[FF] Sehun’s Surprise

Title                 : Sehun’s Surprise

Author             : Rai Sha

Main Cast        : Oh Sehun [EXO]

Support Cast    : The rest of EXO member

Genre              : family, brothership

Length             : one shoot

Rating              : semua umur

Warning          : NO PLAGIAT HERE! SAYA BENCI BANGET SAMA PLAGIAT! Oh, iya kayaknya banyak typo deh. Saya lagi malas ngedit, jadi nggak papa yaa hehehe XD

A/N                  : wuhuuu~ ff ini ff udah lama banget saya buat, saat ulang taun sehun yang ke-19 (umur internasional). Hmm, sebenernya waktu itu sudah sempat di share sih tapi itu duluuuuu, udah lama banget. Jaman EXO belum comeback pokoknya-_- nah terus, kenapa saya share ff jadul ini? karena daripada ff ini membusuk tidak jelas di laptop saya, lebih baik saya share dan kalian-kalian (mudah-mudahan ada yang baca kkkkk~) bisa membacanya secara gratis. oh satu lagi, di sini sifat member exo agak ooc, jadi maafkan saya yaaa.  Oke deh, Happy Reading readers 😉

 

02 April 2013

“Hyung! Kau berbohong padaku!” bentak Sehun saat memasuki dorm Exo-K sepulang sekolah. “Aku baru saja bertanya pada manager Kim, katanya kita bukan bulan ini comeback-nya!” Sehun membanting dirinya di samping Joonmyun yang sedang menggonta-ganti channel tv. Saat ini Exo sedang hiatus, sehingga mereka tidak terlalu sibuk dan Sehun dengan Jongin bisa menjalani sekolahnya selama hiatus.

“Hah? kapan aku bilang kita akan comeback bulan ini?” balas Joonmyun santai, tidak terlalu menanggapi ucapan Sehun yang sedang merajuk padanya.

“Kemaren kau bilang seperti itu padaku!”

“Kemaren? Apa kau tidak ingat kemaren tanggal berapa?” tanya Joonmyun sambil melirik sekilas sang maknae yang super duper manja itu.

“Apa hubungannya comeback dengan kemaren?”

“Sehun yang kusayang, kemaren itu tanggal 1 April. Tentu saja kau mengerti arti dari tanggal 1 April kan?”

Sehun berpikir sebentar dan akhirnya dia mengerti bahwa ternyata dia dikerjain. Ya, kemaren tanggal 1 April dan itu tandanya April Mop.

Sehun membanting tasnya di depan Joonmyun dengan marah dan masuk ke kamarnya. Sehun benar-benar kesal bisa dikerjai seperti itu oleh sang leader, padahal biasanya sikap Joonmyuntidak kekanakan seperti itu. sekarang ia hanya ingin mengadu pada Luhan yang ada di China dan menangis sepuasnya. Joonmyun yang melihat sikap Sehun hanya tersenyum samar dan tidak menanggapi sikap Sehun.

***

“Sehun-ah! Bisakah kau membantuku di sini? aku terlalu sibuk,” panggil Kyungsoo saat dia sedang sibuk di dapur.

“Sirheo!” teriak Sehun dari kamarnya tanpa menghampiri Kyungsoo.

“Yyyaaa! Kalau kau tidak membantuku, kau tidak akan dapat jatah makan malam hari ini!” ucap Kyungsoo yang tau-tau sudah ada dipintu kamar Sehun dengan muka sangar. Di tangan kanannya dia memegang centong dan sebuah celemek melingkari badannya.

Sehun yang lagi sibuk dengan laptopnya langsung menatap Kyungsoo dengan kening berkerut. Tentu saja dia protes. Biasanya Kyungsoo bisa mengurus urusan dapur sendirian karena dia tidak ingin diganggu, lalu kenapa tiba-tiba dia menjadi seperti ini? Molla.

“Kenapa harus aku? Kenapa tidak Jongin atau hyung yang lain saja?”

