[FF] EXO Planet Era (Chapter 9)

exo planet era

Title                 : EXO Planet Era [Chapter 9]

Author             : Rai Sha

Main Cast        : All Member Exo

Support Cast    : Other Cast

Genre                          : Adventure, Fantasy, Brothership, AU

Rating              : Parental Guide

Length             : Chaptered

Disclaimer       : member Exo milik Tuhan, orangtua, dan SME. Kecuali Luhan punya saya XD #plakk seluruh alur dan cerita punya saya!

WARNING        : ini ff GAJE tingkat stadium akhir. Jadi, hati-hati setelah membaca ini perut anda akan merasa mual dan pusing. NO PLAGIAT HERE!

A/N                  : ada bagian di part ini terinspirasi dari teaser EXO yang black pearl. Cari tau sendiri yaa itu bagian yang mana. Semoga aja pada sdar hehe. Daan… maaf banget saya baru bisa update ff ini sekarang, nyari inspirasinya susah dan saya harus nonton berulang-ulang teaser exo jaman jebot itu u,u sudah deh, yg jelas sekarang Happy Reading aja pembaca ^-^

p.s: chapter yg ini motongnya gak pas banget, jd sori yaa hehe xD

 

Entah sebenarnya sudah seberapa jauh mereka (Chanyeol dan Luhan) berjalan menjauhi pintu gua, karena sejak berjam-jam yang lalu, Chanyeol heran kenapa mereka tidak kunjung sampai sejak mereka memutuskan untuk kembali ke pintu gua dan mengambil kristal batu EXO Power yang tertinggal di sana. Ini bukan berarti dia sudah siap dan berani untuk menghadapi Medusa yang ganas itu, dia hanya merasa lelah berjalan tanpa sekalipun beristirahat.

“Luhan…” panggil Chanyeol dengan suara yang benar-benar terdengar kelelahan. Sebagian suaranya bahkan sudah hilang dan terdengar serak. Dia haus dan butuh tidur sekarang. Dia bukanlah seperti Luhan yang seorang Legend yang pasti memiliki tenaga lebih besar daripada dirinya yang hanya manusia biasa.

Luhan berbalik dan menatap Chanyeol dengan wajah datar. “Kenapa?”

“Aku… lelah. Bisakah kita beristirahat sampai besok pagi?” ucapnya dengan wajah memelas.

“Baiklah, kita lanjutkan besok pagi,” kata Luhan kemudian setelah berpikir beberapa saat. Wajahnya tenang dan datar, sama sekali tidak menyisakan raut paniknya tadi saat mengetahui Legend Lightning dalam masalah hingga mengeluarkan cahaya yang cukup terang pada Kristal batunya.

Chanyeol sempat heran dengan perubahan sikap Luhan yang terlalu cepat ini. Terkadang Luhan menjadi seorang pria yang dewasa, terkadang menjadi pria yang penakut, terkadang menjadi pria yang gampang panik, dan sekarang Luhan menjadi seorang pria yang datar—malah kelewat dingin. Chanyeol sampai bertanya-tanya dalam hati, apakah memang sikap seorang Legend seperti itu atau memang sudah sifat Luhan yang seperti itu? Ataukah memang ada alasan lain yang bisa menjelaskan situasi ini dengan masuk akal?

Ah, sepertinya karena terlalu lelah, otak Chanyeol menjadi berpikir yang macam-macam dan aneh. Sebaiknya dia berhenti melakukan hal itu karena bukan tidak mungkin Luhan dapat membaca isi pikirannya saat ini.

Chanyeol mengeluarkan kantong tidur dari dalam tasnya dan mengamparnya di samping Luhan yang sedang menyiapkan alat tidurnya. Luhan hanya membawa selembar selimut tipis yang digunakanya sebagai alas tidur. Tidak ada kain lagi untuk menyelimuti dirinya, hanya berharap bahwa cuaca malam Asphodel tidak terlalu dingin.

“Hey, Lu…” Chanyeol kembali membuka suara saat dirinya tidak kunjung tidur. Tubuhnya memang lelah, tapi entah kenapa otaknya terus memaksanya untuk berpikir hingga membuatnya sulit tidur.

