[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 6 Happy Birthday Chanyeol

a park near you

Title     : a Park near you: Ep. 6  Happy Birthday Chanyeol

Author : Rai Sha

Cast     : OC and Park Chanyeol

Length : Episode

Genre  : Romance, Hurt/Comfort and other

Rating  : Parental Guide

 

Ep. 1 Rain Moment | Ep. 2 Memory | Ep. 3 Valentine Chocolate | Ep. 4 the Girl From the Past | Ep. 5 The Reasons I Love You

 

Pagi ini, dengan segenap kekuatan hatiku, aku pergi lebih awal dari biasanya dan meninggalkan Chanyeol. Aku sudah memutuskan untuk mulai menghilangkan perasaanku kepadanya, dan itu semua dimulai dari tidak pergi dan pulang ke sekolah bersama lagi. yaah, memang sih aku pernah bilang untuk membiarkan perasaan ini, tapi aku sudah benar-benar lelah dan sebaiknya aku menghilangkan perasaan bodoh yang membuatku menjadi orang gila. Dan selama ini aku sudah menjadi orang gila yang bodoh. Betapa memalukan.

And yeah, aku masih tidak bisa bertatap muka dengannya untuk saat ini. Mungkin karena hari ini adalah harinya. Dia berulang tahun hari ini, dan aku bahkan tidak sanggup untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Aku tahu hari ini pasti banyak sekali yang akan mengucapkan selamat kepadanya. Atau mungkin kado banyak terselip di meja dan lokernya. Yang jelas, kurasa hari ini akan menjadi hari yang berat. Dan aku memang sebaiknya menjauh dari Chanyeol, daripada aku di serang oleh fans ganas Chanyeol.

Aku dengan cepat menoleh saat merasakan tepukan pada bahuku dan langsung di sambut oleh senyum lebar Chanyeol. Oh tidak, hentikan senyuman itu sekarang juga, Chanyeol. Aku bisa-bisa membatalkan niatku untuk berhenti menyukaimu. Senyuman itu membuatku gila. Secepat aku menoleh saat merasakan tepukan pada bahuku, secepat itulah aku langsung mengalihkan pandangan dan berjalan secepat mungkin menjauh dari Chanyeol.

“Hey, kau kenapa? Sepertinya dari kemarin kau terkesan menjauhiku. Kau marah padaku, ya?” katanya sambil menjajarkan langkahku yang cepat. Aku tak menghiraukannya dan terus berjalan tanpa menoleh padanya. Aku tahu sekarang dia sedang menatapku dengan pandangan heran, dan tatapan itulah yang membuatku terus mengacuhkannya.

“Chanyeol-ah!” panggilan seorang teman Chanyeol otomatis membuat langkahku dan Chanyeol terhenti. Aku berbalik dan menyadari bahwa teman Chanyeol itu sedang tersenyum lebar sambil menyalaminya dengan gaya santai. Aku juga sempat mendengar samar-samar kata-kata seperti ‘kau harus mentraktir kami’ dan ‘banyak sekali kado dan surat bertebaran di lokermu’. Mendengar itu semua aku jadi yakin bahwa mereka berbicara tentang ulang tahun Chanyeol hari ini. Tuhan, aku bahkan tidak sanggup untuk sekedar mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padanya. Teman masa kecil apa aku ini.

Aku segera melangkahkan kakiku pergi dari sana. Entah kenapa, memikirkkan banyak sekali kado bertebaran di lokernya membuat perasaanku sesak dan kesal sendiri. Aku tahu, bodoh bukan? Sendirinya tidak bisa memberi kado atau mengucapkan selamat ulang tahun pada Chanyeol, tapi merasa kesal ketika cewek-cewek itu melakukan hal itu padanya. Oke, aku sadar aku mulai cemburu. Selalu, setiap tahun ulang tahun Chanyeol merupakan hari terburukku—yaah, hari valentine juga termasuk.

