[FF] Promise (Prologue)

promise

Title                             : Promise [Prologue]

Author                         : Rai Sha

Main Cast                    : Lee Hyunra [OC], Lee Taemin [SHINee]

Suport Cast                  : Park Haeri [OC], Kim Jonghyun [SHINee], Han Jisun [OC], Choi Minho [SHINee], Kim Kibum [SHINee], Lee Jinki [SHINee]

Genre                          : Romance, Hurt/Comfort, School Life, Drama, a liitle bit Comedy, other

Length                         : Chaptered/Series

Rating                          : Parental Guide

“Hei, Hyunra,” panggil Taemin lembut ketika memandang langit sore di hadapannya. Hyunra, yeoja yang usianya 2 tahun lebih muda darinya itu, menoleh dan tersenyum. Mereka sedang berada di halaman belakang rumah milik Hyunra, menikmati setiap hembusan angin sambil menatap indahnya langit sore.

“Ne, Oppa? Waeyo?” tanya Hyunra dengan suara selembut sutra. Ia menampilkan senyumnya yang indah dan eyes smilenya mampu membuat namja dihadapannya ini terpesona. Ia terpikat dan telah jatuh cinta pada yeoja manis yang sedang menatapnya lembut. Ia telah jatuh cinta pada seorang gadis diusia yang masih belia. Ia berjanji dalam hatinya bahwa dia tidak akan meninggalkan yeoja ini, apapun yang terjadi.

“Yeppeuda. Kau cantik,” ucap Taemin sambil memamerkan sederet gigi putihnya. Hyunra yang tidak menyangka bahwa Taemin mengatakan itu, hanya tertunduk dan senyum malu-malu bak seorang malaikat.

“Hyunra,” panggil Taemin lagi sambil menggenggam lembut tangan Hyunra. Hyunra sendiri masih tertunduk dan membiarkan Taemin menggenggam tangannya.

Baru saja Taemin ingin melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Jinki datang. Kakak lelaki Hyunra yang berusia 5 tahun lebih tua darinya itu tersenyum, ketika mendapati keduanya sedang berpegangan tangan. Ia adalah sosok lelaki yang baik dan berhati lembut. Dan ia pun telah mengetahui hubungan Taemin dan Hyunra yang begitu erat. Ia yakin suatu saat bahwa Taemin dan Hyunra akan bersatu. Jinki sangat menyayangi Hyunra dan Taemin yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri.

“Hei kalian berdua, ini sudah terlalu sore. Lekas pulang, bukankah kalian besok bisa bertemu kembali?” tegur Jinki sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.

“Ah, ne Oppa, sebentar lagi aku pulang,” kata hyunra sambil menatap kakak semata wayangnya itu sambil tersenyum. Jinki hanya mengangguk dan pergi masuk ke rumah.

“Aku pulang ya, Oppa,” pamit Hyunra ketika melihat Jinki sudah hilang dari pandangan.

Taemin hanya mengangguk dan bangkit dari duduknya. Lalu dia membantu Hyunra berdiri. “Lain kali kita pasti sempat melihat matahari terbenam,” ujar Taemin kembali tersenyum.

“Ne Oppa, kau harus berjanji bahwa kita akan melihat bersama-sama matahari terbenam suatu saat nanti,” ucap Hyunra dan mulai berjalan. Taemin mengikuti di belakangnya.

“Hyunra,” panggil Taemin dan menahan tangan hyunra. dia ingin menyelesaikan perkataannya yang terputus tadi.

“Apa lagi Oppa?” tanya hyunra sambil berbalik menghadap Taemin.

Taemin mendekatkan mulutnya ke telinga Hyunra dan berbisik, “Aku janji  aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu dan suatu saat nanti aku akan menikahimu dan kita akan bersama-sama selamanya.” Perkataan Taemin tadi membuat tubuh Hyunra beku seketika dan tidak dapat merespon kata-kata taemin.