“Kau sudah tidur?” tanya Chanyeol lagi saat Luhan tidak juga mengeluarkan suara untuk menyahut dirinya. Chanyeol mendudukkan tubuhnya dan mengintip Luhan, memeriksa apakah Luhan benar-benar sudah terlelap atau belum. Chanyeol kembali berbaring pada kantong tidurnya ketika melihat Luhan sama sekali tidak bergerak. Mungkin sebenarnya ia lebih lelah karena ketimbang Chanyeol, Legend itu harus mengirimkan sinyal telepati pada Legend lain dan itu pastinya akan mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit.

Ia meraih buku usang kakeknya yang terselip di balik mantel yang tidak dilepasnya. Dengan menyalakan senter dengan cahaya yang kecil, Chanyeol kembali membuka-buka buku usang itu. Ia mencermati setiap informasi yang ada di buku tersebut. Walau sudah ratusan kali membacanya, ia pasti ada melewatkan satu hal penting.

“Hey… tunggu sebentar…” Chanyeol bergumam dengan kedua alisnya bertaut bingung.  Ia bangkit dari posisi tidurnya dan mendudukkan tubuhnya. “Kenapa di sini tidak tertulis satu pun informasi tentang Legend Telepathy? Bukankah seharusnya dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, Legend Telepathy pasti termasuk Legend yang diyakini ada. Seharusnya kakek memperhitungkan hal ini, kan?”

Chanyeol kembali membuka halaman-halaman buku itu sambil berusaha tidak mengeluarkan suara. Ia kemudian membalikkan tubuhnya, membelakangi Luhan yang sudah tertidur. “Legend… Telekinesis? Kenapa ciri-cirinya sama dengan Luhan?”

“Siapa dia sebenarnya? Legend Telepathy atau Legend Telekinesis?” gumam Chanyeol lagi sambil memperhatikan Luhan dengan kerutan dalam di sekitar keningnya. Pegangannya pada buku usang itu semakin erat. Entah kenapa, perasaan aneh mulai menyelimuti dirinya.

“Atau dia adalah seorang penipu? Luhan, siapa kau sebenarnya?”

***

“Lay! Bagaimana ini? kita dalam masalah besar!” bisik Kai panik sambil menyikut Lay di sebelahnya. Lay sendiri hanya berdiam mematung sambil mengepalkan kedua tinjunya, menahan seluruh rasa takut yang menderanya. Keringat yang sedari tadi membasahi tubuhnya makin deras keluar.

“Bukankah sudah kubilang kalau tempat ini berbahaya?” balas Lay juga sambil berbisik. Suaranya terdengar sedikit gemetar, namun ia mencoba sekuat tenaga untuk tidak panik. Kai yang ada di sebelahnya sudah cukup panic, dan ia tidak mungkin menambahnya. Kalau ia ikutan panic, keadaan makin runyam. Lay harus bisa berpikir dengan jernih agar bisa selamat dari tempat ini.

Kris yang masih ada di atas tangga terakhir, hanya tersenyum kecil melihat kedua orang dihadapannya. Ia bisa melihat jelas bagaimana mereka takut dengan kedatangannya. Mungkin, untuk kali ini dia bisa bersikap sedikit lebih ramah. “Kenapa kalian diam saja? Kalian bisa masuk untuk menghangatkan badan kalian,” ucapnya dengan nada dingin yang terdengar sedikit ramah.

Kai tersenyum lebar saat menyadari bahwa Kris tidak seburuk yang diduganya. Mungkin ucapan Lay tentang Raja Naga itu tidak semuanya benar. Mungkin benar bahwa Raja Naga adalah orang yang dingin, tapi terlepas dari semua itu dia adalah orang yang baik, pikir Kai.

“Terima kasih!” kata Kai antusias dan melangkahkan kakinya lebih dalam ke dalam menara sambil menarik Lay yang hanya menuruti Kai. Lay sudah tidak bisa berpikir. Ke mana saja dia melangkah, dia pikir dia pasti akan mati. Tepat di belakang mereka, ada seekor naga hitam besar yang siap menyemburkan apinya, dan di depan mereka ada pemilik naga hitam itu. cepat atau lambat, toh dia akan mati juga, pikir Lay.

