[FF] EXO Love Ficlet

Author : Rai Sha

Genre  : Fluff gagal to the max

Length : Ficlet

Rating  : PG-12

A/N      : my first fluff fiction and I know it’ll be so bad. I’m not good at fluff okay? Fluff nae style aniya 😀 ini lebih merujuk pada cara menyatakan cinta. Oke, Happy Reading ^^ jangan sampai muntah setelah baca ini yaps ^-^

   

Jongdae. Parade of Love.

 “Jongdae memang tidak tahu apa-apa soal cinta, tapi dia tahu bagaimana cara menyatakan cinta”

 

Joonmyun mengatakan bahwa Jongdae itu aneh. Aneh dengan sekumpulan senyum yang terus dikeluarkannya setiap hari kepada semua orang, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun. Aneh dengan sikapnya yang sering berbicara pada bebek ungu yang selalu dibawanya. Dan yang paling membuat Joonmyun sering malu jika berteman dengan Jongdae adalah ketika Jongdae berteriak seperti gadis-gadis saat Jongdae baru saja bertatapan dengan gadis yang disukainya. Terlebih ketika si gadis melintas di hadapan Jongdae dan memberinya senyum tipis, bisa dipastikan Jongdae akan langsung tertawa sangat keras (oh Tuhan, ini memalukan) dan langsung mengguncang-guncang tubuh Joonmyun tanpa henti. Jongdae yang sudah aneh, akan bertambah aneh jika sedang jatuh cinta—itu yang Joonmyun tahu selama ini.

Jika Joonmyun mengatakan Jongdae itu aneh, maka Jongin akan mengatakan bahwa Jongdae hanya kurang pengalaman. Kata Jongin wajar bersikap heboh seperti itu ketika seseorang jatuh cinta, itu manusiawi (Jongin sudah benar-benar seperti dewa cinta sungguhan). Tapi, Jongin harus mengakui bahwa sikap Jongdae memang agak sedikit berlebihan. Jongin saja harus mencari koneksi dengan teman-temannya yang lain untuk bisa membuat gadis itu berbicara dengan Jongdae. Jongin bahkan memberikan tips-tips untuk mendekati seorang wanita karena, yeah, Jongin sudah berpengalaman dalam hal ini.

Tapi, ini Jongdae yang aneh dan tidak berpengalaman! Walau Jongdae sudah berkali-kali ditegur oleh Joonmyun untuk menghentikan sikap anehnya dan sudah beribu-ribu tips yang diberikan Jongin, tetap saja ini Jongdae. Dia pasti tetap akan mengeluarkan sifatnya itu, membuat Jongin terus menggelengkan kepala saat ia dan Joonmyun mengintip dari balik pohon saat pertama kali Jongdae berkenalan dengan si gadis. Dan anehya, si gadis malah menyukai sifat Jongdae yang seperti itu dan hubungan mereka berlanjut dalam tahap kencan.

Jongdae memang aneh dan tidak berpengalaman, tapi menurut si gadis Jongdae adalah lelaki paling jujur, humoris, dan romantis (tapi juga aneh) yang pernah dia kenal selama hidupnya. Jongdae sering tertawa dengan gugup saat bersamanya, membuat gadis itu sering tersenyum kecil saat melihat tingkah Jongdae yang menurutnya lucu (oke, gadis ini benar-benar kelewatan).

Dan karena Jongdae memang aneh dan tidak bisa ditebak, saat mereka kencan pertama, Jongdae malah mengajak untuk menaiki merry-go-round. Gadis itu mengernyit heran saat Jongdae menariknya untuk mengantri di barisan. Tapi, karena ini Jongdae yang tidak bisa ditebak, dia turuti saja keinginan Jongdae dan berbaris di barisan sambil menahan malu dari tatapan orang-orang di sekitar sana. Ayolah, merry-go-round adalah wahana untuk anak kecil (walau sebenarnya tidak ada aturan bahwa orang dewasa tidak boleh menaikinya) dan tentu saja sebagian besar yang berbaris adalah anak-anak kecil bersama orangtua mereka. Tapi, yaah, Jongdae tidak perduli akan hal itu. Yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana cara agar gadis itu bisa senang saat bersamanya.