“Kau membantahku? Baiklah, jangan salahkan aku kalau kau tidak dapat jatah makan malam hari ini,” balas Kyungsoo santai dan mulai kembali ke dapur.

“Aissh! Jinjja!” protes Sehun tapi akhirnya dia mengikuti Kyungsoo walau dengan muka bete abis.

“Hyuuuung! Kyungsoo hyung memaksaku membantunya, padahal aku sedang banyak PR,” rengek Sehun pada Joonmyun yang sedang duduk di ruang makan sama Jongin.

“Kau jangan berbohong Sehunnie. Kita sama sekali tidak punya PR hari ini,” timpal Jongin dengan wajah yang menyebalkan.

Sehun mendelik pada Jongin dengan kesal, sedang Jongin hanya menanggapinya dengan senyum simpul sambil mengangkat kedua bahunya, berpura-pura tidak mengerti apa-apa.

Joonmyun menatap Sehun dengan tersenyum. “Dengar, kau tidak boleh berbohong lagi ne Sehunnie? Sekarang, pergilah ke dapur dan bantulah Kyungsoo. Kau tidak ingin tidak mendapat jatah makan malam, bukan?”

Sehun hanya mem-pout kan bibirnya dan masuk ke dapur, membantu Kyungsoo. Sebenarnya Sehun juga tidak mengerti kenapa dia jadi seperti ini. Mungkin gara-gara kejadian siang tadi, saat dia tau bahwa dirinya baru saja dikerjai Joonmyun. Padahal dia sudah senang banget kemaren saat tau Exo bakal comeback dalam waktu dekat ini. Ternyata itu semua cuman bohong. Dia ingin mengadu pada Luhan tapi Luhan sama sekali tidak bisa dihubungi. Mungkin karena itu mood-nya rusak berat hari ini.

 

***

05 April 2013

“Yyaa! Sehunnie! Kau sedang apa? Apa kau sibuk?” tanya Baekhyun yang sekarang sedang memperhatikan Sehun mengerjakan sesuatu di buku tulisnya.

“Hah? ooh, hanya sedang mengerjakan PR saja hyung. Wae?” jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya.

“Aniya. Aku hanya bertanya. Kau ternyata lagi sibuk. kalau begitu sudah ya. aku pergi dengan Chanyeol saja,” kata Baekhyun sambil menepuk pelan bahu Sehun.

“Kau mau kemana, hyung?”

“Mau beli bubble tea. Chanyeol-ah! Temani aku pergi sebentar!” teriak Baekhyun dan tidak menanggapi Sehun lagi. Sehun yang mendengar Baekhyun akan membeli bubble tea langsung semangat 45 mau ikut dan langsung mendatangi Baekhyun yang sedang marah-marah depan Chanyeol.

“Ahh! Malas! Kau bisa pergi sendiri kan? seperti anak kecil saja!” balas Chanyeol yang sedang asyik main game.

“Kau sendiri kan yang bilang aku anak kecil? Dasar tower! Cepat siap-siap!” perintah Baekhyun sambil memukul Chanyeol dengan kesal.

“Hyung! Kau bisa pergi sama aku!” kata Sehun semangat yang sudah ada dibelakang Baekhyun.

“Aniya. Aku bisa pergi sama Chanyeol saja. Chanyeol! Ppaliwaaa!”

“Ne, ne. Kau tidak bisa bersabar dikit apa?” gerutu Chanyeol dan bangkit dari duduknya.

“Hyung! Biarkan aku ikut! Aku mau minum bubble tea juga.”

“Andwae. Nanti aku belikan saja untukmu,” ucap Baekhyun sambil memakai hoodie, topi, dan syal. Selain untuk menahan dingin, tentu saja itu untuk menutupi identitasnya.

Sehun hanya menatap Baekhyun dengan raut kesal dan memajukan bibirnya. Tentu saja dia kesal. Jelas-jelas tadi Baekhyun masih baik tapi tiba-tiba berubah jadi dingin begini.

