.

“Pokoknya aku duluan yang mandi!” terdengar suara Baekhyun hyung di belakangku. Aku menoleh kebelakang dan melihat ada Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung sedang berdebat. Seperti biasanya.

“Kau sudah kalah bermain batu, kertas, gunting denganku tadi. dan sesuai perjanjian, yang menang yang mandi duluan. Kau tidak boleh curang, Baekki,” Chanyeol hyung protes dengan sikap Baekhyun hyung, tapi kali ini Chanyeol hyung lebih bisa mengontrol emosinya untuk tidak menyulut api pertengkaran. Tapi, sepertinya mereka sedang memperebutkan kamar mandi. Aaah, aku harus cepat masuk ke sana duluan sebelum kedua hyung itu merebutnya.

“Itu tidak penting. Yang muda harus mengalah pada yang tua,” Baekhyun hyung masih tetap kolot. Kali ini sepertinya Baekhyun hyung terdengar curang. Mereka biasa seperti itu, terkadang Baekhyun hyung yang cari masalah, tapi terkadang Chanyeol hyung juga mencari masalah duluan. tapi kali ini sepertinya giliran Baekhyun hyung.

“Bagaimana kalau kita mandi bersama saja, Baekki-ah?” heeeh? Apa Chanyeol hyung sekarang menjadi gila? Kenapa dia ingin melakukan hal bodoh seperti itu. aku saja dengan Luhan hyung tidak pernah mandi bersama. Iiih, membayangkan itu saja sudah membuatku bergidik ngeri.

Baekhyun hyung menatap Chanyeol hyung dengan jijik dan tiba-tiba…

BUUUKKK!

Bisa diduga, Baekhyun hyung baru saja memukul tubuh Chanyeol hyung dengan keras. Tapi, dia tidak mengucapkan apa-apa. Mungkin yang ada dipikirannya saat ini, kenapa Chanyeol hyung mau melakukan hal bodoh seperti itu.

“Mianhe hyung, tapi sekarang adalah giliranku,” ucapku sambil tersenyum evil ala-ala Kyuhyun sunbae. Dan ternyata, kedua hyungku yang satu itu baru menyadari kehadiranku. Sialan. Emang segitunya ya mereka tidak menyadariku? Emangnya aku hantu atau tidak terlihat begitu?

“Yyaaa! Sehun! Sekarang giliranku!” pekik Baekhyun hyung. Terlambat. Sekarang aku sudah menutup dan menguncinya, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa padaku sekarang.

“Mian hyung, tapi sekarang aku sudah ada di dalam. Kau harus bersabar hahahaha,” balasku sambil tertawa evil. Oke, oke, aku memang jahil.

“Hahaha, mampus! Siapa suruh kau curang padaku!” kudengar suara menggelegar milik Chanyeol hyung sambil tertawa, sedang Baekhyun hyung yang tadi sempat memukul-mukul pintu kamar mandi tampaknya sudah berhenti. Hahaha. Siapa suruh tidak menyadari keberadaanku.

 

***

Luhan POV

Sudah seminggu lebih, kami—member Exo-M—berada di Korea. Sejak ulang tahun Sehun tempo hari, kami memang tidak pulang kembali ke China karena kami memang tidak ada jadwal dan kami semua—seluruh member Exo—sibuk latihan untuk persiapaan comeback. Memang sih kami benar-benar sibuk latihan dan tidak sempat melakukan apapun selain latihan dan istirahat, tapi kali ini mereka benar-benar keterlaluan! Apa mereka semua lupa kalau HARI INI adalah ulang tahunku? Bahkan Sehun tidak mengucapkan apapun padaku. Mereka semua terlihat biasa saja dan tidak ada yang terjadi. Apa mereka sengaja melupakan ulang tahunku untuk mengerjaiku? Tapi kalau mereka sengaja, seharusnya sekarang mereka sudah memberiku kejutan! Ini bahkan sudah jam 9 malam dan mereka tidak ada tanda-tanda ingin memberiku kejutan! Keterlaluan!