“Em… aku pergi minuman dulu, ya? Kau pasti haus bukan?” Jongdae membuka suara saat mereka mengantri. Belum sempat si gadis membuka mulutnya, Jongdae sudah melesat pergi dan menghilang dalam kerumunan orang-orang.

Saat itu, si gadis tetap mempertahankan pendiriannya dan beranggapan bahwa Jongdae tetap lelaki yang baik dan penuh perhatian. Sampai pada 30 menit setelah Jongdae pergi tanpa kembali, si gadis langsung berubah pikiran terhadap Jongdae dan memutuskan bahwa lelaki itu sangat tidak sopan.

Si gadis meninggalkan antrian begitu saja sambil terus mengumpat dalam hati. Dia sudah berpikir bahwa Jongdae adalah lelaki pengecut yang tidak ingin mengantri di bawah terik matahari dan kabur dengan alasan membeli minuman.

Gadis itu terus berjalan dengan menghentakkan kakinya, berharap dunia akan runtuh dan membuat si Jongdae mati. Dia berani bertaruh bahwa sekarang Jongdae sedang duduk di sebuah restoran sambil menertawakan dirinya yang terlihat sangat bodoh.

Gadis itu menghentikan hentakannya saat melihat sebuah rombongan yang cukup ramai melintas di hadapannya. Beberapa terlihat memakai gaun panjang seperti yang ada di buku cerita anak-anak. Ada juga yang memakai pakaian kurcaci berwarna merah dan hijau, lengkap dengan kuping panjangnya. Ada yang memakai kostum peri dengan sayapnya, dan masih banyak lagi. Melihat itu semua, si gadis dapat menyimpulkan bahwa ini adalah sebuah parade yang biasanya ada di taman hiburan seperti ini.

Selama beberapa saat, pikiran si gadis teralihkan. Seluruh umpatan yang tadi dikeluarkannya tertahan dibibir dan segera tergantikan dengan senyum lebar. Dipikirannya tidak ada lagi Jongdae yang menyebalkan dan pengecut. Yang ada hanyalah tatapan berbinar karena kagum dengan atraksi-atraksi menakjubkan yang membuatnya terasa seperti di negeri dongeng.

Sampai seorang lelaki menyeruak keluar dari tengah parade. Sebelah tangannya menggenggam sebuket bunga mawar merah. Senyumnya mengembang lebar, menampakkan gigi-gigi putihnya.

“Apakah kau ingin menjadi pacarku?”

Kim Jongdae tengah berlutut di hadapan gadis itu sambil menyatakan perasaannya. Sebuah kejutan manis dibalik sikap menybalkan Jongdae tadi. Dan sekali lagi, si gadis menarik seluruh perkataannya dan dia benar-benar menganggap Jongdae adalah lelaki paling romantis yang ada di dunia. Dan dia benar-benar tidak bisa melepaskan lelaki hebat seperti ini kepada gadis lain.

Jongdae memang tidak berpengalaman soal cinta, tapi dia tahu bagaimana caranya membuat seorang gadis jatuh cinta kepadanya.

 

Joonmyun. Crazy of Love.

“Bahkan Joonmyun yang sangat dewasa pun bisa gila karena cinta”

 

Katakanlah Joonmyun kualat pada sesuatu yang bernama cinta. Sejak dulu, dia sudah bersumpah untuk tidak pernah menyukai gadis dalam diam. Dia selalu berpikir bahwa itu tindakan yang bodoh karena dia selalu beranggapan bahwa dia akan mendekati seorang gadis jika menyukainya. Tidak seperti Jongdae yang terus menatap gadis malaikatnya dengan pandangan yang menurut Joonmyun sangat bodoh itu. Well, yeah, dia memang belum tahu rasanya menyukai seseorang sampai membuat Jongdae gila hanya karena bertatapan dengan gadis malaikatnya itu.

