[FF] EXO Planet Era (Chapter 7)

exo planet era

Title                 : EXO Planet Era [Chapter 7]

Author             : Rai Sha a.k.a. Rini Amini Raisa

Main Cast        : All Member Exo

Support Cast    : Other Cast

Genre              : Fantasy, Brothership, AU

Rating              : Parental Guide

Length             : Chaptered

Disclaimer       : member Exo milik Tuhan, orangtua, dan SME. Kecuali Luhan punya saya XD #plakk seluruh alur dan cerita punya saya!

WARNING        : ini ff GAJE tingkat stadium akhir. Jadi, hati-hati setelah membaca ini perut anda akan merasa mual dan pusing. NO PLAGIAT HERE!

Note                : Likantrof means werewolf alias manusia serigala. Manusia serigala di sini mempunyai kemampuan lain dari manusia serigala yang lainnya ya. Saya membuatnya agak sedikit berbeda 😀

Baekhyun menatap tidak percaya dengan abu mayat yang ada di hadapannya. Tiba-tiba saja, saat dirinya tadi hendak ditebas dengan pedang milik salah satu iblis merah itu, tangannya mengeluarkan cahaya yang langsung membuat orang dihapannya ini hangus terbakar hingga menjadi abu.

Dia pikir dia akan mati tadi, tapi ternyata Tuhan masih menyayanginya dan melindunginya. Tuhan bahkan memberikan kekuatan EXO Power pada dirinya yang sama sekali tidak mempunyai skill berkelahi. Selama ini, dia pikir satu-satunya kelebihan yang dia punya hanyalah kepintaran dan ingatannya yang cukup kuat. Dan yaah, kemampuan melihat dalam gelapnya itu juga merupakan kelebihan.

Dan sekarang, Baekhyun mulai mengerti dengan keanehan-keanehan yang ada di dalam dirinya. Mulai dari dia memiliki pengetahuan yang banyak walau dia sama sekali tidak memperhatikan pelajaran, hingga kelebihannya melihat dalam gelap. Itu semua ternyata merujuk pada ciri-ciri Legend Light

Dan terkadang, dia bisa merasakan sakit yang tiba-tiba pada salah satu tempat ditubuhnya. Seperti saat tiba-tiba saja lengan kiri bagian atasnya terasa sakit, rasanya perih dan seperti mengeluarkan darah. Tapi, setelah dia memeriksanya, sama sekali tidak ada darah yang keluar namun, sakit itu masih terasa. Itu semua pasti karena Legend lain yang berhubungan dengannya tengah terluka.

“Anak muda, kau tidak apa-apa? Aku mendengar suara teriakan tadi di sini,” tegur seorang lelaki berusia lanjut pada Baekhyun. Warna rambut, alis, dan kumisnya sudah di dominasi warna putih. Dan jalannya agak sedikit bungkuk dengan ditopang sebuah tongkat kayu saat berjalan. Dengan melihat penampilannya saja, sudah dapat disimpulkan bahwa kakek ini sudah cukup tua.

Baekhyun berbalik menghadap kakek itu. “Ah, tidak ada apa-apa, Kek. Aku hanya kaget karena melihat kadal lewat dihadapanku,” kata Baekhyun berbohong sambil menyembunyikan tanda EXO Power yang ada di punggung tangannya. Tanda itu masih mengeluarkan cahaya samar-samar, dia hanya khawatir kakek itu melihatnya dan menanyakannya. Dia hanya belum siap orang lain mengetahui bahwa dirinya adalah Legend Light. Dia bahkan masih sangat shock mengetahui kenyataan satu itu.

“Ooh, Kakek kira kau terkena masalah. Baiklah, sebaiknya kau segera pulang, Nak. Ini sudah larut dan Kakek akan menutup perpustakaan ini,” ucap Kakek itu sambil tersenyum hangat. Tidak lama kemudian, dia berbalik dan keluar dari Ruangan Sejarah, tempat Baekhyun membunuh salah satu iblis merah itu.

Baekhyun langsung menghela nafas dengan berat ketika Kakek itu menghilang dari pandangannya. “Aku rasa aku harus langsung mendatangi Chanyeol secepat mungkin. Dia sama sekali tidak tahu bahwa akulah sang Legend Light,” ucapnya dengan kecil lalu mulai merapikan barang-barangnya dan segera pergi dari Perpustakaan Pusat Athena.

