[FF] EXO Planet Era (Chapter 6)

exo planet era

Title                 : EXO Planet Era [Chapter 6]

Author             : Rai Sha a.k.a. Rini Amini Raisa

Main Cast        : All Member Exo

Support Cast    : Other Cast

Genre              : Fantasy, Brothership, AU

Rating              : Parental Guide

Length             : Chaptered

Disclaimer       : member Exo milik Tuhan, orangtua, dan SME. Kecuali Luhan punya saya XD #plakk seluruh alur dan cerita punya saya!

WARNING        : ini ff GAJE tingkat stadium akhir. Jadi, hati-hati setelah membaca ini perut anda akan merasa mual dan pusing. NO PLAGIAT HERE!

A/N                  : chapter ini kayaknya terinspirasi dari film Snow White and The Huntsman, soalnya ada bagian yang mirip sih hehehe. Kalau kalian pernah nonton film itu, pasti tahu deh yang mana yang jadi inspirasi saya. Intinya, saya bukan plagiat ya, hanya terinspirasi. Dan ya ampun, nulis ff beginian bukan keahlian saya, jadi maafkan kalau tidak jelas 😥

 

Dio menatap seorang lelaki dihadapannya dengan perasaan campur aduk. Muncul rasa hormat dalam dirinya ketika mengingat kedudukan lelaki tersebut. Dirinya memang seorang pangeran Kerajaan Camelot, pewaris takhta tunggal. Tapi, ternyata lelaki yang awalnya dia kira hanya rakyat biasa tersebut memiliki kedudukan tinggi di seluruh penjuru EXO Planet. Salah satu dari 12 Legends. Kim Jongdae alias Chen alias teman baiknya sendiri adalah seorang Legend Lightning.

Pasca penyerangan dari sekelompok pengawal bermata merah tersebut, istana dalam keadaan hancur dan sekarang dalam masa pemulihan. Saat Dio keluar dari kamarnya untuk mencari bantuan kala itu, sudah banyak pengawal yang bergelimpangan akibat penyerangan sekelompok pengawal bermata merah tersebut. Untung saja, kekuatan Chen muncul disaat yang tepat sehingga dia bisa menyelamatkan Kerajaan Camelot, walau sedikit terlambat. Raja bahkan terluka cukup parah namun, Ratu masih dalam keadaan yang baik. Dengan keadaan seperti ini, Dio harus bersiap untuk menggantikan ayahnya, walau umurnya masih 21 tahun.

“Dio, jangan menatapku seperti itu. Aku masih orang yang sama, kau tahu,” tegur Chen saat dia mulai gerah dengan perlakuan temannya yang satu itu. “Lebih baik kau bersiap untuk menggantikan Raja daripada memelototiku seperti itu.”

“Jangan konyol. Aku masih belum siap untuk menggantikan ayahku,” balas Dio sambil melepaskan pandangannya dari Chen.

“Kau harus menyiapkan kemungkinan terburuk, Dio. Dengan melihat kejadian tempo hari, aku yakin mereka adalah para iblis merah. Mereka mulai bersiap menyerang EXO Planet. Kau harus bisa membuat pertahanan untuk melindungi Camelot. Mungkin mereka menyerang ke sini karena mereka tahu ada salah satu Legends di sini dan mereka mau membunuhku.”

Dio menghela nafas dengan berat. “Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau bahkan tidak tahu Legend yang lainnya ada dimana.”

“Aku akan menunggu di sini. Aku merasa ada sesuatu yang berhubungan denganku di sini. Lagipula, aku yakin para pencari Legend itu akan menjemputku kemari. Atau ada juga kemungkinan aku yang mencari mereka setelah menemukan sesuatu yang berhubungan denganku itu,” ucap Chen sambil menyenderkan badannya pada sandaran kursi.

Dio kembali terdiam, menyerap informasi kurang masuk akal itu. Sebenarnya akhir-akhir ini semuanya terasa tidak masuk akal. Mereka bagaikan hidup di dunia fantasi.

“Bagaimana rasanya menjadi Legend Lightning, Chen? Kupikir para Legends itu hanya mitos, ternyata benar-benar ada. Aku bahkan hampir tidak percaya bahwa kau adalah salah satu diantara mereka.”