Katakanlah Joonmyun bodoh karena tahu-tahu saja dia jatuh cinta pada seorang gadis cantik dengan rambut panjang tergerai bagaikan bidadari yang jatuh dari langit. Jantungnya berlompatan saat melihat gadis itu tertawa riang bersama teman-temannya. Oh Tuhan, sungguh tawa itu yang membuat Joonmyun jadi menatap lekat gadis itu dari atas sampai bawah, membuat gadis itu menoleh padanya dan menatapnya dengan pandangan yang seolah mengatakan ‘kenapa kau melihatku seperti itu?’. Ayolah, ini gila. Joonmyun bahkan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Katakanlah Joonmyun konyol karena dia hanya terus menatap gadis pujaannya dengan pandangan berbinar tanpa berani mendekatinya, membuat Jongdae selalu mengolok-oloknya dan mengatakan bahwa Joonmyun telah kualat padanya. Hell, yeah, Jongdae bisa saja senang karena sekarang dia sudah mendapatkan gadis malaikatnya itu beberapa minggu yang lalu. Itu pun gara-gara bantuan Jongin, teman mereka yang menganggap dirinya sebagai dewa cinta karena selalu berhasil mendapatkan gadis manapun yang dia inginkan. Dan yaah, secara kebetulan Jongin mengenal gadis malaikat Jongdae dan dia pun mengenalkannya pada Jongdae.

Katakanlah Joonmyun gila karena saat Joonmyun melihat gadis itu di daerah Myeongdong yang ramai dengan langit biru yang cerah sambil membawa beberapa kantong belanjaan, Joonmyun langsung berlari mendekatinya dan menyapanya seakan mereka adalah teman lama yang kembali bertemu setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Dia bahkan tidak pernah berkenalan dan berbicara pada gadis itu! Bagaimana mungkin dia bisa bersikap sok akrab seperti itu?

“Hey, maaf, tapi sepertinya kau perlu bantuan,” ujar Joonmyun sembari mendekati dan berjalan bersisian dengan gadis itu. Dan tanpa aba-aba, dia langsung mengambil kantong belanjaan gadis itu, membuat gadis di sebelahnya melotot horor padanya.

“Tenang saja, aku bukan pencuri, oke?” kata Joonmyun seakan mengerti pandangan yang ditujukan padanya. Joonmyun menundukkan kepalanya, tersenyum kecil sambil bergumam ‘yes!’ karena akhirnya dia bisa berbicara dengan gadis itu. Harus Joonmyun akui, dia harus sedikit bermuka tebal untuk melakukan hal tadi.

“Emm… apa kau mengenalku?” pertanyaan gadis itu membuat Joonmyun tersadar dari kebahagiaannya dan langsung menatap gadis itu dengan pandangan, yeah, berbinar-binar. Oh Joonmyun, hentikanlah sparkles dimatamu itu. Kau membuat dirimu terlihat semakin gila.

“Ah, yaah… aku satu kampus denganmu. Kau ingat?” oke, itu ucapan yang sangat bodoh Joonmyun. Sangat di luar masuk akal melihat dirimu yang biasanya pintar berkata-kata itu malah mengeluarkan ucapan yang bodoh. Mana mungkin gadis itu mengingatnya. Memangnya ada berapa ribu mahasiswa di kampusmu sehingga gadis itu bisa mengingatmu?

Gadis itu tersenyum tipis kemudian menggeleng kecil sambil mengucapkan kata ‘maaf’ dengan lembut. Suaranya bagaikan permen kapas berwarna merah muda yang sering dibeli Sehun, terasa lembut dan manis di saat bersaman. Joonmyun yang mendengarnya pun seperti ingin meleleh.

