[FF/Ficlet] Dasi Dorawa (Come Back Again)

Title                 : Dasi Dorawa (Come Back Again)

Author             : Sha a.k.a. Rini Amini Raisa (@riniaminiraysa)

Cast                 : No Cast

Genre              : Angst

Length             : Ficlet (697 words)

Inspired by      : SHINee – Sleepless Night. Dengerin lagu ini selalu bikin saya nangis 😥 recommended banget baca ini sambil denger lagu itu.

Tanpa bisa kutahan, aku kembali teringat tentangmu. Aku tau ini semua sudah berakhir, tapi aku tidak dapat menahan diri. Menyedihkan memang. Aku selalu menyesali kenapa ini semua harus berakhir. Namun, menyesali ini semua tidak berguna, tidak ada artinya, tidak akan pernah membuatmu kembali padaku.

Aku selalu tidak bisa tidur karena pikiran tentangmu selalu terngiang di benakku. Aku benci denganmu, kau meninggalkanku sendirian. Kau jahat, meninggalkanku sendirian dalam lubang kesepian. Meninggalkanku sendirian dalam lubang kepahitan.

Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu jika kenangan-kenangan itu selalu menghantamku?

Tidak bisa, kau terlalu penting untukku. Kau lebih penting daripada diriku sendiri. Aku benar-benar tidak bisa melepas sesuatu yang penting seperti dirimu bukan?

Hari-hari yang kita lewati itu sungguh indah. Bahkan saat kita sedang bertengkar sekalipun. Aku benar-benar merindukan saat-saat seperti itu.

Ku mohon kembalilah. Aku benar-benar hancur tanpa dirimu.

Tidak, aku tau itu semua mustahil. Semuanya tidak akan pernah kembali lagi seperti dulu. Aku tau itu, tapi aku tetap saja bodoh karena selalu merindukanmu.

Kenapa Tuhan? Kenapa harus sesakit ini rasanya? Aku tidak pernah menyangka jika rasanya ditinggalkan itu benar-benar menyakitkan.

Aku benci ini. Ini terlalu bodoh. Ini tidak dapat dipahami. Kenapa aku tidak bisa menangis walaupun rasanya sesakit ini? Apa aku terlalu lelah dengan semua ini hingga aku tidak sanggup lagi untuk menangis?

Ingin rasanya melepaskan semua emosiku dengan menangis sederas mungkin, tapi air mata ini bahkan tidak dapat keluar. Semua emosi ini tidak dapat keluar, membuat dadaku benar-benar sesak. Hati ini benar-benar sakit menahan seluruh luapan emosi yang bergejolak.

Ingin rasanya menghapus dirimu yang selalu ada di hatiku. Tapi aku tau aku tidak bisa menghapusmu. Karena ini cinta. Karena menurutku ini cinta. Walaupun akan menyakitkan dan membuatku mati, tapi aku tidak bisa karena aku mencintaimu.

Mencintaimu itu benar-benar menyakitkan. Aku tidak pernah sekalipun berpikir bahwa akhirnya akan benar-benar seperti ini. Bahkan jika pada akhirnya akan berakhir begitu saja seperti ini, aku masih saja selalu merasa bimbang. Bimbang untuk menghapusmu dari hidupku, atau tetap akan selalu mencintaimu dalam kesakitan.

Namun, aku memilih untuk tetap mencintaimu. Bahkan jika ini menyakitkan. Bahkan jika ini benar-benar membuatku mati. Tapi, aku tau bahwa aku benar-benar mencintaimu. Dan aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu.

Ini menyedihkan bukan? Selama ini aku selalu berjalan di tempat. Tanpa pernah mau melihat ke depan. Tanpa pernah mau jalan ke depan. Karena aku tau, di sinilah aku selalu dapat melihatmu. Aku rela, bahkan jika aku tidak akan pernah maju. Aku rela akan selalu jalan di tempat karena hanya dari sini aku akan dapat terus melihatmu. Walaupun rasanya menyakitkan jika mengingat semuanya.

Ini konyol. Tapi, selama ini aku selalu memohon agar kau kembali. setiap malam aku selalu memintanya pada Tuhan. Dan aku tau itu tidak akan pernah di dengar, dan tidak akan pernah terwujud.

Semuanya sudah terjadi. Sudah terlambat. Kau sudah pergi dan tidak akan pernah kembali. tapi, apapun yang terjadi aku akan selalu memohon agar kau kembali.

Aku mohon, kembalilah malam ini. kembalilah agar kita dapat melewati hari-hari bersama-sama seperti dulu.

Kupejamkan mataku, lagi-lagi memanjatkan do’a agar kau kembali. setidaknya aku selalu berdo’a dan memohon untuk membuatmu kembali, walaupun itu mustahil. Benar-benar mustahil.

Aku ini bodoh, bukan? Benar-benar bodoh. Hanya karena dirimu meninggalkanku, aku tetap tidak bisa berhenti mencintaimu. Tidak bisa merelakanmu pergi. Apa kau disana merasa bersalah karena meninggalkanku? Aku harap kau melihat diriku yang tersiksa seperti ini karenamu.

Tanganku terkepal kuat, menahan rasa sesak yang mendera dada ini. tapi kenapa air mata ini tidak kunjung turun? Rasa ini begitu sakit, tapi kenapa aku tidak menangis? aku tau dengan menangis, seluruh luapan emosi akan terlepas, membuat perasaan ini sedikit lebih ringan. Tapi bahkan aku tidak bisa menangis. mengeluarkan setitik air mata saja tidak.

Aku menjerit tertahan karena rasa sesak ini semakin membuatku sulit bernafas. Semakin membuatku ingin mati.

Aku tau, inilah resiko karna terlalu mencintaimu begitu dalam. Dan karena aku terlalu mencintaimu, aku kaget karena kau pergi begitu saja. Membuatku tidak sanggup melepasmu.

seandainya kau ada di sini, menguatkan diriku yang kehilanganmu. Setidaknya, biarkan aku melihatmu untuk terakhir kali sebelum aku benar-benar rela melepasmu pergi.

Kembalilah lagi, aku mohon. Aku ingin melihatmu sekali lagi, untuk terakhir kalinya. Tapi, aku tau itu tidak akan mungkin terjadi karena kau sudah benar-benar pergi. Pergi meninggalkanku dan semua orang yang ada di dunia ini.

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s