[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 3 Valentine Chocolate

a park near you

 

Title     : a Park near you: Ep. 3 Valentine Chocolate

Author : Rai Sha a.k.a. Rini Amini Raisa

Cast     : OC and Park Chanyeol

Length : Episode

Genre  : Romance and other

Rating  : Parental Guide

Note     : hehehe awalnya saya nggak mau nge-lanjutin ff ini sampe saya selesai ulangan semester, cuman ternyata saya tidak tahan untuk mem-posting kelanjutannya hehehe. hmm, saya harap sih banyak yang suka sama ff ini jadi saya akan terus melanjutkannya 😉 oke deh, Happy Reading ^^

 

Ep. 1 Rain Moment | Ep. 2 Memory

 

Setelah melewati berhari-hari terkapar dirumah, aku kembali ke sekolah seperti biasa. Mungkin aku bisa dibilang sial karena tahu-tahu saja seluruh gadis yang ada di sekolahan ini membicarakan satu hal yang sama. Salah satu hal yang sangat tidak aku sukai. Ingat ya, tidak suka bukan benci.

“Besok hari valentine.”

“Ah, kau benar. Ngomong-ngomong siapa yang akan kau berikan coklat?”

“Ngg, mungkin aku akan memberikannya pada orang yang kusukai.”

“Kau berani menyerahkannya? Aku tidak punya nyali seperti itu.”

Aku melirik sekilas ke arah teman-teman kelasku yang sedang membicarakan salah satu hari yang paling penting di dunia. Cih, aku tidak termasuk ke dalam kelompok gadis yang seperti itu. Aku tidak tertarik pada hal semacam itu.

Oke, ini mungkin karena pengaruh perasaanku sendiri. Aku tidak punya seorang teman yang harus kuberikan coklat. Dan ini mungkin juga karena aku tidak punya orang yang kusukai.

Chanyeol?

Yah, aku hampir melupakan satu fakta tersebut. Aku punya teman yang harus kuberikan coklat dan aku punya seseorang yang kusukai. Dan yang paling kubenci, kenapa diantara seluruh cowok di dunia aku malah menyukai Chanyeol, yang berarti sahabatku sendiri? Bukannya aku tidak bisa membuat coklat atau tidak berani menyerahkannya, aku hanya tidak mau memperjelas perasaanku padanya. Sebenarnya, aku pernah satu kali memberikannya coklat buatanku.

Kira-kira 4 tahun yang lalu. Saat itu, kami sedang duduk di tahun pertama sekolah menengah pertama. Dan lagi-lagi aku satu sekolah dengannya.

-Flashback-

“Nona Judes, kau pasti ingat kan sebentar lagi hari valentine?” tanya Chanyeol saat kami sedang diperjalanan pulang sekolah menuju rumah.

Aku menatapnya sekilas dan kembali berjalan. “Kenapa kau menanyakan hal seperti ini padaku? Kau mau mengolok-olokku?” balasku dengan nada sewot.

“Mengolok-olokmu bagaimana? Aku bahkan tidak mengerti maksudmu. Aku hanya bertanya-tanya apa hari valentine nanti kau masih tidak akan memberikan coklat,” katanya.

“Memberikannya pada siapa? Aku tidak memiliki seseorang yang harus kuberikan coklat.”

Chanyeol menghentikan langkahnya dan menatapku dengan pandangan yang tidak dapat kuartikan. “Kau bisa memberiku coklat.”

Aku juga berhenti menghentikan langkahku dan balas menatapnya. “Bukankah kau sudah mendapat banyak coklat dari fans-fansmu itu? Untuk apa lagi aku memberikan coklat padamu?”

Raut wajah Chanyeol terlihat sedih dan aku tidak mengerti kenapa dia menunjukkan raut wajah seperti itu. Melihatnya seperti itu, hatiku langsung merasa tidak nyaman. “Pasti rasanya akan berbeda jika kau yang memberiku coklat.” Chanyeol lalu kembali berjalan meninggalkanku.

Aku jadi berpikir, apakah aku harus memberinya coklat. Mungkin kali ini aku harus mencoba memberinya coklat. Kurasa itu tidak akan buruk.

 

Berkali-kali kuyakinkan diriku bahwa menyerahkan coklat tidak akan berakibat buruk. Jangan salahkan aku kenapa aku bersikap aneh. Aku baru pertama kalinya membuat coklat (walau kupikir rasanya tidak buruk) dan juga pertama kalinya aku memberikan coklat pada seseorang. Ini tidak akan berakhir dengan memalukan, bukan?

Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku terus mengkhawatirkan hal ini. Seharusnya tidak ada yang perlu dicemaskan. Aku hanya tinggal memberikan cokat ini kepada Chanyeol dan Chanyeol akan merasakan coklat buatanku. Dan mungkin disitulah letak masalahnya. Aku tidak berani mendengar pendapat Chanyeol tentang coklat buatanku—terlepas bahwa itu akan berakhir sebagai pujian atau bahan ejekan nantinya.

Kutatap coklat yang ada di genggamanku itu untuk terakhir kalinya. Coklat itu kubungkus dalam sebuah kotak berwarna pink-coklat—khas warna coklat valentine. Aku tidak menambahkan apapun di kotak itu. Ini memang terlalu polos untuk sebuah coklat valentine tapi, aku tidak ingin berlebihan.