“Aah, maaf. Tapi, sepertinya kita harus berpisah di sini…” gadis itu menghentikan perkataannya saat menyadari bahwa sedari tadi Joonmyun sama sekali belum memperkenalkan dirinya. Joonmyun yang tersadar langsung menyebutkan namanya dengan lengkap, bahkan dia hampir menyebutkan nama China-nya. Yaah, itu pun kalau dia punya nama China.

“…Joonmyun. Teman-temanku sudah menungguku di café dekat sini,” lanjutnya saat mereka sudah berada di perempatan jalan sambil menunjukkan tangannya ke sebuah café kecil bernuansa vintage tidak jauh dari mereka. Joonmyun tersenyum yang kelewat lebar sambil menyerahkan belanjaan gadis itu. Gadis itu kembali tersenyum yang semakin membuat jantung Joonmyun berlompatan dan melangkah pergi dari sana.

“AKU MENYUKAIMU, TERIMALAH PERASAANKU!” Joonmyun memang gila, gila karena cinta karena tanpa sadar dia malah menyatakan perasaan pada gadis itu di tengah daerah Myeongdong yang ramai dengan cuaca hangat yang sangat menyenangkan. Gadis itu menghentikan langkahnya, berbalik, kemudian tersenyum lebar pada Joonmyun sambil melambaikan tangannya dan menghilang dibalik kerumunan orang-orang yang sempat memperhatikan Joonmyun karena teriakannya yang luar biasa keras.

Oh Tuhan, apakah itu sebuah jawaban untuk Joonmyun???

 

  Jongin. God of Love.

“Ketika sang dewa cinta jatuh cinta, beginilah keadannya”

 

Jongin adalah dewa cinta.

Seriously. Dia memang bukan dewa cinta seperti yang ada di mitologi-mitologi kuno. Dia juga bukan dewa cinta yang kerap kali membantu orang lain dalam percintaan—walaupun dia harus turun tangan untuk kasus percintaan Jongdae karena Jongdae sangat payah dalam hal cinta. Dia menjuluki dirinya sendiri sebagai dewa cinta karena dia bisa mendapatkan gadis manapun yang dia inginkan. Oh tentu saja ini karena wajah tampannya dan seluruh pesona yang dikeluarkannya.

Dan ketika dia melihat seorang gadis melewatinya begitu saja, Jongin sempat berpikir bahwa gadis itu tidak normal. Bagaimana mungkin seorang gadis sama sekali tidak melirik sedikitpun ke arahnya? Ayolah, dia adalah laki-laki paling tampan dan paling mempesona yang ada di muka bumi—itu menurutnya.

“Maaf, permisi…” Jongin setengah berteriak sembari berlari kecil mendekati gadis yang bahkan tidak menoleh sampai Jongin menepuk bahunya.

Saat itulah Jongin merasakan waktu bagai slow motion. Melambat lalu benar-benar berhenti.

Saat itulah Jongin merasakan sengatan listrik pada seluruh tubuhnya.

Saat itulah Jongin merasakan yang namanya jatuh cinta.

Seriously. Walaupun dia menjuluki dirinya sendiri sebagai dewa cinta, pada kenyataannya baru kali inilah dia merasakan sensasi aneh pada tubuhya. Dan apa? Dia gemetaran? Oh Tuhan, ini benar-benar bukan Jongin yang biasanya. Dia tidak mungkin gemetaran saat berdekatan dengan seorang gadis, seharusnya gadis itulah yang akan gemetaran ketika berdekatan dengan Jongin. Sepertinya Jongin kita benar-benar jatuh cinta. Tidak tanggung-tanggung, dia bahkan jatuh cinta pada pandangan pertama! Oke, pandangan kedua sebenarnya.

“Ya, ada apa?” akhirnya, setelah beberapa saat, waktu kembali berjalan.