“Aku merasa hebat. Banyak sekali orang yang meremehkanku diluar sana. Jika mereka tahu kalau aku adalah Legend Lightning, entah bagaimana reaksi mereka. Aku baru kali ini merasa dihormati, layaknya kau.” Chen berkata sambil menengadah ke langit malam yang berbintang. Cuaca sedang cerah.

“Terkadang berada diposisi ini sulit juga karena aku yakin banyak sekali yang sebenarnya membenciku. Mereka merasa… aku tidak pantas untuk memimpin mereka nanti.”

Chen hanya mengangguk, merasa mengerti bagaimana posisi Dio sekarang ini. Dia tidak punya kata-kata lagi untuk diungkapkan. Memikirkan dia adalah Legend Ligthning saja sudah merupakan beban baginya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya memegang takdir penting itu, takdir untuk menyelamatkan EXO Planet. Kalau dia gagal, seluruh manusia yang ada di EXO Planet akan mati. Dan untuk kedua kalinya, manusia dikalahkan Iblis Merah.

“Pangeran! Maaf kalau saya lancang mengganggu percakapan kalian berdua tetapi, ada yang harus saya sampaikan.” Perkataan salah seorang pengawal tadi langsung membawa Chen dan Dio kembali ke dunia nyata.

Dio mengangkat wajahnya dan menatap wajah pengawal itu dengan serius. “Apa?”

“Raja telah meninggal. Sepertinya beliau dibunuh dengan racun.”

 

***

 

Dio menatap jasad ayahnya yang sudah ditutupi kain putih. Giginya bergemeretak dan tangannya terkepal kuat. Emosinya tiba-tiba naik sampai ke ubun-ubun. Dia tahu siapa yang telah meracuni ayahnya.

“Sialan! Aku tau wanita iblis itu akan melakukan ini!” desisnya. Dia bahkan terlalu marah untuk menangisi kepergian ayahnya.

“Dio!” Dio membalikkan badannya saat mendengar suara Chen memanggilnya. Wajahnya terlihat khawatir saat melihat keadaan Dio yang semakin hancur. Chen bahkan tidak pernah melihat Dio semarah ini.

“Chen, segera pergi dari kerajaan ini. Di sini sudah tidak aman bagimu,” ucap Dio dengan suara yang sarat akan kecemasan.

Chen mengerutkan keningnya heran sambil mendekati Dio. “Kenapa? Apa yang akan terjadi?”

“Dengar penjelasanku. Sejujurnya, sang Ratu bukanlah ibu kandungku. Ibu kandungku sudah meninggal saat melahirkanku dan ayahku menikah lagi dengan Bathory. Sejak dulu, aku sudah yakin Bathory bukan wanita yang baik dan suatu saat akan mengambil alih kerajaan ini. Aku rasa, Bathory juga merupakan salah satu kaki tangan Raja Iblis Merah. Sebentar lagi, Kerajaan Camelot akan hancur dan kau harus segera pergi dari sini, karena aku yakin dia akan memburumu sebentar lagi,” jelas Dio sambil mencengkram bahu Chen dengan erat. Mata bulatnya itu menatap Chen dengan serius.

Chen hanya ternganga mendengar penjelasan Dio barusan dan mencoba mencerna perkataan Dio secepat mungkin. Terlalu banyak informasi yang baru saja di dengarnya dan dia harus mengingatnya.

“Apa? Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu begitu saja!” tolak Chen sambil melepas cengkraman Dio dengan kasar. Dia sudah cukup tinggal seorang diri selama ini dan dia tidak mau melepas teman berharganya begitu saja.

Tap tap tap…

Terdengar suara langkah kaki berketuk di lantai marmer dari arah luar kamar. Bathory, Ratu Kerajaan Camelot yang ternyata seorang penjahat itu muncul di ambang pintu. Lengkap dengan gaun panjang warna putih pucat, tongkat panjang berwarna perak dan sebuah mahkota kerajaan terhias di rambut pirangnya. Ia tersenyum sinis kala melihat Chen sang Legend Lightning di hadapannya, ia akan menghancurkan Legend Lightning itu agar dapat menguasai seluruh wilayah Kerajaan Camelot. Dan yang lebih penting, para Legends tidak akan bisa mengalahkan Raja Iblis Merah—tuan Bathory—jika ada salah satu Legend yang tewas.

