[FF/Ficlet] Music Room Memories

Title                 : Music Room Memories

Cast                 : Onew a.k.a. Lee Jinki and one cast find it by yourself

Genre              : romance

Author             : Rai Sha

Length             : Ficlet (874 words)

Rating              : Teen

Note                : Terinspirasi dari lagu The Name I Loved yang dinyanyikan sama Onew^^ di situ ada beberapa petikan liriknya yang udah di translate ke bahasa Indonesia 🙂

WARNING        : Ini ff benar-benar gaje tingkat akut stadium akhir!

 

Kedua tanganku gemetar ketika aku mengingat kenangan cintaku yang suram

Sekarang semua itu jadi mengerikan, aku tak bermaksud menolakmu, tapi aku tau itu pantas

 

Jinki melangkahkan kakinya menuju ruang music yang terbengkalai di SMA-nya, ruangan yang penuh dengan kenangan. Kenangan dengan seorang gadis, gadis yang diam-diam telah dia cintai selama ini. Sudah lama sekali sejak kejadian itu, tapi dia tetap saja tidak bisa melupakan kenangan yang begitu pahit. Kenangan yang membuat dirinya merasa menjadi cowok paling bodoh sedunia.

Pikirannya tidak dapat di cegah untuk tidak mengingat kejadian itu. kejadian saat dia dengan tegas menolak pernyataan cinta gadis itu. sesungguhnya dia ingin sekali menerima pernyataan cinta gadis itu, tapi dia tau dia tidak bisa menerimanya. Dia tidak cukup pantas untuk itu. dia juga tidak mengerti kenapa saat itu dia menolak gadis itu, padahal sesungguhnya dia mencintai gadis itu.

 

Tak perduli seberapa dekat kita,  yang ku tau aku tak bisa mencintaimu lagi

Aku tak bisa merindukanmu, menunggumu membuatku lelah

Tak bisa ku tahan lagi dan tak dapat ku lepaskan

 

Sejak saat itu, perlahan-lahan gadis itu mulai menjauh dari Jinki. Gadis itu tau, mulai saat dia ditolak oleh Jinki, perasaannya mengatakan untuk menjauhi Jinki dan mulai melupakannya. Dia tidak lagi bisa mencintai Jinki.

Gadis itu mundur perlahan, menjauh dari hadapan Jinki. dia tidak mencoba untuk mendekati ataupun bersikap biasa saja di depan Jinki, dia tidak sekuat itu. hatinya yang lemah hancur saat itu juga. Namun, sekeras apapun dia mencoba untuk melupakan Jinki, dia tetap mencintai dan merindukan Jinki. dia benar-benar tidak bisa melepaskan bayangan Jinki yang selalu menghantuinya setiap saat, bahkan sampai saat ini.

 

Nama yang ku cintai sekali dalam hidup ini

Telah menjauh dan makin menjauh dariku

 

Jinki menghela nafas. Jemarinya menelusuri tuts-tuts piano yang tampak berdebu. Sepertinya sudah lama sekali piano ini tidak tersentuh. Bahkan sepertinya ruangan ini tidak pernah dikunjungi orang, selain dirinya di masa lalu.

Ingatannya kembali saat dimana dia dan gadis itu duduk berdua di sini, memainkan sebuah lagu. Dulu, saat masih mereka masih duduk di SMA ini, mereka berdua sering kemari. Biasanya Jinki yang memainkan piano-nya dan gadis itu yang bernyanyi. Kalau saja Jinki bisa mendengar kembali suara malaikat milik gadis itu. tapi dia pikir itu tidak mungkin. Dia saja sudah lama sekali tidak bertemu gadis itu sejak mereka lulus. Gadis yang membuat seorang Lee Jinki tergila-gila dengan pesona dan suara malaikatnya. Andai saja dia bisa bertemu kembali dengan gadis itu, dia pasti akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Tapi, itu semua sudah terlambat. Benar-benar terlambat.

 

Ku tulis namamu di atas sebuah kertas

Dan akan ku jaga selamanya dalam hatiku

Mulai hari itu, aku sadar bahwa aku hanya akan mencintaimu selamanya

 

Jinki berkeliling di ruangan itu, memeriksa bahwa tidak ada yang berubah dari tempat itu. kenyataannya memang tidak ada yang berubah, hanya saja debu-debu halus terlihat menyelimuti ruangan itu. ruangan ini tidak pernah tersentuh. Dia juga tidak mengerti kenapa ruangan yang begitu bagus ini tidak pernah di gunakan sebagai salah satu fasilitas sekolah. Saat jaman SMA dulu, dia sering membersihkannya dan menjadikannya sebagai tempat tongkrongannya saat istirahat. Dibanding menghabiskan waktu dikantin yang ramai bersama teman-teman, dia lebih suka makan di sini sendirian dengan tenang, tanpa ada yang mengganggu.