Dan Jongin bagai anak kucing yang tertangkap setelah mencuri ikan. “Ah, ti… tidak apa-apa.”

Gadis itu mengangkat kedua alisnya, menunggu Jongin untuk berbicara lagi atau kalau tidak dia bisa pergi karena sekarang dia sedang dalam urusan mendesak. “Kalau memang tidak ada apa-apa, aku pergi. Aku harus menyusul kakakku di bandara. Sebentar lagi dia pergi,” kata gadis itu dengan cepat dan hendak melangkah pergi.

Lagi, Jongin menahan lengan gadis itu, membuat gadis itu berdecak kesal sambil membalikkan tubuhnya dengan wajah yang mengatakan mau-apa-lagi-kau?

Jongin menampakkan senyum kecilnya. Senyum yang bisa meluluhkan hati gadis manapun. “Kalau begitu, aku bisa mengantarmu ke bandara.”

Beginilah jika seorang dewa cinta sedang jatuh cinta.

 

Seperti yang diharapkan, Jongin bisa mengendalikan sensasi-sensasi aneh yang ada di tubuhnya ketika berdekatan dengan gadis itu.

Seperti yang diharapkan, Jongin berhasil mengajak gadis itu berkenalan dan mendekatinya. Dan ini memang keahlian Jongin sejak dulu. Hanya saja, kali ini dia benar-benar mengerti perasaan jatuh cinta. Merasakan hal ini, membuatnya mau tidak mau memaklumi seluruh sikap Jongdae yang kelewat aneh saat jatuh cinta karena akhir-akhir ini Jongin sering bersikap aneh—tentu saja ketika dia sedang sendiri.

Dan seperti yang diharapkan, gadis itu balik memberikan sinyal-sinyal bahwa dia juga menyukai Jongin. Atau ini hanya perasaan Jongin karena dia kelewat percaya diri.

“Mau bermain?” tawar Jongin di satu hari yang panas saat mereka sedang duduk di salah satu bangku taman di kampus mereka di bawah pohon yang cukup rindang.

Gadis itu melirik Jongin sekilas, kemudian melanjutkan mengerjakan tugasnya yang setumpuk. “Aku tidak punya waktu untuk bermain Jongin. Tugasku sangat banyak,” tolak gadis itu acuh.

“Coba saja.” Jongin menyodorkan sebuah puzzle yang gambarnya sudah teracak. Senyum manisnya kembali terpasang di bibirnya. Tatapan hangatnya tertuju pada gadis mempesona itu.

Gadis itu menoleh, menatap Jongin dengan pandangan heran. Namun, mau tidak mau, dengan helaan nafas dia meraih puzzle itu dan menaruhnya di pangkuannya.

“Oke, jadi maksudmu aku harus menyelesaikan ini bukan?”

Jongin mengangguk antusias. Jangan lupakan senyumnya yang semakin lebar terpasang di wajah tampannya itu. Ugh. Jongin yang seperti ini bahkan terlihat lebih menggemaskan dari seekor anak anjing.

Setelah beberapa menit berkutat dengan puzzle ditemani dengan pandangan Jongin yang terus tertuju padanya, gadis itu berhasil menyelesaikannya.

Sebuah kalimat tertera di sana.

I Love You. Dengan gambar cinta tepat dibelakang huruf ‘U’.

“Jongin, ini…”

Jongin kembali mengangguk kecil. Kemudian, dia meraih jemari si gadis dan menggenggamnya dengan lembut.

I love you and I’ll always love you.”

Sepertinya Jongin memang dewa cinta sungguhan karena dia berhasil membuat seluruh gadis di dunia untuk menganggukkan kepalanya.

 

   Baekhyun. Flower of Love.