“Yyaa! Baekki. Ppali!” ajak Chanyeol sembari memakai sepatunya dan pergi bersama Baekhyun tanpa memperdulikan Sehun. Memang akhir-akhir ini Sehun sering dilupakan oleh member-member Exo-K. bahkan Luhan sama sekali tidak ada menghubunginya dan itu membuatnya frustasi setengah mampus.

 

***

“Sehun! ada Luhan hyung!” teriak Jongin dari arah ruang TV. Sehun yang mendengar nama Luhan langsung melesat dengan cepat. Dia mencari-cari Luhan di seluruh dorm tapi Luhan juga tidak ditemukan.

“Eodisseo? Luhan hyung manaaaaaa?” teriak Sehun frustasi karena tidak melihat batang hidung Luhan yang mancung itu.

“Kau kenapa Sehunnie?” tanya Joonmyun yang lewat di depan Sehun dan merasa heran kenapa Sehun jadi agak sedikit… ehm GILA. #CapslockJebol.

“Kata Jongin ada Luhan hyung tapi aku juga tidak menemukannya!”

“Luhan hyung? Exo-M sekarang masih ada di China Sehunnie. Tidak mungkin ada Luhan di sini.”

Mata Sehun terbelalak kaget. Lagi-lagi dia dikerjain seperti ini. Benar-benar keterlaluan.

“Jongin! Kau berbohong padaku! Tidak ada Luhan hyung di sini!” bentak Sehun dengan kesal pada Jongin yang sekarang sedang asyik menatap layar TV dihadapannya.

“Ada kok. Aku tadi melihatnya di TV,” jawab Jongin santai dengan muka polos. Dia benar-benar tidak menghiraukan ekspresi wajah sehun yang sudah seperti mau menangis.

“Jahat!” teriak Sehun dan langsung berlari ke kamarnya dan membanting pintunya dengan keras. Jongin hanya mengangkat kedua bahunya dan kembali melanjutkan aktifitasnya.

 

***

“Kami pulaaang!” koor BaekYeol kompak saat mereka memasuki dorm.

“Darimana saja kalian? Makan malam sebentar lagi!” ucap Kyungsoo yang tadi membukakan pintu.

“Tentu saja kami kencan,” kata Chanyeol asal dan mengacak-acak rambut Baekhyun dengan semangat sambil memamerkan sederet gigi putihnya.

“Yyaa! Jangan sentuh rambutku bodoh! Kau membuatku berantakan saja,” Baekhyun menepis tangan Chanyeol yang ada di kepalanya. Dia terlalu capek sehingga emosinya agak-agak turun naik begitu. Seperti cewek sedang PMS.

“Apeuro! Kenapa tepisanmu kuat sekali? Apa kau berubah jadi gorilla, eoh?” balas Chanyeol sewot karena tidak terima dikatai bodoh. “Lagipula kau memang selalu berantakan,” lanjut Chanyeol dengan suara kecil sambil berlalu.

“Yyaa! Kau bilang apa tadi Chanyeol? Awas saja kau!” teriak Baekhyun sambil membanting syalnya dan pergi mengejar Chanyeol yang sudah masuk kamar.

“Bisa tidak sih kalian berhenti berantakin dorm seperti ini?” gerutu Kyungsoo yang hendak mengambil syal yang dilemparkan Baekhyun tadi.

“Buat apa kau mengambilnya hyung? Biar saja seperti itu. Biarkan mereka saja yang membereskannya,” sahut Jongin yang melihat Kyungsoo mau mengambil syal hijau yang terlentang tidak berdaya (?) itu.

“Aku tidak bisa melihat dorm berantakan, Jongin-ah,” jawab Kyungsoo sambil mengambil syal hijau itu.

“Ngomong-ngomong, apa kau mencium bau gosong?” tanya Kyungsoo sambil mengendus-ngendus mencari sumber bau itu.

“Kyungsoooo! Masakanamu gosoooooooog!” tiba-tiba saja Joonmyun berteriak, menyadarkan Kyungsoo yang baru ingat kalau dia tadi lagi memasak.