Aku tengkurap dan membuka situs Exo-M lewat androidku. Banyak sekali fans yang mengucapkan happy birthday untukku. Tapi, berhubung aku lagi lelah dan sedang badmood, aku tidak membalas seluruh pesan-pesan yang mereka sampaikan padaku. Hei, kalian jangan salah sangka, aku tetap mencintai seluruh fans exo kok. Hanya saja, kalian kan tau kalau aku tidak mungkin bisa membalas semua pesan-pesan itu. kalau aku membalas hanya satu atau dua pesan saja aku masih bisa, tapi takutnya nanti fans exo yang lain merasa iri. Jadi, biar adil sebaiknya aku tidak usah membalas pesan-pesan mereka. Mungkin aku lebih baik update saja lewat Weibo-ku. Aku memang terlampau sering meng-update weibo kepunyaanku.

Setelah selesai dengan pekerjaanku di dunia maya, aku kembali rebahan dan menatap langit-langit kamar yang berwarna coklat gelap itu. tiba-tiba saja, pintu kamar terbuka dan Lay masuk. dia sudah mandi dan berganti baju sekarang. Hei, kalian perlu tau kalau sekarang aku juga sudah mandi, makanya aku bisa santai seperti ini.

“Ge…” pangilnya dengan pelan. Dia mengikuti apa yang kulakukan, berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Tentu saja dia melakukannya di atas ranjangnya. Kalau dia sampai berani rebahan di ranjangku, aku tidak akan sungkan-sungkan untuk menendangnya menjauhi ranjangku. Tidak ada siapapun yang boleh menyentuh ranjangku, kecuali diriku sendiri. Entah bagaimana jadinya kalau aku sudah punya istri suatu saat nanti (yaitu Sha >.< #plakk).

“Hmm, kenapa?” aku menoleh dan menatap Lay alias Yixing yang masih dalam posisi rebahannya, aku juga masih dalam posisi seperti itu.

“Aku benar-benar lelah. Tapi, aku senang karena sebentar lagi kita semua akan comeback. Ngomong-ngomong, tidak terasa ya sudah satu tahun semenjak kita debut,” ucapnya pelan sambil menerawang. Aku tau apa yang ada dipikirannya, dia membayangkan seluruh kerja keras kami mulai dari masa-masa trainee, debut, hingga sekarang. Kenapa aku bisa tau? Karena aku memiliki kekuatan telepathy. Apa kalian lupa kalau aku mempunyai kekuatan itu saat di MV Mama? Hahaha. Aku bercanda. Mana mungkin aku punya kekuatan hebat seperti itu. aku tau Yixing sedang memikirkan itu karena aku juga sedang memikirkan itu, seluruh perjuangan dan kerja keras kami.

“Ah, ngomong-ngomong, aku benar-benar lupa waktu beberapa waktu belakangan ini. Sudah berapa hari ya sejak ulang tahun Sehun waktu itu? dua hari atau tiga hari ya?” katanya lagi. Serius deh, apa dia benar-benar lupa waktu? Apa dia benar-benar tidak tau kalau sudah lewat seminggu semenjak Sehun ulang tahun? Apa dia tidak tau kalau SEKARANG aku sedang ulang tahun? Please deh, kalian ini benar-benar keterlaluan. Sepertinya aku harus menebar kode.

“Kenapa kau tidak lihat tanggal di ponselmu saja? Di ponselmu ada kalender kan?” ucapku sambil kembali memainkan androidku, agar menambah kesan aku terlihat cuek dan tidak perduli. Padahal itu hanya alibi.

“Oh iya, kau benar juga, Ge. Tapi, sepertinya ponselku mati. Aku sudah tidak melihat ponselku sejak, hmmm kira-kira, terakhir aku melihatnya saat kita semua foto-foto pas ulang tahun Sehun.” Haah? Segitu parahnya kah penyakit lupa Yixing? Dia benar-benar tidak tau kalau itu sudah lama sekali? Aku rasa kali ini mereka semua benar-benar melupakan hari ulang tahunku.

“Kau mau tau ini tanggal berapa? Hari ini tanggal 20 Apr…”

Arrgh! Shit! Yixing tertidur saat aku belum menyelesaikan ucapanku. Benar-benar. Apa dia tidak sadar bahwa aku sudah menebar kode? Aku harus memastikannya bahwa dia belum tidur.

“Yixing! Kau sudah tidur?” panggilku. Yixing sama sekali tidak bergerak.

“Yixing!” panggilku lagi dengan lebih keras. Yixing tidak merespon panggilanku. Dia malah memutar badannya dan sekarang memunggungiku. Oke, ternyata sekarang dia sudah tidur dan dia bahkan tertidur saat dia belum mengetahui kalau hari ini adalah hari ulang tahunku!