“Baekhyun memang terlalu buruk dalam menghadapi seorang wanita”

Baekyun bukanlah ahlinya dalam hal mengajak seorang gadis berkencan. Oh dia bahkan bukan ahlinya dalam mengajak bicara seorang gadis. Dan ini semua terdengar aneh karena, yeah, walaupun dia memiliki wajah imut dan tubuh kecil layaknya seorang perempuan, tetapi Baekhyun tetaplah seorang lelaki yang seharusnya bisa menggombal pada wanita. Mungkin dalam hal ini, dia harus belajar dari Jongin. Atau mungkin juga Chanyeol, karena anak satu itu selalu mengaku bahwa banyak wanita yang tergila-gila padanya.

Tapi, Baekhyun tidak perduli sebenarnya. Dia masih belum tertarik untuk menjalin hubungan dengan seseorang.

Dan itu tidak berjalan lama karena saat dia melihat seorang gadis tidak jauh darinya sedang berjalan—agak sedikit berlari—dia langsung bersumpah dalam hati bahwa gadis itu adalah miliknya. Oke, ini agak sedikit berlebihan sepertinya. Tetapi, gadis itu benar-benar sangat keren dan benar-benar tipe idealnya (itu pun kalau dia punya tipe ideal). Dengan rambut berwarna darkbrown dan dominasi highlight berwarna blonde, t-shirt hitam, rompi kulit coklat gelap, celana jeans ketat, dan boots setinggi betis, gadis itu mampu membuat Baekhyun yang awalnya hanya setengah tertarik pada kaum wanita menjadi benar-benar terpesona. Dan jangan lupakan bagaimana besarnya Baekhyun membuka mulutnya. Itu memalukan, oke.

Dandanan gadis itu benar-benar membuat Baekhyun kehilangan pikirannya untuk beberapa saat. Benar-benar sangat keren dan sangat rocker. Ooh rocker. Kata itu mampu membuat Baekhyun teringat akan band saat dia masih di sekolah menengah. Kebetulan band itu bergenre rock dan Baekhyun sendiri sebagai vokalisnya.

Yang jelas, terlepas dari semua hal itu, Baekhyun berjanji dalam hati akan mendekati gadis itu esok harinya atau kapanpun saat dia melihat gadis itu lagi karena sekarang gadis itu sudah menghilang entah kemana.

 

Esoknya, saat melihat gadis itu sedang duduk sendirian di taman kampus sambil memakai headset, dengan keberanian yang sebenarnya hanya secuil Baekhyun memantapkan hatinya agar bisa mengajak gadis itu berbicara dengan lancar. Mungkin seharusnya Baekhyun menanyakan saran pada Jongin yang memang sudah terbukti keahliannya, bukannya pada Chanyeol dan Sehun. Baekhyun harus melempar Chanyeol dengan barang yang ada di tangannya saat mendengar saran Chanyeol yang mengatakan bahwa dia harus mengajak kencan gadis itu. Atau Baekhyun harus menggelengkan kepala dengan kencang saat mendengar Sehun menambahkan bahwa dia harus membawa bunga saat mengajak gadis itu kencan.

Sejujurnya, itu memang bukan saran yang buruk. Tapi, mengingat Baekhyun yang sama sekali tidak mengenal gadis itu (dia bahkan baru melihatnya kemarin!), dia tidak mungkin langsung mengajak gadis itu kencan. Itu namanya tidak tahu keadaan. Mungkin Jongin akan mengatakan hal yang lebih baik, misalnya pura-pura menabrak gadis itu (walaupun yang seperti ini kesannya terlalu klise) atau duduk bersama si gadis di kafetaria saat meja lain sudah penuh. Yang jelas, Jongin tidak akan menyarankan untuk langsung mengajak gadis itu kencan. Apalagi, melihat penampilan gadis itu, bisa diyakini bahwa gadis itu bukan gadis yang bisa menerima ajakan kencan seorang lelaki begitu saja. Walaupun yang mengajaknya seorang superstar sekalipun.