“Alamak! Aku lupa!” seketika itu juga Kyungsoo langsung melempar kembali syal Baekhyun yang dipegangnya tadi. Dia sudah tidak perduli lagi dengan syal itu.

Di saat yang bersamaan, ketika Sehun lagi asik menangis di bawah selimut, dia mendengar suara Baekhyun dari luar. Dia langsung menghentikan tangisnya karena teringat dengan janji Baekhyun yang akan membelikannya bubble tea.

Tapi, ketika dia melangkahkan kaki keluar, dia tidak sengaja menginjak syal yang dilemparkan Kyungsoo tadi. Karena lantai yang licin dan dia juga memakai kaus kaki, sontak saja dia langsung terpeleset dan mendarat dengan mulus dengan pantat jatuh duluan.

Jongin yang melihat kejadian barusan hanya tertawa terbahak-bahak tanpa sedikitpun ada niat menolong Sehun.

“Ahahahahaha… apa yang kau lakukan di sana maknae? Ahahaha…” ucap Jongin di sela-sela tawanya. Dia benar-benar geli dengan kejadian itu. Tiba-tiba saja sehun yang keluar dengan mata sembab dan wajah habis menangis langsung terpeleset di hadapannya. Sontak saja itu membuat perutnya sakit karena tidak bisa menghentikan tawanya.

“Appayo,” kata sehun kecil sambil menahan tangis lagi. Dia tidak memperdulikan tawa Jongin yang meledak karena melihat tingkahnya.

“Kau kenapa, Kkamjong? Kenapa kau tertawa sampai seperti itu?” tanya Joonmyun yang langsung datang ketika mendengar tawa Jongin yang menggelegar bagai petir yang dimiliki Jongdae (?).

“Ya ampun Sehun. Kenapa kau duduk dilantai seperti itu?” kata Joonmyun sambil membantu Sehun berdiri. Sehun hanya menunduk dan tidak menjawab pertanyaan Joonmyun. Bahunya sudah bergetar menunjukkan kalau sebentar lagi dia akan menangis keras.

“Hiks..” Sehun menangis deras di hadapan Joonmyun. Joonmyun yang kaget karena tiba-tiba Sehun menangis seperti itu langsung memeluknya, mencoba menenangkannya. Sedangkan Jongin masih tertawa tertahan-tahan. Dia benar-benar masih geli dengan kejadian tadi.

“Ada apa? Kenapa Sehun menangis seperti itu?” tanya Chanyeol yang keluar dari kamarnya dengan keadaan bonyok. Tentu saja dia habis di hajar Baekhyun.

“Astaga! Aku lupa membelikan Sehun bubble tea!” pekik baekhyun yang ingat janjinya pada Sehun sebelum pergi tadi. Dia langsung mendatangi Joonmyun yang sekarang sibuk menenangkan Sehun.

Sehun yang mendengar ucapan Baekhyun barusan tambah histeris. Sudah dibohongi Jongin, kepeleset, sekarang dia malah tidak mendapat bubble tea yang sudah dibayang-bayanginya semenjak tadi.

“Mianhe. Aku benar-benar lupa tadi Sehun-ah,” ucap Baekhyun dengan perasaan menyesal.

“Aiissh! Jinjja! Kalau tidak bisa ditepati lebih baik tidak usah berjanji,” kata Chanyeol kecil yang berdiri di depan pintu kamarnya.

“Kau bilang apa tadi? ucapkan sekali lagi!” baekhyun beralih ke chanyeol dan menatap chanyeol dengan death glare-nya. Dia bersiap menghabisi chanyeol lagi.

“aniya! Aku tidak mengucapkan apa-apa tadi.” chanyeol langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya. Bersembunyi dari amukan baekhyun.