***

Kai benar-benar tidak habis pikir dengan penjelasan yang dilontarkan oleh guru Sejarah-nya saat di kelas tadi. Semua itu tidak masuk akal. Yaah, sebenernya Kai sendiri tidak mempercayai mitos yang ada di planetnya sendiri. Termasuk mitos tentang 12 Legends.

Dan tadi gurunya bilang apa? Likantrof?

Yang benar saja! Apa di dunia ini memang ada manusia serigala yang akan berubah jika melihat bulan purnama? Ck! Ini benar-benar tidak masuk akal.

Tapi, walau begitu, Kai tetap diam dan menerima begitu saja penjelasan gurunya tadi. Kai sempat mendengar bahwa Likantrof adalah makhluk beringas yang sangat pemarah. Mereka memang tidak memakan daging manusia, tapi jika mereka benar-benar lapar mereka akan benar-benar memakan manusia. Terlebih lagi, jika manusia itu telah membuatnya marah. Sangat menyeramkan.

“Mengapa Tuhan senang menciptakan makhluk yang suka merusak?” gerutu Kai sambil membereskan bukunya yang berserakan di meja.

Kai menoleh saat merasakan tepukan pada pundaknya. “Kenapa?” tanyanya pada orang yang menepuk pundaknya itu. Tim, teman sekelasnya yang sering mengajaknya bermain basket.

“Tidak, kau mau ikut kami bermain basket atau tidak?” ajak Tim sambil mengambil tempat duduk kosong di depan Kai. Kai sendiri tidak memperhatikan Tim dan kembali membereskan bukunya.

“Aku pass hari ini. lain kali saja. Aku harus mengunjungi orangtuaku di Dardania sore ini,” jawabnya tanpa mengalihkan pandangan.

Terkadang Kai pergi ke Dardania, tempatnya lahir dan besar. Karena beralasan ingin mencari pendidikan yang lebih baik, dia melanjutkan sekolah menengah atasnya di Aphrodit. Dan ini tahun ke tiganya semenjak dia tinggal sendiri di Aphrodit. Dia tidak memilih Athena karena dia sama sekali tidak tertarik dengan Negara besar pusat pendidikan itu. Menurutnya, orang-orang di sana terlalu ambisius untuk menjadi nomor satu dan selalu ingin menjadi yang terpintar. Lagipula, Aphrodit merupakan Negara yang aman, jadi dia tidak perlu takut tinggal sendiri di sini.

“Hah? Kau pergi ke sana sekarang? Kenapa mendadak sekali?” tanya Tim dengan pandangan heran. Rencana Kai yang ingin pergi ke Dardania memang terlalu mendadak. Kai sendiri awalnya tidak mempunyai rencana untuk pulang dalam waktu dekat, tapi tiba-tiba saja dia terpikir oleh orangtuanya dan memutuskan untuk mengunjungi mereka. Kebetulan, dia memang sudah lama sekali tidak pulang.

“Yeah, aku sudah lama tidak mengunjungi mereka. Kalau begitu, aku pergi sekarang. Aku harus mengejar kereta express untuk sore nanti,” ucapnya lalu pergi meninggalkan kelas dengan langkah terburu. Sedangkan Tim hanya menatap punggung temannya dengan pandangan heran.

 

Tepat setelah Kai sampai di stasiun express yang akan mengantarkannya ke Zanzibar, kereta express itu sudah melaju tanpa dirinya di dalam. Kai benar-benar tertinggal kereta itu.

Dan Kai terpaksa melewati jalan yang lebih rumit dari sekedar menaiki kereta express dan bersantai di dalamnya.

Jalan menuju Dardania ke Aphrodit hanya ada dua. Yang pertama adalah dengan menaiki kereta express yang menuju stasiun di Zanzibar, lalu melanjutkan perjalanan ke Dardania dengan menggunakan bus. Dan jalan yang kedua? Melewati Obeline.

***

Melewati Obeline adalah jalan yang berbahaya. Itulah mengapa dibuatlah jalur kereta express yang harus memutari Obeline. Memang lebih jauh, tapi siapa yang mau melewati Obeline?

Yaah, setidaknya Kai mengambil jalan itu. Obeline adalah satu-satunya jalan yang bisa membawanya kembali ke Dardania. Sebenarnya dia bisa saja menunda kepulangannya dengan membeli tiket kereta express untuk minggu depan (tiket menuju Zanzibar hanya disediakan seminggu sekali). Atau dia bisa berjalan memutari Obeline, daripada harus melewati Obeline yang terkenal akan hewan buasnya.