Bathory bertepuk tangan kecil sambil mendekati Chen dan Dio. “Wah wah wah, sepertinya ada orang yang ingin meninggalkan Camelot, ya?” Dio dengan refleks menarik Chen ke belakangnya saat melihat Bathory berjalan mendekati mereka.  Wajah anggun dan wibawanya menghilang saat itu juga. Tidak ada lagi Ratu Bathory yang baik hati, sekarang hanya ada Bathory yang kejam. “Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan Camelot tanpa izinku, pemimpin Kerajaan Camelot saat ini.”

“Chen, pergi sekarang juga! Bathory adalah seorang penyihir. Aku baru memergokinya melakukan praktek sihir kemarin,” bisik Dio lagi sambil tetap menatap tajam Bathory yang sekarang sedang mondar-mandir di hadapan mereka. “Pengganti Raja adalah aku, pewaris takhta kerajaan satu-satunya! Kau tidak bisa memerintah seenaknya!” Dio berteriak lantang pada Bathory.

“Apa!? Bukankah praktek sihir dilarang di EXO Planet?” tanya Chen juga sambil berbisik. Dia mulai memasang kuda-kudanya, berjaga-jaga dari serangan Bathory.

“Aku sudah bilang kalau dia adalah kaki tangan Iblis Merah. Mana mungkin dia peduli pada hal semacam itu,” ucap Dio. Matanya tak lepas dari Bathory yang terus menyeringai saat mendengar percakapan kedua orang itu.

Bathory menghentikan langkahnya. Ia berbalik, menatap kedua pemuda itu dengan pandangan meremehkan. Ia menjulurkan tongkat itu ke depan, seolah mengatakan bahwa ia akan menghabisi Chen dan Dio saat itu juga. “Kau tidak bisa menjadi Raja karena aku akan membunuhmu!” Bathory berkata lantang dan mulai menyerang Dio dan Chen dengan tongkat sihir yang ada di genggamannya.

Ctaaar…

Keluar kilatan cahaya silau seperti petir dari ujung tongkat Bathory. Chen dan Dio segera berguling ke samping saat menyadari situasinya. Serangan Bathory memang meleset, tapi serangan itu mengenai lemari kayu yang ada di belakang mereka. Kalau saja mereka tidak cepat menghindar dari serangan Bathory, mungkin mereka akan bernasib sama dengan lemari kayu itu, hancur menjadi abu.

“Astaga, wanita itu benar-benar penyihir!” gumam Chen sambil menepuk-nepuk kedua tangannya, membesihkan debu. Dia mulai berjongkok, mencoba mengalirkan listrik lewat lantai pada Bathory.

Bathory kembali tersenyum saat melihat hal yang dilakukan Chen. “Kau tidak akan bisa membunuhku begitu saja, Legend Lightning. Kau bukanlah tandinganku,” kata Bathory dengan nada rendah yang membuat merinding. Dalam sekejap, tubuhnya sudah berada di udara. Dia terbang!

“Dia bahkan bisa terbang! Dio, kita benar-benar harus pergi dari sini! Ayo!” pekik Chen sambil menarik tangan Dio. Mereka sempat mengalami beberapa serangan dari Bathory dan pengawalnya sebelum akhirnya bisa benar-benar keluar dari istana, dan mengambil seekor kuda hitam sebagai kendaraan mereka.

“Kau harus ikut aku! Kita pergi sekarang, ke Padang Asphodel!”

 

***

 

“Chanyeol? Kurasa Legend Lightning berada dalam bahaya sekarang.” Luhan membuka suara saat melihat tas Chanyeol yang berisi Kristal batu EXO Power mengeluarkan cahaya.

Chanyeol memutar badannya dan memandang Luhan dengan pandangan heran. Wajah Luhan terlihat sangat pucat. “Hah? Kau bilang apa?”