“Mari aku antar ke ruang tengah. Di sana ada perapian, kalian bisa menghangatkan diri,” kata Kris lagi kemudian memimpin mereka menuju ruangan yang dimaksud Kris.

Kai mengedarkan pandangan sambil terus berjalan menaiki tangga, mengikuti Kris. “Hey, Lay, aku bingung dengan satu hal. Kalau Menara Drakon memang berada di pucak Gunung Omorphos, kenapa aku tidak merasakan bahwa kita tadi berjalan menanjak?” tanya Kai, lalu menoleh ke Lay yang ada di sebelahnya.

“Itu adalah salah satu keanehan Gunung Omorphos. Tadi kau bisa merasakan suhu semakin dingin bukan? Aku baru menyadarinya sesaat sebelum kau pergi ke sini,” jawab Lay.

Kai hanya mengangguk-angguk kecil saat mendengar perkataan Lay. Ia tidak begitu kaget tentang keanehan yang dijabarkan Lay, karena planet yang ditinggalinya memang penuh dengan keanehan, penuh dengan mitos tidak masuk akal.

“Kalian bisa beristirahat di sini sambil menunggu badai berhenti. Kalau ada perlu, kalian bisa memanggilku di puncak menara,” ucap Kris tiba-tiba saat mereka berada di depan sebuah pintu kayu yang agak besar. Ia mendorong pintu itu dan tampaklah sebuah ruangan yang cukup luas dengan minim perabotan. Hanya ada satu kursi panjang dari bambu, satu perapian yang apinya belum menyala, sebuah tikar tipis yang ada di depan perapian, dan sebuah jendela besar tanpa gorden. “Hanya ini yang aku punya,” lanjutnya.

Bagi Lay, ruangan itu sudah lebih dari cukup. Gubuknya yang ada di bagian luar Obeline, kondisinya kurang lebih sama dengan ruangan ini. Hanya saja, gubuknya jauh lebih kecil dan ada sebuah dipan sebagai tempat tidurnya. Sebenarnya, dengan Kris tidak membunuh mereka saja itu sudah lebih dari cukup.

Kai mengangguk kecil pada Kris yang melangkah pergi begitu saja sambil memberinya sebuah senyum tipis. Kai tidak bisa protes karena dapat tempat beristirahat begini saja sudah cukup membuatnya bersyukur. Walaupun selama ini dia tidur nyaman di dalam apartemennya dengan ranjang dan selimut hangat yang menyelimuti dirinya, Kai harus bisa menyesuaikan diri di tempat ini.

***

“Aku baru tahu kalau di Obeline ada sebuah danau,” Lay bergumam sambil memperhatikan hutan Obeline dari jendela yang menempel di sisi dinding. Lay sudah terbangun sejak subuh tadi dan sekarang langit sudah tampak cukup cerah. Saat itu, dia baru melihat ada sebuah danau di Obeline yang ia baru ketahui keberadaannya. Ah, wajar saja, Obeline itu terlau luas untuk dijelajahi Lay.

Sedangkan Kai masih tertidur di depan perapian yang sempat mati, namun Lay kembali menyalakannya. Tubuh Kai terbungkus selimut yang ia bawa sambil meringkuk seperti orang kedinginan. Dari tempatnya berdiri sekarang, samar-samar Lay bisa melihat bulir-bulir keringat sebesar biji jagung di dahi Kai. Seluruh tubuhnya gemetar dan bibirnya terlihat sedikit kebiruan. Tunggu sebentar, biru???

Dengan segera Lay menghampiri Kai saat menyadari keanehan tubuh Kai. Ia membetulkan posisi Kai dan menempelkan telapak tangannya di dahi Kai. Tidak panas. Suhu tubuhnya sangat normal. Tapi, kenapa keringat begitu membasahi tubuhnya dan bibirnya kebiruan?

“Kai…” ucap Lay dengan suara kecil sambil menepuk-nepuk pelan pipi Kai. Sesekali ia hapus keringat-keringat itu dengan tangannya. “Apa kau baik-baik saja?” tanya Lay lagi.