 

***

11 April 2013

“hyung! Apa malam ini Exo-M kesini?” tanya sehun pada Joonmyun. Sekarang Exo-K sedang makan malam bersama. Dia menanyakan ini karena besok adalah hari ulang tahunnya. Tentu saja dia mengharap kehadiran Exo-M di sini, terlebih luhan. Dia sudah lama sekali tidak mendengar suara luhan dan dia sangat kangen akan hyung tercintanya itu.

“aku tidak tau juga maknae. Kau tanya saja sama manager. Tapi sepertinya tidak karena ini sudah terlalu malam, mungkin besok,” jawab Joonmyun sambil meneruskan makannya. Pupus sudah harapan sehun untuk dikerjain tengah malam oleh member exo dengan lengkap. Padahal dia sudah berharap akan dikerjai saat tengah malam nanti.

“aah, lalu apa yang kita lakukan besok saat ulang tahunku?” tanya sehun polos sambil memandangi hyung-nya satu persatu.

“tentu saja kau akan kubuatkan sup rumput laut, sehun,” ucap Kyungsoo yang lagi makan tapi matanya menelusuri satu persatu resep masakan yang ada di hadapannya.

Sehun cengo mendengar jawaban Kyungsoo yang begitu singkat. Tidak bisa dibayangkannya dia hanya menghabiskan ulang tahun yang ke-20 untuk umur korea dengan sepi. Hanya makan sup rumput laut tanpa ada party begitu? Serem amat!

“hanya itu saja hyung?” sehun menghentikan suapannya dan menatap Kyungsoo dengan penuh harap bahwa Kyungsoo akan menjawab, ‘tentu saja tidak sehun. Kita akan membuat pesta dan merayakannya bersama seluruh member exo dan para exotics. Dan aku akan membuatkan kue ulang tahun yang besar untukmu’. Tapi itu kan hanya harapan sehun.

“tentu saja hanya itu. kau mau seperti apa lagi?” kata Jongin dengan cueknya. Jujur, ucapan Jongin yang ini agak membuatnya dongkol.

“nanti aku akan membelikanmu bubble tea sebanyak yang kau mau sehunnie. Kau tenang saja,” timpal baekhyun sambil tersenyum menatap sehun. Dia masih agak merasa bersalah oleh tindakannya kemaren.

“kalau kau akan mengingkarinya lagi sebaiknya jangan membuat janji yang macam-macam,” ucap chanyeol, mulai menembakkan aura perang lagi. Sepertinya dia ingin kena amukan lagi.

“tentu saja besok aku akan menepatinya! Kau tinggal bilang saja ne sehun.” Baekhyun menyikut lengan chanyeol dengan cukup kuat lalu tersenyum pada sehun. Chanyeol hanya menggerutu dengan kecil tapi tidak mengucapkan apa-apa lagi. Dia malas memperpanjang masalah ini. Tumben.

Sehun hanya tersenyum kecil dan melanjutkan makannya dalam diam. Dia tidak bisa membayangkan hari ulang tahunnya besok yang sepertinya akan jadi ulang tahun terburuknya.

 

***

PRAAAANGGG! (sound effect piring pecah)

“Yyaaa! Sehun! Apa yang kau lakukan eoh? Kau tidak ikhlas membantuku di sini?” bentak Kyungsoo memarahi Sehun yang sekarang sedang tertunduk dihadapannya. Dia tidak mengucapakan apapun tapi mereka semua pasti ta bahwa sehun akan menangis.

Jadi ceritanya, sehun sengaja membantu Kyungsoo membereskan meja makan, soalnya dia sengaja cari muka biar di kasih kejutan gitu. Tapi, mungkin karena hatinya tidak terlau ikhlas, saat dia mengangkat piring-piring itu, tiba-tiba saja dia melepaskan piring-piring itu dan kalian tau apa yang selanjutnya terjadi. Sebenarnya mungkin karena dia sedang melamun memikirkan hari ulang tahunnya besok, makanya dia jadi tidak focus begitu.