Arrghh! Sialan.

 

***

21 April 2013

Arrghh! Siapa sih yang berani ribut pagi-pagi begini? Mengganggu tidurku saja! Ribuuuut!

Aku keluar dari kamar dengan muka kusut habis bangun tidur. Tadi malam aku susah tidur dan sekarang mereka ribut-ribut diluar dan mengganggu tidurku.

“Bisa nggak sih kalian nggak usah ribut pagi-pagi begini?” ucapku kesal sambil menggosok-gosok mataku dengan punggung tanganku.

“Hyung? Kau bilang sekarang pagi? Lihat jam sana!” kata Chen sambil menunjuk jam dengan dagunya.

Aku melirik sekilas dan ternyata sekarang sudah jam setengah sebelas. Hehehe.

“Eh? Udah jam segini ya? hehehe,” aku nyengir dan masuk kamar lagi. Hhh, ternyata aku bangunnya kesiangan. Yaah, itu memang sudah biasa sih. susah tidur saat malam dan susah bangun saat siang, itulah diriku.

“Ge! Cepat mandi! Kita mau ke dorm Exo-K!” perintah Kris yang sekarang sudah berdiri di ambang pintu kamarku. Aku yang baru duduk di ranjangku langsung bangkit lagi dan segera mandi.

Oh iya, ngomong-ngomong sampai sekarang mereka tidak ada memberiku kejutan ataupun ucapan selamat ulang tahun. Segitunya kah mereka lupa akan diriku? Apa mereka tidak sadar kalau sekarang bahkan sudah tanggal 21 yang artinya ulang tahunku baru saja lewat?

“Ngg, Kris, kita mau ngapain ke dorm Exo-K? apa ada acara?” tanyaku pada Kris. Mungkinkah mereka ingin mengadakan pesta ulang tahunku di sana dan memberiku kejutan?

“Tentu saja untuk berkumpul. Kebetulan kita hanya latihan vocal hari ini, dari jam 3 sampai jam 5. Jadi, kita bisa lebih bersantai-santai hari ini,” jawab Kris acuh tak acuh padaku. Hhh, kurasa semua orang disini benar-benar lupa dengan ulang tahunku. Benar-benar ulang tahun yang menyeramkan dan menyedihkan.

 

***

Sehun POV

Hari ini tingkah Luhan hyung aneh. Dia seharian diam saja dan tak banyak bicara. Bahkan saat kami berdua pergi beli bubble tea, dia tidak ikut memesan. Alhasil, hanya aku saja yang membelinya. Biasanya saat kami pergi membeli bubble tea, aku memesan choco bubble tea sedangkan dia membeli taro bubble tea, tapi tidak dengan tadi. sepanjang jalan pun dia hanya diam dan terlihat murung. Saat kutanya ada apa, dia bilang tidak ada apa-apa. Sekarang saja dia lagi ada di halaman belakang dorm dan tidak ingin diganggu. Tidak biasanya Luhan hyung menjadi pemurung dan tertutup seperti itu. sebenarnya apa yang terjadi?

“Sehun, Luhan hyung kenapa?” tanya Kyungsoo hyung saat melihat Luhan hyung di belakang lagi sendirian.

Aku mengangkat kedua bahuku sambil menyesap bubble tea-ku. “Entahlah. Aku sudah berulang kali bertanya padanya tapi dia bilang tidak ada apa-apa. Dia malah bertanya terus tentang tanggal,” jawabku.

“Kenapa dia jadi begitu ya? Ulang tahunnya belum lewat kan? memang sekarang tanggal berapa sih?” kata Kyungsoo hyung. “Sebaiknya kau tanyakan saja keadaan Luhan hyung. Mungkin dia lagi ada masalah,” lanjut Kyungsoo hyung sambil mendorongku ke tempat Luhan hyung. Aku hanya pasrah dan kembali mendekati Luhan hyung.

“Hyung, kau kenapa? Apa Luhan hyung ada masalah? Ayo, ceritakan saja padaku,” kataku sambil menepuk-nepuk bahu Luhan hyung. Dia sekarang lagi menunduk sambil menutup kedua wajahnya. Dari gerak-geriknya sepertinya dia menangis.

“Hyung, kau jangan menangis. kau bisa ceritakan apapun padaku,” hiburku lagi.