Namun Kai benar-benar tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dan dia terpaksa memilih satu-satunya jalur alternatif yang tersisa.

Dengan sebuah ransel yang isinya cukup penuh—terisi oleh perlengkapan petualangannya di Obeline—Kai mulai memasuki hutan terlarang itu. Mungkin perjalanan ini akan membutuhkan waktu sekitar 3 atau 4 hari dan pasti akan menguras tenaga. Apalagi, Kai bisa saja mati diserang oleh hewan buas.

Obeline hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki atau menaiki kuda. Kai tidak memiliki kuda dan dia terpaksa berjalan kaki. Oh, sungguh ini benar-benar akan menjadi perjalanan panjang yang sangat melelahkan.

Setelah beberapa jam berjalan dengan pemandangan yang masih sama—pohon-pohon besar dengan akar menggantung ataupun akar yang keluar dari tanah, membuat Kai sesekali tersandung karenanya—Kai merasakan kakinya akan lepas saat itu juga dan memutuskan untuk rehat sejenak di bawah salah satu pohon besar dengan akar menjuntai. Kai menghela nafas dengan berat dan mulai meminum air mineral yang sudah disiapkannya dari rumah. Sambil mengitari pandangannya, Kai membersihkan ranting-ranting kayu kecil yang menyangkut di sekitar kaki, baju, dan lengannya.

Sreek…

Kai menajamkan telinganya saat mendengar suara gemerisik dedaunan. Dia menoleh ke sumber suara namun tak mendapati apapun. “Mungkin hanya angin,” gumamnya kecil lalu kembali membersihkan bagian-bagian tubuhnya yang kotor.

Kai merapatkan jaketnya saat angin mulai berhembus semakin kencang. Daun-daun kering banyak berterbangan dan beberapa menyangkut di rambutnya. Suara angin terdengar jelas dan ranting-ranting pada pohon bergerak karena angin. Dia menengadah dan langsung mendapati awan gelap sudah menggantung di sana, siap menumpahkan air untuk membasahi bumi. Mungkin malam ini akan terjadi badai besar.

Sreek…

Suara itu kembali terdengar. Kali ini insting Kai mengatakan bahwa suara itu bukanlah suara karena angin, melainkan suara seperti ketika seseorang yang bersembunyi di balik semak-semak. Mata Kai kembali menelusuri sekitarnya sambil tetap merapatkan jaketnya. Angin terasa begitu dingin seperti es, hal yang aneh di tengah musim panas seperti ini.

Kai memicingkan matanya saat melihat sesosok manusia tidak jauh darinya sedang berdiri membelakanginya. Manusia itu berbalik, menampakkan wajahnya dengan seringaian terpasang pada bibirnya. Kai tercekat, tidak mempercayai yang ada di hadapannya kini. Bagaimana mungkin manusia itu memiliki wajah yang sangat persis dengan wajahnya?!

Seringaian itu masih terpasang pada wajah manusia itu, dia berbalik dan langsung berlari seolah mengatakan “ayo kejar aku”. Seperti kebanyakan manusia lain, Kai tanpa sadar mengejar manusia itu. Seseorang tidak mungkin tidak mengikuti orang yang memiliki wajah yang sama persis dengan wajahnya, kan? Manusia memiliki sifat penasaran yang besar sehingga jika mereka dihadapkan pada situasi seperti ini, pasti mereka akan mengikutinya.

“Tunggu!” Kai berteriak ditengah larinya. Sungguh tindakan yang gegabah. Kai benar-benar tidak memikirkan resikonya. Kalau dia terus mengejar manusia itu, hidupnya bisa-bisa berada dalam bahaya. Tidakkah dia berpikir kenapa ada orang yang berwajah sama persis dengannya? Seharusnya tidak ada hal yang seperti itu di dunia, dan jika memang ada pasti itu merupakan hal yang berbahaya. Dan mengejar makhluk tak pasti seperti ini bisa membuang waktu dan tenaga.

Manusia itu—mungkin bukan manusia, tapi monster atau semacamnya—menoleh diantara larinya. Dia kembali menunjukkan seringaian itu yang membuat Kai melajukan kecepatan larinya.