“Aku pulang, Hyunra. Sampai bertemu besok. Kanda.” Taemin langsung pergi begitu menyelesaikan kalimatnya dan berlari ke rumahnya yang berada tepat di samping rumah Hyunra.

“Apa yang dikatakannya sampai bisa membuatmu membeku begitu?” komentar Jinki ketika melihat Hyunra tidak bergerak sedikitpun setelah Taemin membisikinya sesuatu. Ternyata tadi dia melihat kejadian itu.

“Eobso. Aku mau mandi.” Hyunra langung berlari masuk ke rumahnya dan mengurung diri di kamar. Jinki yang melihatnya hanya menggeleng-geleng heran. “Tadi katanya mau mandi, kok malah masuk kamar bukannya masuk kamar mandi?” ucapnya heran lalu mengangkat kedua bahunya sambil berlalu menuju ruang keluarga.

***

“Aku pulang,” ucap Taemin ketika baru melangkahkan kaki memasuki rumahnya. Rumah terasa begitu sepi. Kemana semua orang? pikir Taemin. Taemin pergi menyusuri rumahnya dan menemukan kedua orangtuanya sedang berkumpul di kamarnya, ada apa ini?

“Taemin, kau sudah pulang nak? Kemarilah,” kata eommanya sambil menyuruh Taemin duduk di sampingnya. Nada suaranya terdengar berat dan sedih.

“Ada apa, eomma?” tanya Taemin heran.

“Sebenarnya, kita besok akan pindah ke Jepang. Appamu mendadak di pindahkan ke sana karena pekerjaannya yang mengurus perusahaan besar itu,” jelas eomma Taemin dengan perasaan bersalah dan itu tentu saja membuat Taemin kaget dan tersentak.

Eomma barusan bilang apa? Kita akan pindah ke Jepang besok? Kenapa mendadak sekali? Jadi, aku harus meninggalkan Hyunra setelah aku membuat janji seperti tadi? Pikiran Taemin berkecamuk dan membuatnya semakin pusing dan bingung.

“Apa kita harus pindah? Aku tidak ingin pindah!” kata Taemin setengah frustasi.

“Ne, kita besok berangkat jam sepuluh. Semuanya sudah di urus, nak,” ujar appa Taemin juga dengan perasaan bersalah.

“Aku tidak mau pindah!” bentak Taemin lalu pergi berlari keluar rumahnya. Meninggalkan kedua orangtuanya yang sangat khawatir dengan keadaan Taemin. Mereka sangat tau kalau ia dengan Hyunra sangat dekat dan mereka juga tau bahwa Taemin sangat menyayangi Hyunra dan tidak ingin meninggalkannya. Tapi apa yang mereka berdua bisa lakukan? Mereka tidak bisa mengubah keputusan presdir yang mengharuskan appa Taemin pindah ke Jepang. Dan appa Taemin tidak ingin meninggalkan keluarganya, makanya ia membawa seluruh keluarganya pindah. Ia berjanji bahwa mereka tidak akan lama berada di Jepang dan akan kembali ke Korea secepatnya.

Taemin berlari ke arah lapangan basket yang juga merupakan taman tidak jauh dari rumahnya. Dia tidak bisa menerima semua ini. Dia baru saja berjanji bahwa dia tidak akan meninggalkan Hyunra, tapi kenapa sekarang dia harus pindah dan itu sama saja dengan meninggalkan Hyunra? Hidup ini benar-benar tidak adil.

Taemin tidak memperdulikan matahari yang sudah terbenam dan hari semakin larut. Dia benar-benar tidak peduli apapun untuk saat ini. Dia terus berjalan sambil menendang-nendang apapun yang menghalangi jalannya. Dia berpikir keras untuk menemukan cara agar dia tidak jadi pindah, namun nihil, pikirannya benar-benar kacau sekarang.