Tapi, entah kenapa, dia malah membawa bunga seperti yang disarankan oleh Sehun. Hanya saja, yang salah di sini adalah kenapa bunga itu harus bunga palsu? Maksudnya, bunga palsu bukanlah bunga yang pantas untuk dijadikan hadiah untuk seorang wanita. Itu sangat tidak romantis bukan? Dan untuk itu dia menyembunyikannya di balik punggungnya, menaruhnya di selipan celananya dan menyembunyikannya di balik rompi yang sedang dipakainya.

“Ch… cheogiyo…” Baekhyun langsung mengumpat dalam hati saat sadar bahwa dia mengatakannya dengan suara yang ditahan (agar tidak terlalu nyaring dan didengar). Dan yang lebih parah, dia mengatakannya dengan tersendat. Betapa sangat kelihatan bahwa Baekhyun sedang benar-benar gugup sekarang.

Gadis itu mengangkat wajahnya dari majalah musik yang sedang di bacanya sambil melepas headset-nya. “Ya, kenapa?”

“A… anu…” Baekhyun mengalihkan wajahnya dan berusaha menyembunyikan ekspresi wajahnya yang jelas kelihatan sangat gugup dan oke, aneh. Wajahnya tertekuk dan sambil memijit keningnya yang tiba-tiba berkedut, Baekhyun menggumamkan kata-kata umpatan saat menyadari betapa bodohnya dia berucap dengan gagap seperti itu.

Si gadis masih terus menatap Baekhyun dengan pandangan penuh tanya, menunggu apa yang sebenarnya diinginkan oleh lelaki berwajah imut di hadapannya kini. Dia menutup majalah yang ada dipangkuannya, dan memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya.

“Ada apa? Kau sakit? Atau kau mau duduk di sini? Silahkan saja. Aku sudah mau pergi, kok.”

Baekhyun membelalakkan matanya saat melihat gadis itu mulai bersiap pergi dan bangkit dari duduknya. Oke, keadaan semakin tidak baik dan Baekhyun mulai panik. Ini terlalu buruk.

“Tu… tunggu sebentar!” tahan Baekhyun dengan suara yang kelewat nyaring saat gadis itu sudah mulai melangkah pergi. Si gadis berbalik dan mengetukkan sebelah kakinya ketika Baekhyun menahannya tapi tidak jelas apa maksudnya.

“I, ini bunga palsu! Aku menyukaimu, berkencanlah denganku!” Baekhyun berkata cepat sambil menundukkan wajahnya, tidak ingin menatap gadis itu karena dia yakin jantungnya akan copot jika melakukan itu.

Selesai sudah pengakuannya, tapi buruknya adalah kenapa dia harus mengucapkan kata “palsu”? Yang lebih buruknya, dia malah tanpa sadar mengajak gadis itu berkencan sambil menyodorkan bunga yang sebenarnya disembunyikannya sedari tadi. Salahkan Chanyeol dan Sehun yang memberinya saran untuk mengajak kencan dan memberi bunga! Ooh, saran-saran itu tanpa sadar sudah merasuki pikiran dan tindakannya. Terlalu buruk.

Gadis itu terlihat membulatkan matanya. Sepertinya dia agak kaget dengan pengakuan tiba-tiba Baekhyun. Dia menjulurkan tangannya, meraih bunga yang disodorkan Baekhyun.

“Oke.”

Kemudian, dia melangkah pergi sambil membawa bunga palsu pemberian Baekhyun. Setidaknya, walaupun Baekhyun payah dalam menghadapi seorang wanita, dia berhasil mengajak kencan wanita yang disukainya.