Kai terus berlari dengan kecepatan penuh, namun dia tidak kunjung berhasil menangkap makhluk itu. Makhluk itu memiliki kekuatan kaki yang benar-benar kuat. Tidak pernah terlihat dia tersandung akar-akar pohon, atau menabrak pohon-pohon kecil, seakan Obeline memang tempat tinggalnya. Berbeda dengan Kai, walau dia sudah berhasil beradaptasi dengan wilayah Obeline dengan pohon-pohon yang menjulang di langit dengan sedikit sinar bulan yang dapat tembus karena terhalang oleh dedaunan dan juga awan gelap, dia masih saja tersandung, tergores ranting, menabrak pohon kecil atau semacamnya membuatnya lumayan ketinggalan jauh dari makhluk itu.

Tepat disebuah gundukan kecil yang berada sekitar 10 meter dari Kai, makhluk itu berhenti. Dia memutar tubuhnya, menunjukkan senyum kecil yang membuat Kai bergidik ngeri, dan bersedekap. Awan gelap yang sedari tadi menggantung berat di langit, seolah pergi dan seperti ingin menunjukkan keindahan bulan purnama—namun awan gelap itu masih tetap terlihat, hanya saja seolah enggan menutupi sinar bulan. Makhluk itu menggerak-gerakkan lehernya dengan aneh, membuat Kai mengerutkan kening dan mulai mundur perlahan. Instingnya mulai kembali berjalan dan Kai merasa benar-benar bodoh karena mengikuti makhluk itu tanpa berpikir dengan jernih terlebih dahulu. Sebuah moncong mulai muncul, muncul sepasang telinga di atas rambutnya, wajahnya mulai dipenuhi bulu-bulu tebal dan Kai baru mengerti siapa makhluk ini sebenarnya.

Likantrof.

Yeah, Kai memang tidak mempercayai Likantrof saat mendengar penjelasan gurunya tempo hari tapi, melihat secara langsung saat makhluk itu berubah menjadi Likantrof, mau tidak mau itu membuat Kai benar-benar percaya.

“Li… kantrof…” gumamnya dengan suara—yang tak dapat ditahannya—tedengar bergetar dan tercekat. Oke, kali ini Kai benar-benar terlihat takut sepertinya.

Makhluk itu kembali tersenyum dengan dingin, seolah kemenangan sudah ada ditangannya. “Kau begitu bodoh. Bisa dikibuli dengan cara sederhana seperti ini,” ejeknya dan wajahnya mulai berangsur-angsur kembali menjadi wajah Kai lagi.

Rahang Kai mengeras, merasa tersinggung dengan ejekan yang dilontarkan Likantrof itu. “Mau apa kau?”

“Makan tentu saja. Aku bersama kawananku yang lain sudah lama tidak memakan daging manusia yang terkenal akan kelezatannya. Dan sepertinya, kau adalah makanan yang lezat untuk kami.”

Kemudian, sekelompok makhluk-makhluk separuh manusia separuh serigala mulai menampakkan diri di hadapan Kai. Mereka muncul dari arah kegelapan di balik tubuh si pemimpin Likantrof. Beberapa dari mereka terlihat sangat lapar, bahkan ada yang sampai meneteskan air liurnya saat melihat mangsa lezat datang dengan senang hati ke sarang mereka.

Kai memundurkan langkahnya, kaget karena baru menyadari bahwa tempat ini adalah sarang Likantrof. Otaknya berpikir dengan cepat untuk mencari cara agar dia bisa lepas dari kawanan Likantrof lapar ini. Melawan mereka satu per satu? Itu mustahil sekali. Untuk melawan satu ekor Likantrof saja belum tentu Kai bisa memenangkannya, lalu bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan kawanan Likantrof yang berjumlah sekitar 10 ekor ini? Atau mungkin, dia bisa melarikan diri? Itu bisa saja, mengingat daerah di belakangnya terbebas dari Likantrof. Namun, kemungkinannya sangat tipis dia bisa lolos. Bukan saja karena jumlah Likantrof yang banyak itu membuatnya dengan mudah tertangkap, tapi juga karena medan jalannya yang terlalu susah.

“Bodoh! Cepat lari, mereka akan memakanmu!” teriak seseorang dari arah kegelapan di samping kanan Kai.

