[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 4 the Girl From the Past

a park near you

Title     : a Park near you: Ep. 4 The Girl From The Past

Author : Rai Sha

Cast     : OC and Park Chanyeol

Length : Episode

Genre  : Romance, Hurt/Comfort and other

Rating  : Parental Guide

 

Ep. 1 Rain Moment | Ep. 2 Memory | Ep. 3 Valentine Chocolate

 

Entah kenapa hari ini aku waktu berjalan begitu lambat. Sudah berkali-kali aku melirik ke jam yang tersemat di pergelangan tangan kiriku, tapi aku tidak menemukan perubahan yang berarti. Hanya berjalan beberapa menit dari setiap aku melihat arlojiku.

Aku tidak mengerti kenapa aku segelisah ini. Mungkin aku terlalu bosan mendengar percakapan gadis-gadis di kelasku tentang hari valentine besok. Atau mungkin akan ada sesuatu yang terjadi. Aku tidak tahu. Yang tadi itu hanya firasat.

Aku bergegas memasukkan buku-bukuku ke dalam tas saat mendengar bel berbunyi dan langsung keluar kelas tanpa memperdulikan guru yang masih berbicara di depan sana. Aku bahkan tidak memperdulikan Chanyeol yang menanyakan keadaanku sejak tadi. Yang ada dipikiranku adalah pergi secepat mungkin dan menjauh dari Chanyeol. Aneh memang tapi, aku tidak ingin dekat-dekat dengannya sampai suasana valentine berakhir.

“Hyunra!”

Deg.

Itu suara Chanyeol dan aku sangat yakin dia memanggil namaku. Selama kami berteman sedari kecil, dia hampir tidak pernah memanggil namaku. Sejak dulu dia hanya memanggilku dengan sebutan ‘Nona Judes’. Dan jantungku selalu berdetak dua kali lebih cepat setiap kali dia memanggil namaku.

Seperti sekarang ini.

Dia menghampiriku dengan setengah berlari. Aku sibuk menenangkan jantungku sambil mengepalkan tanganku kuat-kuat. Tanganku mulai berkeringat dan mencoba bersikap sewajar mungkin dengan cara menampilkan senyum terbaikku—atau mungkin itu adalah senyum terburukku.

Aku tidak mendengar suara yang lainnya lagi. Yang terdengar hanyalah suara berisik yang diciptakan jantungku ini. Oh Tuhan, semoga dia tidak mendengar suara berisik ini.

“Ya? Kenapa…?”aku bahkan tidak sanggup menyebut namanya. Kenapa aku bisa segugup ini saat dia memanggil namaku? Ayolah, hentikan perasaanmu ini. Sangat tidak baik menyukai sahabatmu sendiri. Apalagi saat dia menyukai orang lain. Perasaan ini sungguh menyiksa. Aku tidak bohong.

“Kau baik-baik saja, kan? Aku melihatmu gelisah sedari tadi,” ucapnya.

“Ya, aku sangat baik. Sudah ya, aku pergi dulu,” aku berkata dengan cepat agar aku bisa segera pergi dari sana. Menghadapi Chanyeol saat jantung jumpalitan itu sangat melelahkan. Jika saat ini aku bersamanya lebih lama lagi, aku yakin aku tidak akan bisa mengontrol diriku lagi. Bahkan saat ini aku tidak bisa berpikir dengan benar.

Kupercepat langkahku saat mendengar suara langkah di belakangku. Aku tahu itu Chanyeol. Kenapa Chanyeol masih saja mengikutiku? Apa dia tidak sadar kalau aku sedang menghindarinya? Tidakkah dia tahu kalau aku sangat gugup gara-gara perlakuannya yang memanggil namaku tadi? Dasar cowok tidak peka!

“Kau baik-baik saja?” kudengar suara Chanyeol. Aku ingin langsung pergi dari sana karena ini kesempatan untuk kabur darinya. Tapi, tanpa aku sadari, aku malah memutar tubuhku untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Chanyeol bersama seorang gadis sedang mengumpulkan buku-buku yang berserakan. Si gadis terlihat menundukkan wajahnya, menghindari tatapan-tatapan menusuk yang di lemparkan fans-fans Chanyeol. Sedangkan Chanyeol malah tidak menyadari itu semua.

“Maafkan aku. Aku tidak memperhatikan sekitarku saat berjalan,” kata gadis itu dengan suara gemetar. Entah karena gugup karena berbicara dengan pangeran sekolah, ataukah karena takut dengan fans-fans Chanyeol yang mengerikan.

Chanyeol memberikan buku terakhir pada gadis itu sambil tersenyum kecil. “Tidak apa-apa. Aku juga salah karena berlari di koridor gara-gara mengejar gadis aneh itu,” ujarnya sambil menunjukku. Kurang ajar! Berani sekali dia mengataiku gadis aneh!

“Park Chanyeol! Siapa yang kau sebut gadis aneh, eoh?” aku mendelik padanya sambil menunjukkan wajah garangku.

“Tentu saja kau. Apa tidak aneh kalau tiba-tiba seorang siswa rajin keluar kelas sebelum kelas dibubarkan?” Apa dia baru saja menyebutku rajin? Apakah itu sebuah pujian?