Luhan meneguk liurnya secara paksa. Dia sedang panic sekarang. “Legend Lightning dalam bahaya sekarang. Cahaya Kristal batu Legend Lightning benar-benar terang. Jika cahaya itu semakin terang, semakin bahaya pula keadaannya,” ucap Luhan dengan suara tercekat. Seluruh tubuhnya mulai bergetar dan tanpa sadar kakinya sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya.

“Luhan, tenanglah. Aku yakin dia pasti akan baik-baik saja. Tapi, bagaimana kita mengetahui bahwa dia selamat?”

“Jika Kristal batu itu pecah begitu saja, artinya Legend tersebut sudah tidak ada lagi.” Suara Luhan semakin terdengar bergetar.

“Tenanglah. Kau bisa memberi pertolongan padanya? Cobalah kau kirim telepati padanya dan suruh dia kemari untuk menemui kita. Aku yakin kau bisa melakukannya. Kau baru saja melakukannya kan? Terhadap Legend Water,” kata Chanyeol sambil mengambil tempat disamping Luhan. Dia mulai menepuk bahu Luhan dengan pelan, menenangkan pemuda tersebut.

Luhan mengangguk setelah mengambil nafas dengan tenang. Ya, dia pasti bisa melakukannya. Pasti dia bisa terhubung dengan Legend Lightning.

“Pergilah ke Padang Asphodel. Aku, Legend Telepathy, sedang menunggumu di sini. Kau pasti bisa menemukanku.”

Luhan mencoba mengirimkan telepati pada Legend Lightning dengan segenap tenaganya. Dia tidak bisa memastikan Legend Lightning mendengarnya atau tidak, tenaganya benar-benar terkuras karena hal-hal yang dilewatinya tadi.

“Aku sudah mencoba sebisaku namun, aku tidak bisa memastikan dia bisa mendengarku. Aku sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk mengirimkan telepati padanya.”

Chanyeol tersenyum dan mengangguk. “Tidak apa-apa, Luhan. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Seorang Legend tidak akan selemah itu bukan? Seorang Legend tidak hanya kuat, Luhan, tapi juga pintar dan cerdik, sepertimu. Semuanya akan baik-baik saja. Percaya padaku.” Chanyeol menenangkan lelaki bertubuh lebih pendek darinya itu sambil menatap aliran sungai Styx di hadapan mereka. Chanyeol tidak mengerti kenapa Luhan bisa menjadi sepanik ini. Yang coba dia lakukan sekarang hanyalah menenangkan Luhan.

Keheningan kembali berkuasa. Luhan mencoba memulihkan kembali tenaganya sambil bersandar pada batu besar di belakangnya, sedangkan Chanyeol mulai memperhatikan gulungan peta Padang Asphodel.

Luhan mengerutkan keningnya saat menyadari sesuatu pada peta yang dipegang Chanyeol. Sebuah cahaya samar yang tidak disadari Chanyeol. “Darimana kau mendapatkan peta ini?” tanya Luhan sambil mengambil peta di tangan Chanyeol. Dia lalu membuka gulungan peta itu.

“Aku menemukannya dari berkas-berkas lama milik kakekku. Ada apa?”

“Ini peta Padang Asphodel yang menunjukkan letak kristal batu EXO Power, Chanyeol. Dengan ini, kita bisa lebih cepat menemukan Kristal-kristal itu.”

Mata Chanyeol seakan ingin kembali melompat keluar. Kalau saja dia tahu jika peta yang dibawanya itu merupakan peta ajaib, dia tidak harus bersusah payah seperti tadi.

“Tapi, tentu saja, peta ini akan menunjukkan letak Kristal-kristal itu ketika Legend itu dalam bahaya. Apa kau tidak menyadari kalau sedari tadi peta ini menunjukkan tempat Kristal batu salah satu Legend?” kata Luhan. Chanyeol langsung mendekat pada Luhan dan ikut memperhatikan peta itu.

“Jadi, apa kita harus kembali ke sana? Mengambil Kristal batu itu?”

Luhan menghembuskan nafasnya kemudian mengangguk. “Tentu saja. Legend itu sedang dalam bahaya dan kita harus segera mengambil Kristal batu itu agar power Legend itu muncul.”

“Apa kau yakin ingin mengambilnya kembali di pintu masuk gua ini, tempat Medusa menunggu kita?”