Belum sempat Kai berpikir lebih lama lagi, tangannya sudah ditarik oleh lelaki itu dan membawanya berlari dengan cepat. Mata Kai membelalak, terlalu kaget dengan reaksi yang tiba-tiba seperti itu. Dia bahkan belum mempersiapkan kakinya untuk berlari dengan kecepatan sangat tinggi seperti ini.

To Be Continued…

Advertisements

25 thoughts on “[FF] EXO Planet Era (Chapter 7)

  1. kaibaek January 26, 2014 / 12:50 am

    makin seru, lanjut ya thor 😀

    • raishaa January 26, 2014 / 6:42 am

      Iya sipp. Makasih udah baca dan komen yaps 😀

  2. Indahunnie January 26, 2014 / 7:12 am

    Wah,,, siapa tuh yang nolong kai,, PENASARAN,,,
    daebaakk,,, lanjut thor, jgn lama2 🙂

    • raishaa January 26, 2014 / 9:35 am

      Itu yang nolong kai aku tau, kan aku kasian sama dia #plakk xD
      Hehehe okee makasih udah baca ya 😀

  3. sirnawati January 26, 2014 / 11:44 am

    MANTAP,..!!! lanjut donggg…
    penasaran bingit’s…

    • raishaa January 26, 2014 / 11:57 am

      Haha makasih. Ditunggu aja chapter selanjutnya yaa^^

  4. Liuna January 28, 2014 / 10:08 am

    Annyeong, Raisha! Mian baru mampir. Aku lagi sibuk soalnya (Hasyah). Mian sebelumnya, tapi hobimu yang suka motong cerita pas di bagian yang lagi seru-serunya itu lama-lama nyebeliiiiinnn!!! #Plakk Hehehe .. kalo ga gitu ga bakal penasaran reader-nya. Good job! Kamu berhasil bikin yang baca super penasaran.

    Cerita Kai lumayan seru! Istilah Likantrof juga unik. Bagus. Cuma (lagi-lagi) mereka kurang serem bagiku. (Aku baru menyadari kalo aku ini horor #Plakk. Ga da yang nanya). Nah, mengenai orang yang nyelametin Kai kayaknya aku punya beberapa dugaan di sini. Udah ada tiga tersangka (?) yang kemungkinan besar nyelametin Kai! (Efek suka nonton Detective Conan).

    Dan … akhirnya … setelah sekian lama … menunggu kabar berita … (Lebay Mode On) Baekkie akhirnya nongol!!! Yey! (Potong Tumpeng). Hehe … akhirnya kita semua tahu nasib Bekkie. ‘Kekuatab bonus’ Baekhyun yang bisa ngerasain sakit waktu Legend lain sakit itu kece, lho! Cuma entah kenapa waktu baca Baekhyun yang pengen pergi ke tempat Chanyeol itu kok perasaanku jadi ga enak? Moga aja Baekkie ga ketemu nenek medusa (Dikutuk Medusa jadi batu).

    Sekian ne komen saya kali ini. Ceritanya makin seru dan bikin penasaran. Bikin semua member EXO jadi tokoh utama dan saling berhubungan itu susah buanget, lho. Jadi, ga perlu buru-buru. Aku sabar kok nunggu Chap selanjutnya. So, see you at the next Chapter! ^^

    • raishaa January 28, 2014 / 12:19 pm

      Wkwk sori aku suka motong cerita hehehe. Habis emg udah sreg nya motong di situ 😀

      Likantrof itu istilah dari wikipedia kok, nama lainnya werewolf. Habis werewoof udah mainstream sih hahaha
      Iya nih pecinta horor banget kyk nya. Aku suka horor cuman gak jago bikin horor, aku spesialis romance soalnya hehehe xD
      Hayoo siapa tuh dugaan nya? Wkwk semoga bener yah dugaannya

      Yeaay baekki muncul juga *duar duar
      Hehehe itu sebenernya setiap legend punya kekuatan itu. Soalnya kan setiap legend ada pasangannya/?

      Yep makasih udah komen yaa dan setia banget udah nungguin ini ff 😀 dan yah memilih semua tokoh jadi main cast itu emg lumayan susah, apalagi harus pindah2 tempat/?
      Okee, see you next time Liunaa~ ^^

      • Liuna January 28, 2014 / 2:34 pm

        Aku emang kepengennya yang horor. Cuman ntar malah takut sendiri -_- Hohoho … tiga tersangka yang menyelamatkan Kai masih diamankan, jadi rahasia XD Oh, jadi semua Legend punya kekuatan kayak Baekkie itu, ya?