“Aku tidak menangis, Sehun-ah,” bantah Luhan hyung. Tapi sepertinya dia berbohong, lihat saja dari matanya yang merah itu, walau tidak sembab sih.

Aku hanya mengangguk-angguk dan pura-pura percaya pada ucapan Luhan hyung. Sebaiknya untuk sekarang ini aku tidak usah menanyakan hal yang macam-macam.

“Aahh, ngomong-ngomong, apa kau tau hari ini tanggal berapa?” Lagi-lagi Luhan hyung bertanya tentang tanggal. Memang ada apa sih? Ulang tahunnya saja belum lewat kenapa dia bertanya terus tentang tanggal? Tapi, aku sebenarnya tidak tau sih hari ini tanggal berapa.

“Hunnieeeee! Cepat kemari!” panggil Baekhyun hyung sebelum aku sempat bertanya pada Luhan hyung. Ah! Baekhyun hyung itu merusak suasana saja!

“Kau dipanggil, Hunnie. Tidak baik membuat orang menunggu. Cepat datangi Baekhyun hyung,” ujar Luhan hyung lembut. Yaah, baiklah karena ini adalah ucapan Luhan hyung, aku akan menurutinya.

“Cepat kemari. Ada rapat dadakan!” kata Baekhyun hyung sambil menarikku keruang tengah.

 

***

Author POV

“Hyung! Kita ini mau ngapain sih?” tanya Sehun yang masih bingung dengan kelakuan Baekhyun yang langsung saja menyeretnya tanpa permisi.

“Kita mau rapat dan ini benar-benar penting!” jelas Baekhyun masih sambil menyeret Sehun agak kasar.

“Kalau rapat, kenapa Luhan hyung tidak diajak? Ini rapat bersama bukan? Kenapa kalian melupakannya?”

“Kau diam saja, Sehunnie. Ini semua menyangkut Luhan hyung,” kata Baekhyun.

Saat sampai di ruang tengah, semua member Exo minus Luhan sudah berkumpul. Beberapa dari mereka menunjukkan tampang tampang panic dan cemas.

“Karena kita semua sudah berkumpul, mari kita mulai acara rapat ini. Sebaiknya harus ada yang berjaga-jaga agar Luhan hyung tidak menguping kita,” ucap Suho memulai rapat.

“Seperti yang kalian tau, hari ini tanggal 21 April yang berarti kemaren Luhan gege baru saja ulang tahun,” jelas Kris yang langsung membuat beberapa dari mereka terkejut, sedang sisanya mengangguk-angguk panic. Mereka semua baru sadar bahwa Luhan baru saja ulang tahun. Mereka semua benar-benar lupa waktu dan bahkan awalnya tidak sadar sudah seminggu lewat sejak Sehun ulang tahun.

Mereka sadar gara-gara teriakkan Kyungsoo ketika melihat ponselnya. Tadi dia penasaran dengan perkataan Sehun kenapa Luhan terus saja menanyakan tanggal, dan akhirnya dia melihat ponsel untuk memastikan tanggal berapa dan ternyata sekarang sudah tanggal 21!

“Haaah? Tanggal 21? Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun pada Luhan hyung!” pekik Sehun histeris. Kali ini dia benar-benar merasa bersalah dan dia sudah mengerti dengan sikap aneh Luhan dari kemaren.

“Kami semua juga belum mengucapkannya, Hunnie,” kata Xiumin sedikit menenangkan Sehun walau dia masih saja merasa bersalah.

“Aku benar-benar merasa bersalah pada Luhan gege. Kita semua terlalu semangat berlatih, bahkan sampai lupa waktu,” ujar Tao dengan sedih.

“Sudah, sudah. Aku punya ide, karena kita semua memang benar-benar lupa dengan ulang tahun Luhan hyung, sebaiknya kita teruskan saja. Kita pura-pura tidak perduli padanya dan nanti malam sebaiknya kita adakan pesta saja di sini,” kata Kai yang baru mengeluarkan suaranya.

“Ide bagus! Tapi, nanti sore kita ada latihan vocal. Apa bisa kita menyiapkan pesta dengan waktu yang begitu singkat?” ucap Chanyeol sambil berpikir.

“Aku kira sebaiknya Sehun mengalihkan perhatian Luhan gege,” sahut Lay diiringi anggukan Chen.