Tepat setelah bel berbunyi, aku baru kembali memasuki kelas dan langsung disambut dengan keributan kecil dibangkuku. Sebenarnya, yang menjadi perhatian di situ adalah Chanyeol. Kupikir, pasti mereka mengerubungi Chanyeol seperti itu karena meributkan tentang hari ulang tahun Chanyeol. Mungkin sebagian dari mereka ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya, atau minta ditraktir, semacam itulah.

Dengan cuek, aku langsung duduk di bangkuku yang berarti di samping Chanyeol. Chanyeol langsung beralih dari teman-temannya ke diriku. Senyum masih tersisa sehabis dia melakukan obrolan pada mereka.

“Eh, itu kau yang memberi kue ulang tahun misterius padanya ya?” ucapan salah seorang teman Chanyeol langsung membuatku menatap heran padanya. Teman Chanyeol itu nyengir kecil sambil menatap sebuah kotak—yang baru kusadari—yang berada dihadapan Chanyeol. Kemudian, dia berlalu bersama orang-orang yang mengerubungi Chanyeol saat mendapat tatapan dari Chanyeol.

Aku mengerutkan keningku saat melihat kotak itu. Kue ulang tahun misterius?

Pandanganku kualihkan lagi dan kembali memandang Chanyeol dengan heran. Dan saat itu aku baru menyadari bahwa sedari tadi Chanyeol terus menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. Aku sempat menangkap sorot mata yang seperti berharap bahwa kue misterius itu dariku dan aku sangat yakin bahwa itu hanya ilusiku. Mana mungkin sih Chanyeol memandangku dengan cara seperti itu.

“Dari mana kau dapat kue itu?” tanyaku dengan tenang sambil berusaha menutupi kecemburuan yang mulai melandaku. Dan yaah, aku juga sebisa mungkin menenangkan jantungku yang mulai berulah lagi gara-gara tatapan Chanyeol. Perutku bahkan terasa seperti terkocok dan ingin mengeluarkan isinya. Tuhan, sungguh perasaan ini begitu menyiksa.

Chanyeol masih memandangku lama dan tidak langsung menjawabku. Senyum yang tadi terpasang di wajahnya sekarang sudah benar-benar menghilang, menampakkan wajah serius Chanyeol—yang hampir tidak pernah kulihat.

“Sudah ada di mejaku saat aku datang,” jawabnya dengan nada—yang membuatku sedikit kaget—datar. Sorot matanya itu masih menatap lurus ke arahku, membuatku mau tidak mau terus mengalihkan pandangan darinya. Oke, dia benar-benar sukses membuatku salah tingkah seperti orang bodoh.

“Ah, oh…” aku menutup mulutku, lidahku kelu saking gugupnya ditatapi Chanyeol seperti itu. “Kau… tahu siapa yang menaruhnya?” lanjutku dengan susah payah menahan getaran dalam suaraku.

“Tidak.”

Kenapa Chanyeol bersikap seperti ini? ini bukan dirinya yang biasa. Tidak pernah aku melihat dia seserius, sediam, dan se-cool ini. padahal tadi pagi dia masih seperti biasa, masih baik-baik saja. Lama-lama aku benar-benar menjadi gila kalau dia terus bersikap seperti ini selama sisa hidupnya. Dia yang seperti ini—kuakui—benar-benar keren, walau aku terus menjadi salah tingkah seperti ini.

“Pengagum rahasia, huh?”

Well, yeah, ucapanku tadi tidak salah kurasa. Memang, menjadi pengagum rahasia dan mengirimkan hadiah-hadiah misterius itu sudah tidak banyak orang yang melakukannya, namun faktanya pasti ada saja orang-orang seperti itu. Chanyeol bahkan tidak sekali dua kali mendapat hadiah tanpa nama pengirim seperti ini, dia sudah beberapa kali mendapatkannya. Sejujurnya, aku juga hampir saja menjadi pengagum rahasianya dan mengirimkan hadiah tanpa nama, tapi aku mengurungkan niatku saat menyadari hal itu begitu mencolok. Kalau aku ketahuan, matilah aku.