Kai hanya menjawab dengan suara lenguhan kecil dan gumaman tidak jelas. Lay hanya bisa menangkap kata ‘dingin’ dari gumaman Kai. Mata Kai masih terpejam rapat dan tubuhnya semakin meringkuk walaupun Lay tadi sempat membetulkan posisi tidurnya.

“Racun Danau Lerna.” Suara Kris yang datar tiba-tiba terdengar dari ambang pintu. Lay berbalik dan mendapati Kris sudah berdiri di sana sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Danau… Lerna?”

Kris menarik satu sudut bibirnya kemudian menghampiri Lay yang berjongkok di samping Kai yang tengah meringkuk kedinginan. “Ya. Danau Lerna adalah danau yang letaknya ada di pintu keluar Obeline. Tidak jauh dari Zanzibar.”

“Maksudmu danau yang terlihat dari sini?”

“Benar sekali. Danau itu memiliki air yang beracun. Sekali kau terjatuh ke dalam danau itu, kau tidak akan bisa keluar. Danau itu akan mengurungmu dalam air selamanya. Tertahan oleh waktu,” jelas Kris sambil mengamati Kai. “Dan keadaannya sama dengan keadaan orang yang terkena racun Danau Lerna,” lanjutnya sambil melirik ke arah Kai.

Lay mengerutkan kening mendengar penjelasan Kris. Lay sama sekali tidak tahu tentang danau itu. Mungkin itu karena memang gubuknya terletak jauh dari Danau Lerna. Terlebih lagi, ia tidak yakin bahwa Kai pernah ke danau itu, karena setahunya Kai ingin pergi ke Zanzibar yang berarti berdekatan dengan Danau Lerna. Seharusnya kalau dia memang pernah ke danau itu, Kai tidak akan bertemu dengannya.

Ia menoleh ke arah Kris. “Kau punya penawar racun?” tanya Lay.

“Tidak ada satu orang pun yang mempunyainya. Aku dengar satu-satunya penawar racun Danau Lerna adalah Mutiara Abernathy yang ada di dasar Atlantis.”

“Atlantis?! Kau gila? Itu jauh sekali!” Lay memekik sambil menatap Kris dengan pandangan tidak percaya. Entah kemana perginya rasa takut yang dideranya semalaman terhadap pria yang baru saja diteriakinya ini. Mungkin untuk sesaat dia lupa bahwa lelaki itu adalah seorang Raja Naga, salah satu manusia yang paling ditakuti di EXO Planet.

Kris mengangkat kedua bahunya acuh.  “Atau kau bisa pergi ke Danau Lerna. Aku juga pernah mendengar desas-desus Mutiara Abernathy juga tersimpan di dasar Danau Lerna. Tapi, Danau Lerna lebih berbahaya bukan dari Atlantis?”

“Setidaknya aku akan mencoba pergi ke sana,” kata Lay kemudian setelah berpikir beberapa saat. Ia bangkit dari posisinya setelah merapikan selimut Kai yang masih terlihat keringatan, namun juga merasa kedinginan. Bibirnya semakin membiru dan tubuhnya mulai menegang dengan mata tertutup.

“Kau mungkin akan menghadapi Hidra di sana,” Kris menyahut. Matanya mengikuti gerak-gerik Lay yang sedang melihat keluar jendela, menatap Danau Lerna yang terlihat sangat jelas dari sana.

“Hidra?”

“Naga air berkepala 9. Jika kau menebas satu kepalanya, dua akan muncul kembali. Kemungkinan kau akan mati jika ke Danau Lerna.”

Lay terperangah dan segera menutup mulutnya yang sedikit terbuka karena terkejut dengan ucapan Kai. Ia meneguk liurnya, “jika itu memang naga, seharusnya kau bisa mengendalikannya bukan?”

“Tidak. Hidra diluar kendaliku. Aku hanya bisa memerintahkan naga yang ada di menara ini.”

Bibir Lay tertarik ke atas, menampilkan senyum getir di wajahnya yang terlihat kelelahan. “Kalau begitu aku tetap harus mengambil mutiara itu. Aku tidak bisa membiarkannya mati,” ucap Lay lalu melirik ke arah Kai yang terbaring lemah, hembusan nafasnya terdengar berat. Jika dibiarkan, keadaan Kai akan semakin parah dan berujung pada kematian.