“Aku? Bagaimana caranya?”

“Kau kan bisa mengarang alasan. Ah! Kebetulan persiapan bahan makanan sudah mau habis, kau bisa nanti sore mengalihkan perhatiannya dengan membeli bahan makanan sepulang dari latihan vocal,” ujar Kyungsoo.

“Lalu bagaimana dengan kue-nya dan bahan makanannya?” tanya Chen.

“Kalau kue nanti bisa di beli,” kata Suho.

“Sebenarnya masih tersisa bahan makanan, mungkin cukup untuk porsi kita semua. Ah, Lay kau harus membantuku,” ujar Kyungsoo lagi sambil melirik ke arah Lay yang hanya mengangguk.

“Terus, kau kapan masaknya?” tanya Baekhyun yang langsung membuat semua orang bingung.

“Sudahlah, kalau nanti Kyungsoo tidak sempat masak, kita semua bisa pesan antar,” kata Kris memecah keheningan. Lalu semuanya hanya mengangguk-angguk.

“Kalian lagi ngapain? Kenapa tidak ajak-ajak aku?” suara seseorang langsung menghentikan aktifitas mereka. Hati semuanya dag-dig-dug, takut kalau rencana mereka semua ketahuan bahkan sebelum dimulai. Ya, pemilik suara itu ada Luhan yang berarti suami Sha. #plakk

“Ah tidak ada apa-apa, Luhan hyung. Kami semua hanya sedang mendiskusikan siapa yang nanti akan berbelanja, kebetulan bahan makanan sudah habis,” jelas Suho dengan muka angel-nya. Dan Luhan tertipu dengan wajah angel itu.

“Dan aku yang di suruh belanja nanti sore. Hyung, kau harus menemaniku!” rajuk Sehun manja, tentu saja dibuat-buat. Tapi, karena Sehun sudah biasa bersikap seperti itu, dan lagi-lagi dengan mudahnya Luhan tertipu, walau itu tidak semuanya bohong.

“Hmm, baiklah kalau begitu. Ah ya, Sehun, temani aku beli bubble tea. Aku benar-benar menginginkannya sekarang,” kata Luhan dan langsung menarik Sehun pergi. Sedang member Exo yang lain hanya diam menyembunyikan ekspresi tawa yang ingin mereka lontarkan saat itu juga.

 

***

“Haah! Kenapa belanjaannya banyak sekali sih?” gerutu Luhan yang sibuk menenteng beberapa kresek yang isinya bahan makanan untuk sebulan.

“Kau bersabar saja hyung, sebentar lagi kita sampai kok,” ucap Sehun untuk membesarkan hati Luhan. Dia sendiri hanya membawa satu kresek yang isinya juga tidak berat. Yaah, itu kemauannya Luhan sendiri sih, Sehun ingin membantu tapi Luhan bersikeras bisa membawa itu semua sendirian.

“Sehun-ah! Cepat buka pintunya. Tanganku rasanya sudah mau copot,” ujar Luhan lagi. Sekarang mereka berdua memang sedang berada di depan pintu dorm Exo-K. tinggal sekali buka, sampailah mereka di dalam dan Luhan bisa dengan bebas meletakkan belanjaan itu, tapi sayang Sehun sepertinya malah asyik mempermainkan Luhan.

“Yyyaa! Hunnie-ah, cepat buka pintunya atau kau akan kuhajar,” ancam Luhan tumben-tumbenan. Biasanya dia tidak pernah berkata seperti itu di depan Sehun.

Akhirnya Sehun membuka pintu dorm tanpa mengucapkan apapun, tapi dorm itu terlihat sepi dan gelap. Sama sekali tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan di sekitar sini.

“Hah? kenapa dormnya gelap begini? Kemana semua orang?” tanya Luhan, sedang Sehun hanya diam saja tidak menghiraukan Luhan. Dia lalu berlari menjauhi Luhan dan menghilang dikegelapan.

“Sehunnie! Kau kemana, eoh? Hati-hati, kau bisa menabrak benda-benda!” teriak Luhan untuk memperingati Sehun yang berjalan menjauhinya.

Luhan berjalan pelan-pelan di dalam dorm sambil mengingat-ingat tata letak benda-benda yang ada di ruangan itu.