Sekali lagi, aku menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan debaran jantungku. Menurutku ini sama saja menyatakan perasaanku padanya, walau kurasa si Park Chanyeol itu tidak akan menyadarinya. Dia terlalu polos dan tidak pernah peka terhadap sekitarnya.

“Chanyeol-ah!” Aku mendongak saat mendengar suara seorang gadis di depan pintu kelas kami. Chanyeol yang sedang berkumpul dengan teman-temannya pun mendongak dan tersenyum lebar saat melihat gadis itu. Gadis itu melambai kecil dengan senyuman manisnya, dan Chanyeol—yang terlihat sangat kegirangan—langsung bangkit dan mendatangi gadis itu.

Aku tidak ingat siapa nama gadis itu tapi, aku sering melihat gadis itu bersama Chanyeol. Mungkin mereka pacaran. Memikirkan hal seperti itu akan membuatku menangis nantinya.

“Hei, ada perlu apa kau kemari?” tanya Chanyeol, masih dengan senyum girang di wajahnya.

Gadis itu tertawa sebentar—aku tidak mengerti apa yang ditertawakannya—lalu melambaikan sebuah kotak berbentuk hati di hadapan wajah Chanyeol. Dengan sekali lihat saja aku tahu bahwa kotak itu berisi sebuah coklat. Aku tidak tahu itu sudah coklat keberapa yang diterima Chanyeol hari ini.

“Woaah, apa ini coklat?” Chanyeol menyambut coklat itu dan menggoncangnya pelan di dekat telinganya.

Gadis itu langsung mengambil coklat yang di pegang Chanyeol. “Coklat-coklat itu akan hancur jika kau menggoncangnya,” sahutnya.

Chanyeol mengangguk. “Tapi, ini buatku, kan? Aku akan memakannya sendirian nanti,” ucap Chanyeol sambil kembali meraih coklat itu. Kurasa, dibandingkan dengan coklat yang diberikan gadis itu, coklat punyaku ini tidak ada apa-apanya.

Kualihkan pandanganku dari mereka berdua. Rasanya sesak ketika melihat Chanyeol tersenyum senang untuk orang lain. Aku tidak pernah melihatnya tersenyum selebar itu di hadapanku.

Kutatap lagi coklat yang ada di hadapanku. Dengan melihat kejadian barusan, mungkin aku tidak akan memberikan coklat ini pada Chanyeol. Buat apa aku memberinya coklat ketika dia sudah dapat coklat yang spesial dari orang lain, bukan? Aku tahu seharusnya aku tidak pernah melakukan hal bodoh ini.

Aku bangkit dari dudukku saat mendengar gadis itu pamit pada Chanyeol untuk kembali ke kelasnya. Bukan, aku tidak bermaksud untuk menyerahkan coklat ini padanya. Aku… hanya ingin membuangnya ke tempat sampah. Kurasa dengan begitu semuanya akan menjadi lebih baik.

“Mau kau apakan coklat itu?” Chanyeol menegurku saat aku sudah siap melepasnya ke tempat sampah. Tangan yang sudah kuulurkan itu kutarik kembali dan menatap Chanyeol dengan sikap sewajar mungkin.

“Ah, aku hanya ingin membuang coklat ini. Kemarin aku iseng mencoba membuatnya dan awalnya aku ingin menyuruhmu untuk merasakannya. Tapi, kupikir rasa coklat ini terlalu buruk, jadi lebih baik aku membuangnya,” ucapku dengan santai—atau berpura-pura santai lebih tepatnya.

“Apa? Jangan seperti itu. Tidak baik membuang-buang makanan. Sini, lebih baik kurasakan. Lagipula, aku tidak pernah merasakan coklat buatanmu,” kata Chanyeol yang langsung menarik coklat yang ada di genggamanku. Aku yang tidak menduganya dia melakukan itu hanya terdiam dan memperhatikannya yang mulai membuka dan memakan cokat itu.

-Flashback End-

Yang kuingat dari hari itu adalah, dia tidak berkomentar apa-apa tentang coklat itu. Kupikir rasa coklat itu terlalu buruk sehingga dia tidak mengatakan apapun untuk dikomentari. Tapi, yang tidak kusangka adalah, dia menghabiskan coklatku dengan cepat—entah karena dia merasa cokat itu enak atau dia merasa ingin muntah. Aku rasa alasan yang kedua lebih masuk akal. Yaah, walau begitu pada akhirnya coklat itu tetap sampai ke Chanyeol. Mungkin… coklat itu memang ditakdirkan untuk seorang Park Chanyeol.

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 3 Valentine Chocolate

  1. Milky Twilight February 13, 2014 / 12:00 pm

    coba dibuat lebih panjang. pengen tau komentarnya Chanyeol :v

    • raishaa February 13, 2014 / 2:41 pm

      Hehe namanya jg ficlet jd gak panjang 😀

  2. Joe February 21, 2016 / 8:17 pm

    ih, kepo deh sama perasaan sbenernya Chanyeol. dugaan sementara, Chanyeol jga suka sama si oc…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s