Kris mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti dengan ucapan Lay. Kenapa Lay mau bersusah payah dan rela mati demi orang lain? Apa Lay tidak perduli dengan nyawanya? Dari dulu Kris selalu susah memahami orang-orang seperti Lay.

“Kenapa kau mau membahayakan dirimu hanya karena dia?”

Lay tersenyum kecil. “Walau aku baru bertemu dengannya kemarin, tapi aku tidak bisa membiarkannya mati begitu saja. Jika aku bisa menolong orang lain dengan kemampuanku, aku pasti akan menolongnya. Lagipula, aku merasa jika Kai tidak boleh mati sekarang.” Lay menghentikan perkataannya, kemudian kembali memandang Kai.

“Keadaannya semakin memburuk. Aku harap kau bisa mengawasinya di sini. Aku pergi dulu, Kris,” kemudian ia berlalu pergi dengan sebuah senyum di wajahnya, meninggalkan Kris yang tengah kebingungan dengan sikap Lay yang terlalu baik hati. Kris bahkan tidak menyadari bahwa ada orang yang berani memanggil namanya begitu saja. Sejak dulu, orang-orang selalu menjauhinya dan tidak pernah memanggil namanya. Orang-orang selalu memanggilnya dengan sebutan ‘Raja Naga’ atau ‘orang itu’, bahkan orangtuanya sekalipun bersikap dingin padanya sejak kecil. Inilah yang membuatnya tumbuh menjadi manusia dingin yang tidak suka bersosialisasi.

“Kalau kau, aku yakin kau bisa melewati seluruh masalah itu,” Kris bergumam sambil menatap pintu tempat Lay menghilang tadi.

To Be Continued…

Advertisements

26 thoughts on “[FF] EXO Planet Era (Chapter 9)

  1. feby March 15, 2014 / 1:32 pm

    Daebak bgt min di tunggu kelnjutan nya ya ^^

    • raishaa March 15, 2014 / 1:39 pm

      Hahaha iya, siap. Makasih udah baca yaa ^-^

  2. sena March 18, 2014 / 8:58 pm

    lanjutannya cepat-cepat ya min

    • raishaa March 18, 2014 / 8:59 pm

      Siappp 😀 makasih udah baca yaa ^-^

  3. Kim Hyun Jae March 19, 2014 / 11:46 pm

    Akhirnya setelah saya menunggu hingga lumutan dan diubah menjadi batu oleh penyihirt(?) Ni ff keluar juga berasa terbang gitu thor

    Tapi entah ini keliatannya aja atau emang ni ff nyang kependekan
    Lah yang keluar cuman kriskailay toh,chanyeol ama Luhan nyempil dikit doang

    Tapi tetep this ff jjang^^><

    • raishaa March 20, 2014 / 10:38 am

      Hahaha makasoh udah baca ^-^
      Ini panjangnya sama kok, untuk beberapa chapter terakhir ini emang difokuskan ke kriskailay dulu chingu, tp yg lain bakal tetep muncul seiring dgn perjalanan mereka wkwkwk
      Sekali lagi makasih loh yaaa 😀

  4. Liuna March 21, 2014 / 12:01 pm

    Ye! Akhirnyaaaaaaa dilanjutt!!!
    *Jingkrak-jingkrak di kamar.
    *Dilempar panci

    Annyeong, Raisha! Liuna, istri Chen Chen yang paling cantik jelita (?) balik lagi!! ^_^ Mian ya, baru bisa mampir hari ini. Back to story. Hm, aku bingung nih. Luhan itu nantinya pake nama yang mana? Legend Telepathy apa Legend Telekinesis? Kris kurang serem. Nggak tau sih, kayak kurang ganas (?) gitu. Aku sih ngarepnya Kris dibikin lebih serem. Di bayanganku, Kris bakal bikin Lay ama Kai ketakutan dulu, misalnya mengepung mereka pake naga-naganya. Trus, ada sesuatu dalam diri Kris yang -entah kenapa- nggak kepengen mereka berdua mati. Barulah akhirnya Kai ma Lay diperbolehkan tinggal di menaranya.