“Yaah, semacam itu,” ujarnya. Dia melepaskan pandangannya dariku dan beralih pada pintu kelas dengan pandangan kosong.

Aku hanya menatapnya dengan perasaan campur aduk. Hatiku mengatakan bahwa aku harus memberinya hadiah kecil dan ucapan selamat ulang tahun, tapi entah kenapa setiap aku membuka mulutku untuk mengucapkannya mulutku langsung tertutup begitu saja.

“Uh… Chanyeol…” panggilku dengan suara sekecil mungkin, ada harapan bahwa dia tidak mendengarku barusan. Aku hanya merasa bingung untuk mengucapkan apa setelah memanggilnya. Memanggilnya seperti tadi itu bukanlah keinginanku. Aku melakukannya tanpa sadar.

Chanyeol kembali menatapku dengan mata besarnya itu. Sepertinya aku berilusi lagi karena aku melihat sorot mata mengharapkan darinya.

“Kenapa?”

Aku membuka mulutku, hendak mengatakan tidak jadi. Tapi, di luar kendaliku, aku malah mendengar mulutku mengatakan, “mau bermain bersamaku di Lotte World besok?”

Chanyeol melebarkan kedua bola matanya. Sepertinya dia terkejut dengan ucapanku barusan. “Ya, tentu saja.” Terdengar antusias sebenarnya, tapi pasti aku salah dengar lagi. Saking tergila-gilanya aku pada Chanyeol, aku bahkan sampai mendengar nada antusias dalam suaranya.

Oh Tuhan, aku pasti sudah gila berani sekali menyatakan ajakan kencan padanya. Dan yang membuatku lebih gila lagi, Chanyeol menerima ajakanku dan kami akan benar-benar berkencan!

Advertisements

9 thoughts on “[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 6 Happy Birthday Chanyeol

  1. Milky Twilight February 13, 2014 / 4:45 pm

    eaa.. itu chanyeol kenapa? haha… gara-gara ‘nona judes’ gak ngucapin selamat ulang tahun atau gak ngajak ngomong? hahaa…
    keren beneran, aduhh

    • raishaa February 13, 2014 / 5:11 pm

      Hahaha chanyeol galau dia entah karena apa. Makasih udah baca yaa ^^

  2. jiyeon February 23, 2014 / 7:10 pm

    Menarik,,keren
    Part 7 mana?

    • raishaa February 23, 2014 / 7:51 pm

      Makasih yaa. Ep 7 masih dlm proses pembuatan ^^

  3. yehet_eyeliner April 18, 2014 / 11:40 am

    author mana nih part 7nya….
    udh lumutan nih pgn baca hihi
    ff.a seru bgt, aku suka 😀
    penasaran sama part selanjutnya

    • raishaa April 18, 2014 / 12:16 pm

      Hehehe maaf maaf, saya kebanyakan utang ff jd sempat lupa sama ff yg ini. Ini bakal dilanjutin kok, tapi ntar yaa. Semoga masih betah menunggu ^-^ makasih udah mampir dan baca yaa

  4. dhiahusniah June 15, 2014 / 9:09 pm

    huuuuuu… masih pengen baca lagi…
    capter 7 nya mana??
    masih sabar nunggu.. 🙂

    • raishaa June 15, 2014 / 9:27 pm

      Chapter 7 nya mandek di kepala hehehe
      Makasih udah baca dan komen 😀 mudahan saya bisa melanjutkan chapter selanjutnya ^-^

  5. Joe February 21, 2016 / 8:53 pm

    tuh kan~!! pada gk peka semua!! ilfeel deh rasanya. hadeuh…
    biar q tebak, yg ngasih kue itu cewek kacamata kan?? dugaan sementara, iy!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s