“Kenapa kau diam saja?” bentak Kyungsoo lagi. Matanya yang besar kaya bola basket (?) itu tambah lebar ketika dia melotot seperti emak-emak pada sehun. Sehun sendiri masih menunduk, tapi bahunya sudah mulai bergetar dan jari-jarinya sudah bergerak-gerak gelisah.

“Tch. Kau menambah pekerjaanku saja. Mending kau pergi dari sini. menggangguku saja,” usir Kyungsoo sambil mulai membersihkan pecahan-pecahan piring kaca itu.

Joonmyun, baekhyun, chanyeol, dan Jongin yang melihat kejadian itu hanya terdiam membeku di ambang batas antara dapur dan ruang makan. Mereka semua tidak dapat berkata apa-apa. Benar-benar mengerikan melihat Kyungsoo marah-marah seperti emak-emak lagi PMS.

“Kau benar-benar merepotkan,” cetus chanyeol yang tentu saja bikin JLEB sambil pergi dari sana. Mukanya datar tanpa ekspresi, tidak seperti chanyeol yang biasanya selalu ceria itu.

“Kalau kau memang tidak ikhlas mending tidak usah membantu saja,” ujar Jongin dingin sambil mengikuti chanyeol pergi.

Joonmyun dan baekhyun masih berdiri di sana. Antara mau membantu Kyungsoo atau menenangkan sehun. Sepertinya anak itu sudah menangis.

“Kalian kenapa? Kenapa aku selalu di tindas? Mentang-mentang aku maknae kalian bisa memperlakukan aku seenaknya begitu? Kalian sendiri tadi melihat kan kalau aku tidak sengaja menjatuhkannya? Kalian semua jahat!” bentak Sehun sambil teriak. Wajahnya penuh dengan air mata, tapi terlihat jelas sekali kalau dia marah.

Sehun pergi dari sana dengan melewati Joonmyun dan Baekhyun yang lebih PENDEK (eheem pendeknya nggak enak banget) darinya dengan kasar. Dia sudah tidak perduli pada semuanya. Dia hanya ingin sendiri di kamar dan menangis sepuasnya. Dia membanting pintu kamarnya dengan keras dan menguncinya. Dia lupa bahwa Joonmyun juga merupakan pemilik kamar itu.

 

***

Sehun terbangun karena mendengar suara ponselnya menyanyikan lagu Mama dengan keras. Saat dia sedang khusyuk-khusyuknya menangis, tanpa sadar dia malah tertidur di bawah selimut. Dia memegang sudut matanya dan merasakan ada air mata yang mengering di sana.

“Yoboseyo…” ucapnya dengan suara serak. Dia tidak melihat siapa nama penelpon yang tertera di layar ponselnya.

“Sehun-ah!” panggil suara seorang namja di sebrang sana dengan bisikan. Sehun yang mendengarnya langsung melek.

“Luhan hyuuuuuuuuuuung!” panggil sehun dengan senang. Terdengar jelas sekali bahwa dia benar-benar kangen sama Luhan.

“Ssst! Kau jangan keras-keras. Ini sudah tengah malam,” kata Luhan masih sambil berbisik. Tidak tau juga kenapa dia harus berbisik-bisik seperti itu.

“Oh iya, saengil chukka ne Hunnie-ku sayang?” lanjutnya tulus. Oh iya, dia masih bisik-bisik.

“Hah?” sehun cengo. Buru-buru dia melihat jam di layar ponselnya. Pukul 00:01. Luhan menjadi orang pertama yang mengucapkannya dan tentu saja Sehun benar-benar senang.

“Oh, goma…”

Tuuuttt… tuutt… tuutt…

Panggilan diputus oleh Luhan. Padahal dia belum sempat mengucapkan terima kasih. Dia bahkan belum mengucapkan apapun pada Luhan. Hanya berteriak memanggil namanya saja.

“Arrgghhhh!” sehun geram dan ingin melempar ponselnya, tapi sebelum di lempar sayang juga tuh ponsel di lempar. Kan lumayan, HP mahal begini masa dibanting-banting?