“Aaah, appo!” kaki Luhan membentur meja kecil yang ada di dekat Luhan. “Kenapa bisa ada meja di sini? seingatku tidak ada meja di sini.” Luhan berbicara sendiri sambil jalan pelan-pelan menuju dapur untuk menaruh belanjaan itu.

“Aku sial sekali. Sudah disuruh belanja banyak seperti ini, kakiku membentur meja, Sehun menghilang entah kemana dan sekarang aku ditinggal, trus mereka sama sekali tidak perduli dengan ulang tahunku pula! Mereka kejam!” pekik Luhan frustasi sambil melepas belanjaan-belanjaan itu di sembarang tempat. Dia sudah tidak perduli lagi.

Luhan yang sedang kesal akhirnya berjalan ke halaman belakang dan kembali duduk di sana. Mungkin melihat rasi bintang malam-malam seperti ini bisa lebih membuatnya tenang. Semenjak dulu, dia memang suka melakukan hal ini, kadang dengan Sehun atau member lain tapi dia juga biasa melihatnya sendirian, seperti sekarang ini.

Tanpa Luhan sadari, di belakangnya ke-sebelas member Exo sudah siap ambil posisi. Sehun berada di tengah-tengah sambil memegang cake dengan dua buah lilin yang menggambarkan usia Luhan saat ini, 23 tahun. Tentu saja lilin itu sudah menyala dan siap di tiup.

“Dalam hitungan ketiga, kita kejutin Luhan hyung,” Suho memberi aba-aba dengan suara kecil.

“Satu, dua, tiga…”

“Saengil chukkahamnida… Saengil chukkahamnida… saranghaneun uri Luhan, saengil chukkahamnida…”

Tiba-tiba saja seluruh member exo minus Luhan menyanyikan selamat ulang tahun. Luhan yang lagi melamun kaget karena tiba-tiba mereka semua datang sambil menyanyikan selamat ulang tahun padanya.

“Aku kira kalian lupa sama ulang tahunku…” Luhan menangis. ya, Luhan menangis di hadapan seluruh member Exo. Dia pikir member exo sudah melupakan ulang tahunnya, ternyata mereka masih ingat walau telat sehari.

“Tentu saja kita tidak lupa hyung. Kau kan selalu kami ingat,” kata Suho sambil menepuk-nepuk bahu Luhan yang sekarang lagi sesenggukan.

“Bilang nggak lupa padahal lupa,” kata Chanyeol lirih yang lansgung di sikut Baekhyun. Kalau Luhan sampai mendengarnya bagaimana?

“Hyung, cepat tiup lilinnya sebelum meleleh,” perintah Kai mengalihkan perhatian Luhan untuk tidak mendengarkan ucapan Chanyeol.

Luhan mengangguk dan langsung berdoa. “Semoga Exo selalu bersama selamanya, aku menjadi tambah tampan dan tambah dicintai oleh seluruh fans exo, dan aku dengan Sehun tidak akan terpisahkan selamanya. Amin.” Luhan pun meniup lilin itu dengan linangan air mata.

“Tapi, kenapa kalian baru hari ini merayakan ulang tahunku? Jangan-jangan kalian lupa beneran,” ujar Luhan sambil menatapi member Exo satu persatu.

“Aniyaaa. Kami kemaren terlalu lelah, hyung jadi tidak sempat memberimu kejutan. Ini semua sudah direncanakan, kok,” ucap Baekhyun dengan muka serius. Tentu saja dia berbohong dan berbohong adalah keahliannya. #plakk #ngarang

“Hyung, kami semua sama sekali tidak sempat membeli kado untukmu. Tidak apa-apa, kan?” tanya Chen.

Luhan mengangguk dan tersenyum. “Tidak apa-apa. Kalian memberiku kejutan seperti ini saja sudah membuatku senang. Gomawo,” kata Luhan tulus.

“Hyung, selamat ulang tahun ya. kami semua menyayangimu,” ucap Sehun sambil memeluk Luhan. Kue yang dipegangnya tadi sudah diberikannya pada Xiumin yang ada di sampingnya.

“Ne, aku juga menyayangi kalian semua,” balas Luhan.

“Nah, bagaimana kalau sekarang kita mulai pestanya?” ajak Lay yang langsung diangguki seluruh member. Mereka semua tertawa dan bercanda di bawah langit malam Seoul yang penuh bintang dengan hanya di sinari cahaya rembulan dan bintang.

 

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s