Dia duduk di bangku panjang depan piano tua itu. dia mulai menekan beberapa tuts piano, mencoba mendengarkan nadanya. Suaranya masih terdengar bagus dan jernih, sayang sekali piano tua ini dibiarkan begitu saja. Kembali ditekannya tuts-tuts tua yang sudah berdebu itu dan mulai bernyanyi, mengeluarkan suaranya yang merdu. Selama ini, orang-orang di sekitarnya sama sekali tidak mengetahui bahwa Jinki pandai menyanyi. Jinki selalu menolak ketika ia disuruh menyanyi dan menyimpan suara merdunya itu sendirian. Semua orang tidak tau kalau ia mempunyai suara yang begitu merdu, ya semua orang, kecuali gadis itu. gadis itu benar-benar bisa membuka sisi lain dari seorang Lee Jinki yang tertutup menjadi sosok Lee Jinki yang terbuka dan hangat. Sayang sekali, sekarang gadis itu bahkan sudah menghilang dari hadapannya.

 

Cinta yang tak bisa bersatu tetap disebut cinta

 

Jinki menghentikan nyanyiannya dan berhenti ketika menyadari salah satu lirik yang dinyanyikannya. ‘Cinta yang tak bisa bersatu tetap disebut cinta’. Seakan tersadar dengan lirik itu, Jinki langsung menurunkan tangannya dari tuts-tuts piano dan merenung. Dia mengerti sekarang kenapa dulu dia bisa menolak gadis itu tanpa alasan walau sesungguhnya hatinya berteriak untuk tidak melakukannya.

Jinki melakukan itu karena dia tau dan sangat mengerti dengan perasaan tulusnya kepada gadis itu. dia menolak karena menurutnya jika dia dan gadis itu bersatu mereka memang akan merasa senang, tapi itu hanya sebentar. Jika mereka bertengkar, mereka akan berpisah dan menjadi orang asing. Tidak, Jinki benar-benar tidak bisa membayangkan itu kalau itu sampai terjadi. Tapi, pada kenyataannya, semua itu terjadi. Tepat seperti prasangkanya, hanya saja dalam kemasan yang berbeda. Mungkin dia memang tidak ditakdirkan untuk bersama gadis itu. tapi, tetap saja cinta yang tak bisa bersatu tetap disebut cinta. Dan itulah perasaannya saat ini.

Jinki bangkit dari duduknya dan ingin melangkah pergi yang membuat dadanya semakin lama semakin bertambah sesak karena perasaan bersalah dan menyesal. Tapi, Jinki bukan tipe orang yang senang menghabiskan waktunya dengan menyesal sepanjang hari tanpa melakukan apapun. Bukan, dia sama sekali bukan tipe orang seperti itu. dia lebih senang melupakan masa lalu dan hanya menatap apa yang sudah ada di hadapannya. Dia sudah bertekad mulai sekarang dia hanya akan menganggap ini sebagai kenangan dan melupakan cinta pertamanya itu. ya, dia sudah bertekad seperti itu sampai tiba-tiba gadis itu sudah berada di hadapan Jinki dengan senyum canggung yang dipaksakan.

 

-fin-

Advertisements

6 thoughts on “[FF/Ficlet] Music Room Memories

  1. Yusfa December 8, 2013 / 8:13 am

    Authorrrr…, pleasee dehhh.., critanya kok gantung gni.., maka ini my bias pula.., huaaaa, lanjut-lanjut, sebagai pemilik bias yg bernama lee jinki, ini dirasa kurang panjang critanya.., bgus critanya.., lnjut ya thor, fighthing 😀

    • raishaa December 8, 2013 / 7:24 pm

      okeee (y) ntar aku pikirin gimana lanjutan ceritanya. waktu itu tiba-tiba aja kepingin buat songfic. tp rasanya malah gaje banget yah ini ff? XD

  2. Lee Jihye June 17, 2014 / 4:54 pm

    Huaaa ngegantung ini…. >_< lee jinki bias ku jg, jd sangat di mohonkan (?) utk memperpanjang ff nya, sequel maksudny… Hehehe
    fighting ! 😀

    • raishaa June 17, 2014 / 5:10 pm

      aduuh ini ff lama, kok bisa aja ketemu yaa >< entar kalau ada ide bakal dilanjutkan kook 😀 makasih udah baca yaa ^-^

  3. sonya August 6, 2014 / 7:57 am

    Raisha~ FF nya keren banget sumpah ^o^ tapi kenapa ngegantung begini? Bikinin sequel nya dong.. Please.. ya ya ya? >o<

    • raishaa August 6, 2014 / 8:12 am

      Ah ini ff lama, tulisannya juga gaje banget xD kalo dapet ide, pasti bakal dibikinin kok. Tp sygnya sampe skg aku belum dapet idenya hehe.
      Ngomong-ngomong, makasih udah berkunjung yaa ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s