Dia duduk di salah satu bangku taman dan menunduk dalam-dalam. Dia akan pergi meninggalkan Hyunra? pertanyaan itu terus mengusik pikiran Taemin.

***

Hyunra bingung ketika dia sama sekali tidak melihat Taemin di sekolah ke esokkan harinya. Kemana dia? Apa dia sakit? Hyunra mencoba menebak-nebak kemana hilangnya Taemin. dari pagi dia terus mencari taemin namun dia tidak kunjung menemukannya.

Hyunra akhirnya menyerah dan mencoba mendatangi wali kelas Taemin.

“Cheogiyo, Seonsaengnim, apakah Anda melihat Taemin?” tanya Hyunra memberanikan diri.

“Oh, apa kau tidak tau? Mulai pagi ini Taemin tidak lagi bersekolah di sini,” kata Seonsaengnim dengan lembut. Tapi, tunggu apa maksudnya?

“Maksudnya apa, Saeng?” tanya Hyunra polos bercampur bingung.

“Taemin hari ini pindah ke Jepang, jadi dia tidak lagi bersekolah di sini,” jelas guru perempuan itu dengan lembut dan sabar. Hyunra kaget dan tanpa permisi dia langsung pergi berlari meninggalkan sekolah menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dari situ.

“Taemin-ah!” panggil Hyunra tanpa peduli bahwa ia lebih muda dari Taemin. Terlihat Taemin sedang duduk lemas di trotoar depan rumahnya. Taemin terkejut saat mendegar suara Hyunra dan dia menoleh, ternyata memang Hyunra. Yeoja kecil itu sedang berlari sekuat tenaga untuk mendekatinya. Taemin langsung berlari mendekati Hyunra.

“Kau bohong! Katamu kau tidak akan pernah meninggalkanku! Katamu kita akan bersama-selamanya. Kau bohong!” ucap hyunra sambil menangis deras.

“Uljima~ aku janji aku tidak akan lama. Aku hanya akan pergi sebentar saja,” hibur Taemin dengan suara sedih. Padahal ia sendiri tidak yakin bahwa dia akan pergi sebentar saja.

“Tidak! Kau bohong! Kau pasti akan lama. Kau nanti akan melupakanku.” Hyunra menangis tambah deras. Taemin bingung harus mendiamkan hyunra dengan cara apa. Akhirnya dia mengusap air mata Hyunra lalu memeluknya.

“Aniya, aku janji aku tidak akan melupakanmu asalkan kau tidak melupakanku,” kata Taemin saat memeluk Hyunra. Usaha Taemin berhasil, Hyunra perlahan menghentikan tangisnya namun dia masih sesenggukan.

“Yaksok?” tanya Hyunra di sela-sela tangisnya yang sudah mau berhenti.

“Ne, yaksok,” jawab Taemin sambil menatap mata Hyunra dengan penuh kelembutan. Dia tau dia tidak akan siap meninggalkan gadis kecil ini, namun dia harus menghadapi kenyataan pahit ini.

“Taemin-ah! Kajja!” panggil eomma Taemin yang sudah berada di dalam mobil.

“Aku harus pergi sekarang. Kau harus berjanji bahwa kau tidak akan melupakanku,” ujar taemin sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

“Aku janji” balas Hyunra sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Taemin.

“Kanda!” pamit Taemin dengan nada yang tidak seceria biasanya dan menghilang ke dalam mobil yang ditumpanginya. Tidak lama setelah mobil itu menghilang dari pandangan Hyunra, ia kembali menangis.

Advertisements

2 thoughts on “[FF] Promise (Prologue)

  1. grace January 14, 2014 / 3:23 pm

    Oh my god! Sedih banget, thor 😥

    Kyaaaa!!!! Taemin oppa ….!!!

    • raishaa January 14, 2014 / 3:33 pm

      hehehe masa sedih? genre nya bukan sad kok dan ini baru awal 😀
      makasih udah baca yaa^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s