 

***

 

“Chen! Turunkan aku! Aku tidak bisa meninggalkan Camelot begitu saja. Biar bagaimanapun aku adalah putra mahkota yang bertanggung jawab untuk rakyatku!” seru Dio dari balik bahu Chen yang sedang mengendarai kuda untuk meninggalkan Camelot dan menuju Padang Asphodel.

“Kau bodoh? Aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja! Kau mau mati, hah?” Chen balas berteriak tanpa memperdulikan Dio yang terus memintanya untuk berhenti dan malah terus melajukan kuda mereka.

“Dio, aku tidak tahu kenapa tapi, aku merasa benar-benar terhubung denganmu. Terkadang aku dapat benar-benar merasakan perasaanmu tanpa kau jelaskan. Aku tidak bisa meninggalkanmu dan membiarkanmu mati, Dio,” lanjut Chen dengan suara lirih.

“Tapi, Chen…”

“Kita harus pergi ke Padang Asphodel, Dio. Aku mendapat telepati dari Legend Telepathy yang menyuruh kita untuk ke sana,” ucap Chen sambil melirik Dio dari balik bahunya.

Dio terperangah beberapa saat dan kemudian tersenyum. Dia mengangguk. “Baiklah, ayo kita temui Legend Telepathy itu. Setelah itu, kita harus menyelamatkan Camelot dari Bathory.”

 

To Be Continued…

Advertisements

12 thoughts on “[FF] EXO Planet Era (Chapter 6)

    • raishaa January 19, 2014 / 1:56 pm

      siaapp ^^ makasih udah baca dan komen yaaa

  1. Indahunnie January 19, 2014 / 3:26 pm

    Omo… Makin seru aja nih ff
    truz itu nasib nya baekhyun gimana tuh???
    Next thor jgn lama2 ya 🙂

    • raishaa January 19, 2014 / 3:42 pm

      baekhyun tewas kali, saya gak tau juga dia gimana nasibnya/? xD
      heheh makasih yaps, oke. sipp, kalau sudah jadi bakalan segera di posting ^^

  2. Liuna January 20, 2014 / 3:31 pm

    Wooow … Part ini kesannya serius banget. Keren! Jadi makin penasaran.
    Tapi secara pribadi dengan sepenuh hati aku ucapkan terima kasih banyak karena udah bikin pangeranku tercinta naik kuda >_< Duh, dia pasti ganteng banget. (Lebay) Eh, mereka bakal ngelawan Medusa lagi ga, ya? Kalau iya, aku berharap Medusanya dibikin makin serem. Trus bagian bertarungnya juga agak dilamain biar keren ^^.

    Sama kayak Raisha-ssi, aku juga suka ngarang. Dan paling demen baca cerita berbau fantasi atau petualangan. Kalau mau baca ceritaku atau tukar pikiran boleh banget lah ^^. Kebetulan aku lagi proses buat satu cerita yang 'lumayan' panjang. Kalau lancar, rencananya mau nitip ni cerita ke blog Raisha-ssi. Boleh, kan? Awas kalau ga!! #Plakk
    Hehehe …

    Semoga Chapter selanjutnya makin keren! ^^

    • raishaa January 20, 2014 / 6:33 pm

      hehehe itu asli, nggak sengaja banget bikin Chen ngendarain kuda. habis masa troll yang satu ini kesannya jadi keren #plakk
      soal bagian bertarung sama medusa? kok kayaknya aku takut ya/?. nggak biasa buat adegan bertarung kyk bag bug duar(?) heheh tapi ntar aku usahain lah kalau emang ada bagian bertarung :3

      sebenernya aku suka ngarang juga ini tanpa sadar sih. dulu, pas SMP setiap habis baca novel gitu rasanya pingin juga buat, tapi dari dulu nggak pernah nyelesain cerita yang panjang. keburu capek duluan soalnya wkwkwk. mau nitip cerita di sini boleh banget kok. ntar kirim file-nya lewat email aja ^^