    Tapi ya sebenernya ini udah seru. Cuman bakal lebih seru aja kalo mereka berdua dibikin ketakutan dulu. Hehe. Wah … Atlantis udah mulai disebut nih. Kayaknya Suho bakal segera muncul. Danau Lerna yang ada Hidra-nya keren lho! Ide Hidra yang punya kepala sembilan itu bagus. Pertarungan Lay vs Hidra (kalo ada) dibikin agak panjang, ya. Biar makin seru. Aku jadi penasaran, kira-kira Kris bakal bantu Lay ga ya?

    Ceritanya makin seru! Hubungan diantara mereka berdua belas udah mulai keliatan. Jadi nggak sabar nunggu kelanjutannya! So, keep writing! Kalo bisa chapter selanjutnya dibikin lebih panjang, ya ^_^.

    • raishaa March 21, 2014 / 6:56 pm

      Hohoho makasih udah dateng yaaps 😀
      Kalo soal kris yg kurang serem dan lain-lain, aku emang dari awal nggak ada rencanain dia jadi jahat gitu. Lagian temanku yg ngebiasin kris entar ngamuk sama aku gara biasnya digituin wkwkwk xD
      Dan soal luhan yg namanya emang labil, itu emang sebuah misteri bagi aku(?). Enggak kok, ntar bakal terungkap semuanya. Tapi yaa nanti, seiring berkembangnya waktu semua bakal jelas.
      Trus soal lay vs hidra. Emm, mungkin kalo entar emang ada, aku usahain seperti yg km saranin deh. Soalnya aku sendiri kurang jago bikin yg begituan. Kurang suka horor sih /?.
      Oke, sekali lagi makasih udh berkunjung dan baca yaa. Semoga chapter depan bakal lebih panjang. Ini semua tergantung mood aku dalam menulis sih. Hehehe ^-^

  5. Haura March 30, 2014 / 9:59 pm

    Keren banget thor ff nyaaaa, 2 jempol deh. Bacanya bikin greget, abisan penasaran ._. Tapi aku bingung si maknae sehun kemana nih? Diumpetinkah sama author? Hehe, cepet di next ya thor ^^

    • raishaa March 30, 2014 / 10:02 pm

      Sehun nya aku ambil, aku suruh jadi asisten di rumah wkwkwk 😀 makasih udah baca yaa, silahkan tunggu chapter berikutnya ^-^

  6. Nicha April 1, 2014 / 10:20 pm

    Annyeong~ aku reader baru…
    Keren ff nya thor .. daebak.
    Lanjut thor
    Keep writing^^

    • raishaa April 1, 2014 / 10:25 pm

      Iyaa, welcome yaaps ^-^ makasih udah berkunjung dan baca 😀

  7. indrikyu88 April 17, 2014 / 1:47 pm

    YAHHHH…. kok TBC sihhhh 😦 aku kan penasaran ama keadaan kai 😦 , pliss thor kelanjutan nya jangan lama lama yaaa , truss next chap lebih panjang lagi klo bisa sampe 10 ribu words, kkkkkkk 😀 . Next chap nya di tunggu 😀

    • raishaa April 17, 2014 / 2:17 pm

      Hehe iyaa, next chapter mudahan bisa lebih panjang dan dalam waktu dekat ini semoga saya bisa publish chapter 10-nya. Makasih udah berkunjung dan baca yaaa ^-^

  8. amanda fidella tryxie moeis April 27, 2014 / 3:52 pm

    chingu aku boleh share ffnya gak dipage aku ??