Sehun melirik ke ranjang Joonmyun. Tidak ada Joonmyun di sana. Tentu saja, kan sehun mengunci pintunya, jadi Joonmyun nggak bisa masuk.

Sehun membuka pintu kamar dan melihat Joonmyun yang tidur di sofa depan TV. Keadaannya cukup mengenaskan. Tidur dengan posisi melentang dan iler yang panjangnya lebih panjang dari sungai nil yang konon adalah sungai terpanjang di dunia. #abaikan

“Joonmyun hyung, bangun. Kau bisa masuk kamar. Kalau di sini kau bisa masuk angin,” ujar Sehun membangunkan Joonmyun yang tidur seperti orang korban banjir. #abaikan lagi plisss

Joonmyun terbangun. Matanya setengah melek, setengah terpejam. “Oh, ne Sehunnie. Kau mau kemana?” tanya Joonmyun yang melihat Sehun jalan menjauhinya.

“Aku mau ke toilet bentar hyung,” jawab Sehun singkat dan menghilang dimakan pintu kamar mandi XD

 

***

@Suatu tempat di Seoul

“Luhan! Apa yang kau lakukan? Sudah ku bilang jangan hubungi sehun dulu!” ujar Kris sambil menarik Luhan. Sedang Xiumin dengan sigap langsung mematikan tu HP. Jaga-jaga agar Sehun tidak menghubungi balik.

“Kau benar-benar nakal, Luhan ge,” kata Tao yang ternyata masih melek juga jam segini.

“Kau bilang apa saja tadi, eoh?” ucap Xiumin yang baru saja menjitak Luhan.

“Kau tidak bisa menahan diri sebentar lagi, hyung? Aissh. Jinjja.” Chen terlihat geleng-geleng kepala melihat kelakuan Luhan (read: suami gue kkkk~).

“Aku hanya mengucapkan selamat ulang tahun padanya,” jawab Luhan kecil sambil menundukan wajahnya dan memegangi kepalanya yang jadi sasaran jitakan.

“Ge, kau tidak boleh merusak rencana ini,” ujar Lay sambil menarik paksa Luhan masuk kamar. Mereka benar-benar tidak ingin kecolongan lagi. Bisa-bisa nanti Luhan malah kabur dan menemui Sehun.

 

***

“Joonmyun hyung! Buka pintunya! Kenapa kau malah mengunciku diluar seperti ini?” kata Sehun sambil menggedor-gedor pintu kamarnya. Joonmyun jelas saja sudah mengunci kamar itu dari dalam. Ingin balas dendam mungkin.

Sehun yang capek menggedor-gedor pintu kamar akhirnya duduk di sofa yang habis ditiduri Joonmyun tadi. sudah ada selembar (?) selimut di sana.

“Apa Joonmyun hyung ingin balas dendam padaku, ya? jadi aku harus tidur di sini?” ucap Sehun kecil sambil mulai baring di sofa itu. dia benar-benar sudah capek menangis, makanya kali ini dia sudah tidak menangis. apalagi tadi dia sempat mendengar suara Luhan yang membuat moodnya langsung baik.

 

***

12 April 2013

Paginya, dorm Exo masih adem ayem seperti biasa. Tidak ada kejutan atau cake yang besar yang sudah menunggunya. Hanya ada semangkok sup rumput laut yang sekarang sudah ada di meja, tidak jauh dari tempat dia berbaring. Ada secarik kertas di sana.

 

Sehunnie, saengil chukkae ne. mian, tadi malam hyung mengunci pintu. hyung lupa kalau kau masih ada di kamar mandi. Oh ya, itu kau makan ya sup rumput laut-nya. Jangan khawatir, itu tidak ada racunnya kok. Kami berlima pergi keluar sebentar. Semuanya ada urusan mendadak.

Dari Joonmyun.

NB: jangan tinggalkan dorm ne. nanti ada Luhan hyung dan member Exo-M yang lainnya datang.

 

“Lagi-lagi mereka melupakanku seperti ini?” gerutu Sehun tanpa melihat tulisan terakhir yang ditulis Joonmyun.