“Maaf menganggu percakapan kalian berdua, tapi aku permisi dulu. Ehmm, terima kasih Chanyeol.” Aku mengalihkan pandanganku pada gadis itu saat mendengarnya berbicara. Suaranya kecil dan ternyata dia memakai kacamata. Dan aku sempat melihat wajah gadis itu merah padam sebelum melesat pergi. Aku tidak heran kenapa gadis itu mengetahui nama Chanyeol karena cowok satu itu memang populer. Aku hanya kaget karena gadis itu berani memanggil nama Chanyeol. Mungkin gadis itu menyukai Chanyeol. Seperti aku.

“Kenapa dia tahu namaku?” tanya Chanyeol sambil menatap punggung gadis itu dengan pandangan heran.

“Kau bodoh? Apa kau tidak sadar kalau kau itu populer?” sahutku dengan kecil. Aku kembali melangkahkan kakiku, bermaksud pergi dari sana dan sengaja meninggalkan Chanyeol. Aku hanya ingin tahu apakah dia tetap mengikutiku seperti tadi atau tidak.

“Nona Judes! Tidak bisakah kau menungguku?” teriaknya. Aku hanya menoleh sekilas ke arahnya dan melihat dia berlari ke arahku. Kusinggungkan senyum tipis saat menyadari bahwa hari ini aku akan pulang bersamanya lagi. Sepertinya aku memang tidak bisa menjauhinya. Bahkan hanya untuk satu jam.

 

“Truth or Dare?” tanya salah seorang teman Chanyeol yang barusan melaksanakan dare. Sejak tadi, Chanyeol dan beberapa siswa lainnya bermain Truth or Dare. Awalnya aku diajak, namun aku menolak karena aku tidak terlalu menyukai permainan itu.

“Dare!” Chanyeol menjawab dengan yakin. Tidak ada rasa takut dalam wajahnya. Wajar saja dia seperti itu, memang sudah sifatnya dari lahir. Dia menyukai tantangan dan menjahili orang lain. Tapi, sepertinya kali ini dia yang akan dikerjai. Walau aku tidak suka pemainan ini, sepertinya akan menyenangkan melihat Chanyeol dikerjai oleh teman-temannya.

“Permisi.” Aku memperhatikan sosok seorang gadis yang sedang mengantarkan setumpuk buku ke kelas kami. Tunggu, sepertinya itu gadis yang ditabrak Chanyeol tempo hari. Apa gadis ini pengantar buku? Kenapa dari kemarin kerjaannya hanya mengantarkan setumpuk buku saja?

Aku segera menghampirinya saat gadis itu lagi-lagi menjatuhkan buku-buku itu, membuat buku-buku itu berserakan di lantai. Gadis ini ceroboh sekali. Atau memang sudah sifatnya seperti itu?

“Kenapa kau bisa ceroboh seperti ini? Lagi-lagi kau menjatuhkannya,” ucapku sambil membantu gadis itu mengumpulkan buku-buku yang berserakan.

Gadis itu segera mengangkat wajahnya saat mendengar suaraku. Raut wajahnya terlihat terkejut dan langsung menyembunyikan wajahnya lagi. “Ma, maaf. Sifatku memang ceroboh,” jawabnya kecil.

Aku bangkit berdiri dan langsung menaruh setumpuk buku itu di meja guru. “Sudahlah, kau tidak perlu minta maaf. Bukan salahmu.”

“Kalau begitu, aku permisi dulu,” pamitnya dengan gugup. Sepertinya dia benar-benar ingin pergi dari sini secepatnya.

“Apa? Tidak! Aku tidak mau melakukan itu!” teriak Chanyeol. Posisinya sudah berdiri dan dia sempat menggebrak meja beberapa saat yang lalu. Sontak seluruh pandangan langsung tertuju pada Chanyeol. Bahkan gadis itu langsung menghentikan langkahnya dan langsung mengalihkan pandangannya pada Chanyeol.

“Tidak, kau harus melakukannya. Kau sendiri yang memilih dare dan kau yang tanggung akibatnya. Lagipula, ini tidak sulit. Kau hanya perlu mengambilnya untuk sementara dan kau bisa langsung mengembalikannya,” tolak teman Chanyeol dan langsung mendorong Chanyeol agar melaksanakan dare itu. Sebenarnya apa yang harus dilakukan Chanyeol sampai dia menolak keras seperti itu?

Chanyeol menghampiriku dengan langkah terkulai. Wajahnya lesu dan menatapku dengan wajah memelas. Aku hanya mengangkat kedua bahuku dengan tatapan yang seolah mengatakan bahwa aku tidak mengerti dengan situasi ini. sebenarnya aku memang tidak mengerti.

Dia berjalan melewatiku dan malah menuju gadis berkacamata yang tempo hari ditabraknya. Dia menatap gadis itu dengan dalam, sedangkan yang dipandang hanya diam tak berkutik. Seluruh wajahnya memerah dan dia mencoba menyembunyikannya dengan menundukkan wajahnya sedalam-dalamnya.