      sipp, terima kasih atas masukannya. dan terimakasih udah baca dan komen 😀

      • Liuna January 20, 2014 / 11:38 pm

        Hehe .. iya, sih. Tapi tetep aja si Chen keren. Yah, karakter Chen emang agak ‘unik’ bin ‘ajaib’ (apa deh). Di fanfiction-ku malah belum pernah sekalipun Chen nongol jadi tokoh utama -_- (Fans macam apa, kau!). Kan emang susah mainin karakter dia. Kebanyakan FF-ku tokoh utamanya kalau ga Kris ya Luhan.
        Karanganku udah lumayan banyak. Tapi dari sekian banyak itu yang udah tamat paling cuma 2 atau 3 T^T. Malahan baru ada yang dapet satu lembar Ms. Word. Masalah utamanya kalau ga bosen ya ga dapet ide.

        Wah, sama dong! Aku juga mulai iseng buat cerita waktu di SMP. Tapi setelah baca lagi tulisanku itu, aku cuma bisa geleng-geleng kepala. -_- EDY kacau, Typos bertebaran di mana-mana, alurnya pun ga jelas. Tapi itu artinya sekarang kemampuan menulis kita makin berkembang. ^_^

        Wah, sayang bangeett!!! Kan kalo Medusa dibikin serem pasti seru. Hehe.. setiap penulis punya bidang keahlian masing-masing, kok. Tapi kalau aku sih sukanya yang melibatkan baku hantam (?). Kalau masalah nitip cerita mungkin ga dalam waktu dekat, karena aku baru mulai. Ntar aja lah kalau yang itu.

        Cukup sekian komen dariku (kalau dilanjutin ntar ga kelar-kelar nyampe lebaran). Hayo… Baekkie kapan nih munculnya? Moga ga lama lagi ^^. Annyeong, Raisha! (Ribet juga kalo harus nambahin ‘-ssi’. Panggil Raisha aja ga apa ya? Hehe).

      • raishaa January 21, 2014 / 12:29 am

        kalau aku sendiri malah paling suka buat cast-nya chanyeol. padahal bias ku Luhan, tapi sebenarnya tipe idealku itu Chanyeol jadi kalau mau buat cerita romance tentang dia gampang banget bayanginnya kkkkk
        hehehe aku baru dikit, sering tiba-tiba males sih. masalahnya aku ini sebenernya ide masih banyak banget tapi entah kenapa kalau udah depan laptop rasanya jadi gak bisa mengeluarkan kata-kata/?

        bener banget tuh! pas SMP tulisannya ancur banget. udah gaje, alur kecepatan lagi ckckck. yap, bener banget, kayaknya sekarang kemampuanku berkembang pesat banget selama setahun terakhir. soalnya aku baru berkecimpung di dunia fanfict baru setahun aja sih :3

        yang jelas pokoknya masalah soal Medusa itu menurut persepsi masing-masing aja gimana. kalau aku lagi mut(?) nulis pasti bakal bagus tulisanku wkwkwk (pede banget -_-) semoga aja kata-kata ku mengalir deras. masalahnya di sekolah lagi banyak banget tugas. rasanya seperti uban udah mau tumbuh aja di kepala saking stres-nya.

        Baekkie udah keburu tewas kali, aku sendiri nggak tahu gimana nasibnya (pengarang aneh –)
        oke, sekian juga komenku. sampai jumpa lain waktu Liuna 😀 (sipp, aku sih nggak mempermasalahkan soal pake atau nggak soalnya aku orangnya nyatai xD)

  3. indrikyu88 April 17, 2014 / 1:22 pm

    AKU SEMAKIN SUKA AMA CERITANYAAAA >_<

    • raishaa April 17, 2014 / 1:24 pm

      Hehehe makasih yaa udah baca dan berkunjung ^-^

  4. niza November 9, 2014 / 9:32 am

    omo…omo… Mkin sruh aja…. Gk sbar lihat mreka bersatu…… Jgn lma” ne’ !!??

  5. Joe February 18, 2016 / 8:14 pm

    apa kalimat yg pernah suho denger itu hasil dari telepaty nya luhan??
    ternyata eh ternyata, ratu camelot malah jadi kaki tangannya iblis merah. sungguh tak terduga.
    tuh kan bener, chan mah gk pekaan banget jadi orang.
    btw, kabarnya baek gimana tuh??
    94 line pada kemana semua ya????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s