Sehun kembali membaca ulang kertas itu dan dia baru sadar ada kata Luhan di sana. Tentu saja dia langsung melonjak kegirangan dan semangat menunggu semuanya.

 

***

“Aissh! Ini sudah jam Sepuluh malam. Kenapa mereka belum pulang juga ya? luhan hyung juga kenapa belum datang-datang?” kata Sehun yang seharian ini sudah menunggu dengan bosan di dorm. Hal dilakukannya kalau tidak nonton TV, hanya main game.

“Lebih baik aku tidur saja. Mungkin aku hanya dikerjai seperti biasa,” ujar Sehun sambil menuju kamarnya dan bersiap tidur.

 

***

JDAARR.. PRUITTT…. KWEEKK… BOOMM            (sound effect gagal banget -_-)

“Saengil chukkahamnida Sehunnieeeee!” koor Exo minus Sehun yang sekarang sudah berkumpul dikamarnya. Semuanya tersenyum dan tertawa di hadapan Sehun yang terlonjak kaget gara-gara suara bising nan aneh yang diciptakan member Exo. Terlihat Kyungsoo duduk di samping ranjangnya sambil membawa kue bertuliskan ‘Happy Birthday Oh Sehoon’.

Sehun menatap semuanya bingung sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia tidak mengerti dengan kejadian barusan.

“Hehehe, kau pasti bingung ya, Hun? Kami sengaja merayakannya malam ini agar kau tidak menduganya. Tenang saja ini baru jam 23:30 kok,” kata Jongin yang sedang nyengir.

“Ah, mianhe ne, selama ini kami bersikap jahat padamu. Itu sudah menjadi bagian dari scenario,” ujar Kyungsoo juga nyengir.

“Tentu saja Luhan hyung tidak menghubungimu itu juga bagian dari scenario,” lanjut Joonmyun lagi.

“Aku dipaksa mereka untuk tidak menghubungimu, Hunnie,” kata Luhan sambil menunjuk member Exo-M.

“Luhan hyung pake acara nggak nurut segala lagi,” kali ini suara Chen.

“Oh iya, cepat tiup lilinnya,” ujar Kris. Kyungsoo pun maju, menyodorkan kue itu pada Sehun yang masih shock daritadi.

“Tunggu, make a wish dulu dong,” kata Joonmyun.

“Aku harap Exo benar-benar akan comeback dalam waktu dekat ini, aku dan luhan hyung tidak akan terpisahkan, aku menjadi tambah imut, cute, ganteng, dan bisa bersama dengan Exo selamanya. Amin.” Sehun meniup lilin itu yang hanya terdiri dari dua buah, angka satu dengan angka 9. Umurnya sekarang.

“Kau jangan jadi cengeng lagi ya, Hun,” ujar Tao. Semua member langsung melirik kea rah Tao.

“Kau juga cengeng, maknae,” kata member Exo kompak. Sedang Tao hanya nyengir-nyengir nggak jelas.

“Ah, cepat potong kuenya. Aku benar-benar lapar,” kata Chanyeol sambil memegang perutnya.

“Kau ini selalu makanan saja. Dasar bantet!” ujar Baekhyun sambil menyikut chanyeol.

“Ehem! Kau bilang apa tadi, Baek?” sepertinya Xiumin cukup tersinggung dengan ucapan Baekhyun barusan.

“Oh nggak hyung, nggak papa. Ayo kuenya mana?” baekki malah mengalihkan perhatian.

Tentu saja potongan pertama diberikannya pada Luhan yang berada di sampingnya.

“Semoga kau menjadi lebih dewasa Sehun,” ucap Lay.

“Dan bisa menyelesaikan sekolah dengan baik,” tambah Luhan sambil mengelus-elus kepala Sehun dengan penuh kasih sayang.

“Eheeeeem. HunHan moment,” kata member Exo serempak dan semuanya pun tertawa bahagia di malam hari yang cerah ini.

 

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s