 

gimana? pasti pada muntah kan yaa hehehe 😀 hmm yang member lain akan menyusul secepatnya ya. oke moah :* ditunggu ff saya yang lain. baybay ^-^

Advertisements

4 thoughts on “[FF] EXO Love Ficlet

  1. Yusfa February 16, 2014 / 4:32 am

    Waahhh, ini genre fluff pertama ya, ehmm cukup bagus kok, mskipun sprti ada sesuatu yg gmna saat membacanya, hehe, hehe ini cuma saran, kalau bikin genre fluff harus berani manis skalian, jgn stengah”, ntar kalau stengah” terkesan kaku, waahh biasa bkin genre yg adventure, mungkin agak gmna buat author ya, tp ini bagus kok, aku suka bagian baekhyun sama Kai :D, semangat terus ya buat authornya..!

    • raishaa February 16, 2014 / 7:42 am

      Udah di bilangin beb, fluff is not my style. Jadi bukannya takut bikin terlalu manis, tp emang gak bisa bikin yg terlalu manis 😀
      Makasih udah baca yaa dan ngomong2 aku paling suka bagian suho sih :3

  2. Liuna February 16, 2014 / 4:24 pm

    Raishaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! *Plakk. Aku kira bakal balik sama “EXO Planet Era”. Ternyata bawa selingan cerita Fluff. Motif utama yang menarikku ke sini pastinya karena waktu pertama kali dibuka, Chen-lah yang nongol paling atas. Hehe. Tapi yang paling aku suka malah bagiannya Baekkie -_-.

    Raisha tau kan Haggukffindo? Dira yang jago banget tuh bikin FF Fluff? Dia salah satu Author favoritku ^^. Ceritanya kebanyakan sederhana tapi sitimewa. Feel Fluff di setiap cerita buatannya dapet banget. Dan kebanyakan endingnya berakhir so sweet! Setelah selesai baca karangan dia, dijamin senyam-senyum sendiri (?). Cerita punya Raisha udah bagus. Cuma ya itu. Agak kurang greget dan rasa manis khas Fluff belum begitu kerasa. Mian kalau ada kata-kata yang menyinggung. Aku bukan pecinta fluff, jadi nggak terlalu pinter ngomen cerita kayak gini. Dan kalau Raisha mau baca beberapa FF Fluff yang bagus, aku sangat merekomendasikan FF punya Dira di Hanggukffindo.

    Wokeh, segini dulu komen dariku. Semoga bermanfaat ^^. Aku harap Raisha bisa belajar terus supaya nantinya bisa bikin cerita Fluff yang lebih baik lagi. Oh, ya. Aku turut berduka cita karena Harddisk External-mu rusak T^T. Yang sabar, ya! Dan aku tentunya do’ain Raisha supaya secepetnya post lanjutan dari “EXO Planet Era”. Hehe.

    Keep writing, ne! Go Raisha! Go Go Go! (Mendadak jadi cheerleader -_-)
    Annyeong ~

    • raishaa February 16, 2014 / 5:32 pm

      Hahaha sori sori aku keburu bete sama exo planet yg udah setengah jadi tapi tiba2 hilang u,u padahal susah banget tu bikin ff adventure kyk begitu. Hahaha kan baekkie sama chenchen gak jauh beda, sama kecil, sama2 usil, sama2 main vocal. Gak beda jauh laaah hahaha

      Kalo Dira aku juga tau banget kalo dia jago bikin cerita fluff yang sweet gitu. Aku rasa itu emang genre nya dia bikin yang ringan tapi manis gitu tp emang keren2 bgt sih buatan dia itu. Beberapa ff yg aku rekomendasikan juga ff nya dia. Dan aku emang harus baca ff nya Dira dulu sebelum nyelesain nih ficlet gaje hehehe. Dan soal author favorit Dira masuk dlm list ku skg, tp dari dulu sampe sekarang author favorit saya itu mongguu hehehe walaupun ff nya semuanya yaoi sih xD

      Terima kasih atas sarannya yang membangun ya Liuba ^-^ dan terima kasih juga soal simpati kecelakaan hadd external saya huhuhu T.T aku janji secepatnya nyelesain EPE(?) deh. Tau EPE kan? Itu singkatan biar kagak panjang hehehe.
      Yaudah, annyeong juga~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s