Lalu, Chanyeol menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya, membuat fans-fans Chanyeol menjerit tertahan. Sejujurnya, aku juga ingin berteriak dan menjauhkan tangan Chanyeol dari wajah gadis itu karena aku benar-benar merasa cemburu. Aku saja tidak pernah diperlakukan seperti itu pada Chanyeol. Namun, jika aku melakukan hal itu, seluruh kebenarannya akan terungkap dan hal itu adalah hal paling terakhir yang akan kulakukan. Entah kemana wajahku nanti saat hal itu benar-benar terjadi. Pasti benar-benar memalukan.

Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya pada gadis itu, seolah ingin menciumnya. Hampir saja aku berlari untuk menghentikan hal itu semua kalau saja Chanyeol tidak segera mengambil kacamata gadis itu. Aku segera menghela nafas saat menyadari apa yang terjadi.

Gadis itu sepertinya benar-benar syok dengan hal yang dilakukan Chanyeol tadi. Tentu saja dia syok, siapa gadis yang tidak syok dan membatu saat diperlakukan hal seperti itu oleh pangeran sekolah? Jika aku yang diperlakukan seperti itu oleh Chanyeol, aku mungkin akan langsung lari dan bersembunyi. Tapi, itu tidak mungkin terjadi. Aku sadar sekali akan hal itu.

“Chanyeol! Apa yang kau lakukan?” bentakku sambil memukul lengannya dengan keras, mencoba bersikap biasa untuk menutupi kecemburuanku.

“Aku terpaksa melakukan hal ini. Aku disuruh untuk mengambil kacamata gadis ini. Awalnya aku menolak tapi, aku tidak punya pilihan lain,” jawabnya sambil terkulai lemas. Dia seperti tidak merasakan pukulanku yang tadi. Padahal kupikir aku sudah cukup keras memukulnya tapi, ternyata masih tidak terasa.

“Oh iya, maaf ya aku mengambil kacamatamu.” Chanyeol beralih pada gadis itu dan memasangkan kacamata gadis itu kembali—lagi-lagi fans-fans Chanyeol menjerit kesal. Aku juga menjerit tapi, dalam hati saja sudah cukup. Namun, sepertinya dia tidak menyadari bahwa gadis di hadapannya ini benar-benar gugup berhadapan dengannya. Bahkan sepertinya dia tidak menyadari bahwa ratusan mata sedang memandang kejadian itu dengan marah! Benar-benar cowok yang tidak peka!

“Tunggu, sepertinya aku pernah melihatmu,” ujar Chanyeol tiba-tiba sambil terlihat mengingat sesuatu. Tentu saja kau pernah melihatnya, ini gadis yang kau tabrak tempo hari!

“Kau… kau gadis yang aku tolong dari preman sekolah dulu, kan?”

APA?

Jadi, ini adalah gadis yang ditolong Chanyeol dulu sampai membuat Chanyeol babak belur? Dan ini adalah gadis yang menembak Chanyeol pertama kali? Oke, kali ini aku benar-benar cemburu. Tapi, lagi-lagi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Seperti biasanya.

Gadis itu hanya menunduk dalam, tidak mengucapkan sepatah katapun. Aku bahkan dapat melihat dengan samar bahwa seluruh tubuhnya gemetar. Aku tahu gadis ini sedang ketakutan. Entah takut karena apa.

“Sudahlah Chanyeol, kau bisa menanyakan hal ini lain kali. Sepertinya gadis ini sakit, aku akan membawanya ke ruang perawatan.” Aku tidak mengerti kenapa aku malah menolong gadis ini. Aku hanya tidak bisa melihatnya seperti ini.

“Baiklah, kau sebaiknya jaga dia. Aku akan menjemputmu saat pulang sekolah nanti,” balasnya sambil mengangguk. Di bibirnya terpasang senyum simpul. Mungkin dia merasa senang karena dapat bertemu dengan gadis impiannya lagi. Dia bahkan berkata akan menjemputku. Mungkin maksudnya bukan menjemputku tapi, dia ingin berbicara dengan gadis ini lagi.

Aku merangkul pundak gadis itu dan menuntunnya keluar. Seluruh pasang mata fans-fans Chanyeol menunjukkan kecemburan pada gadis itu, membuat gadis ini menundukkan wajahnya semakin dalam. Aku yang sedang dalam mood tidak baik langsung membalas tatapan-tatapan itu dengan tajam. Setidaknya, aku sudah biasa diperlakukan seperti oleh fans-fans ganas Chanyeol.

Advertisements

2 thoughts on “[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 4 the Girl From the Past

  1. Milky Twilight February 13, 2014 / 3:37 pm

    err~ ternyata gadis nya itu toh :v

  2. Joe February 21, 2016 / 8:31 pm

    hahaha, unik banget kelakuannya si oc kalo lagi cemburu. gimana2 gtu 😀
    lhe, ternyata si cewek kaca mata itu cewek yg dulu ditolongin Chanyeol. cinta segitiga? eh? kkkk….
    ih, sumpah deh, Chanyeol kenapa gk pekaan banget ya jadi cowok?? gk di exo planet era, disini, gk pekaan mulu. frustasi deh kalo gini trs!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s