        Trus pasangannya siapa aja? Trus kapan Kris muncul? Trus kapan Chen ma Pangeran Dio muncul lagi? Trus Lay gimana? Trus Xiumin kok baru dikit? Trus Sehun ama Tao ada di mana? Trus Suho belom ada lanjutannya? Trus kabar Luhan ama Chenyeol gimana? #Duakk (Dilempar Author ke laut)

        Hehe … intinya aku masih penasaran sama semua itu. Segini aja ya komennya, sebelum ngelantur ke mana-mana. Aku suka kok sama ceritanya! Jadi udah pasti terus nungguin lanjutannya ^^

      • raishaa January 28, 2014 / 3:45 pm

        Hahaha dasar kepo tp mngkn aku menjawab beberapa pertanyaan xD
        Kan di fakta tentang mv mama tu ada yg nyebut2 soal legend ini punya hubungan dgn legend ini. Jd kalo mau tau silahkan googling aja yaps 😀 #plakk (sama aja gak jawab pertanyaan itu mah –“)

  5. Yusfa February 4, 2014 / 6:56 pm

    No coment.. 0.0
    Daebak..!!
    Di tunggu lanjutannya

    • raishaa February 4, 2014 / 8:56 pm

      hehehe makasih udh baca dan komen ^^

  6. feby February 5, 2014 / 2:44 pm

    admin raisa terusin lgi dong ff exo planet era nya penasaran nih 🙂

  7. feby February 5, 2014 / 2:52 pm

    smpe lupa aku member bru disini#ngk da yg nanya bangapta kyk nya yg nyelamatin kai itu pasanganya baekhyun dekh#kepo bgt

    • raishaa February 5, 2014 / 7:46 pm

      hahaha EPE(?) chapter 8-nya masih setengah jadi. ntar kalo udah jadi pasti langsung di posting kok. sabar yaa ^^

      selamat datang kalau begitu 😀
      yang nyelametin kai entar bakal ketahuan kok siapa :3

  8. nabila rahmadani February 7, 2014 / 10:32 am

    min ff nya di lanjutinnya jangan lama2 dong nae udh nunggu dari kemaren kok belom dilanjutin,tapi ff nya daebak banget min

    • raishaa February 7, 2014 / 3:31 pm

      hehehe maaf, maaf. sebenernya yg chapter 8 waktu iu udah setengah jadi, tapi karena disimpannya di hdd external dan hdd external saya lg rusak, jd saya terpaksa ngulang lagi u,u
      secepatnya bakal saya lanjutkan kok ^^
      makasih udah baca yaa 😀

    • raishaa February 13, 2014 / 8:15 pm

      Hohoho iya makasih udah baca ^-^

  9. Nesha putri pratama February 14, 2014 / 8:31 pm

    Woah daebak thor. Cepet next ne thor. Gak sabar pengen tau kelanjutannya. Fighting thor

    • raishaa February 14, 2014 / 8:46 pm

      Hehehe makasih udah baca ya ^-^ siapp, kalau udah jadi pasti langsung di publish kok 😉

  10. kim hyun jae March 7, 2014 / 6:23 pm

    mian thor baru comment gmailaku error terus ga bisa ngirimin comment ngeliat kai dalam bahaya iu srasa mau kiamat thor #plakk ah yakin yg nyelamatin kai itu si lay pan cman dya yg tinggal di obeline

    cepet dilanjut ya thor lumutan nungunya nih #lebay

    daebak for your ff

    • raishaa March 7, 2014 / 7:46 pm

      Hahaha iya gak papa kok baru komen ^-^ yg nolongin kai udh ketahuan di chapter selanjutnya kok. Makasih udah baca yaa 😀

  11. niza November 9, 2014 / 9:41 am

    siapa yg nolongin itu ???? Hmmm ,kin sru ajah….

    Next chapter…..

  12. Joe February 18, 2016 / 8:45 pm

    yg nolong kai itu lay kah?? untuk dugaan sementara, lay. aduh, gk rela banget deh kalo emang bener kai bakal jadi makanannya… apa tuh namanya, lupa. likanprof ya?? pokoknya itu deh. kai terlalu ganteng buat dimakan (?)
    huwa,,, baek hebat banget ya bisa ngabuin tuh makhluk mata merah. jempol kaki (?) deh buat baek 😀
    sehun mana?? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s