    • raishaa April 27, 2014 / 3:55 pm

      Boleh, tapi pake credit yaaa ^^

  9. Shin Hyun Young May 21, 2014 / 11:23 pm

    Annyeong author-nim…
    sebelumnya mian aku baru comment di chap ini…
    jeongmal mianhae… ._.v
    Ini ceritanya seru bgt!
    meski blm semua Legend yg sadar akan kekuatannya dan blm semua Legend berkumpul (?) Dan itu berarti ff ini masih punya jalan cerita yg panjang
    tapi kadang aku teriak” sendiri waktu ngebayangin scene” di ff ini
    apalagi kalo udh menyangkut Twin Tower EXO -_-
    Ngomong” Twin Tower, spa yg nnti punya ikatan sama Kris? Secara spesifik (?) Maksudku…
    Chanyeol kah? Soalnya KrisYeol punya kekuatan yg mirip kan?
    dan…
    spa yg pas di airport ngomong sama Baekhyun? Awalnya aku kira Kris, karena ‘tinggi dan berwajah datar’ tapi Kris kan diasingkan… jadi aku beralih ke Sehun… bener ngga?
    Knp Kai bisa kena racun danau Lerna? Dia ngga pernah sekalipun ke sana kan?
    Oh! Soal Luhan… kyknya Chanyeol mulai agak curiga sama Luhan karena dia bilang dia itu Legend Telepathy tapi sebenarnya (dan yg ada di catatan kakek Chanyeol) dia itu Legend Telekinesis, bener ngga?
    duh apa lagi ya?
    aku lupa mau ngomong apa aja -_-v
    itu aja deh ya… mian kalo panjaaaaang bgt ^^v
    next chap ditunggu ya secepatnya~~
    hwaiting! ^^

    • raishaa May 21, 2014 / 11:32 pm

      Duuhh makasih atas review nya yaah, bikin saya jadi semangat tengah malam gini 😀 dan tentu bikin saya tambah semangat menyelesaikan chap selanjutnya..

      Well, saya emang dari awal udah menduga ff ini bakal panjang banget, apalagi udah nyampe chapter segini dan belum ada kemajuan yang berarti hehe.
      Dan soal yang kamu pertanyakan disini, entar bakal terkupas di chap2 berikutnya kok. Tenang aja ^^

      Makasih udah baca yaaa, makasih udah komen, makasih udah suka ^^v semoga saya bisa melanjutkn chapter berikutnya secepatnya. Tapi berhubung bentar lagi mau ujian naik kelas, mungkin mandek lagi dan bakal susah ngepost ff baru hehehe

      By the way, salam kenal yaps reader-nim ^-^

      • Shin Hyun Young May 22, 2014 / 10:25 am

        Hehe ok~ aku tunggu chap selanjutnya ajaaa 😀
        sebenarnya aku juga lagi ulangan akhir semester -_-
        tapi lagi libur karena ada upacara adat, makanya bisa lebih santai~ 😀
        hehe salam kenal juga~ ^^

  10. sehunniexoxo May 23, 2014 / 1:11 pm

    Yreyyy lanjutannya dongg!!! Baruuu banget nemuuuu!!

    • raishaa May 23, 2014 / 1:28 pm

      Iyaa, secepetnya bakal dilanjut kok. Makasih yaa ^-^

  11. karinekim June 8, 2014 / 10:50 pm

    annyeong author-nim…..
    sblumya mian nae bru bsa commen d Chap ini….. jeongmal mianhae……^_^
    crtanya daebakk thor……
    cptan publis next chap y thor uda gk sbar mau lhat klnjutan crta y
    ihh… nae bgung mau gmog apha lagie pkok y FF y Daaaaeeeeebbbbaaakkk dech…..
    gk bsa commen bnyak soalya crtnya bner2 WOW dech….. ( nae smpek ngis n jgkrak2 bca y * Lbay kmat heheh…..* )
    thor bgian sehun oppa kok dkit bget lbih bnyakin doeg please…. jebball….
    inti y FF author kren + ddaaaeeeebbbaaakkk n slam knal y thor ….
    next chap y di tggu sgrah…..
    hwaiting….hwaiting….hwaiting thor……!!! ^_^

    • raishaa June 8, 2014 / 11:06 pm

      Annyeong jugaa ^-^
      Iyaa rencanany bentar lagi mau publish yg chapter 10 nya karena baru sempet nyelesaikan yg chp10 saat UKK dan baru bisa ngepost dlm wktu dekat.
      Makasih yaa udah baca ff ini, padahal ff nya absurd gini 😀 untuk sehun ntar makin dibanyakin kok di chpter2 selanjutnya. Sekali lagi makasih yaaa

  12. niza November 9, 2014 / 10:03 am

    kai terkena racun……???
    Apa lay tdak bisa menyembuhkan.y ???????? Dia khan healing ???????

  13. Joe February 18, 2016 / 10:32 pm

    fyuh~ untung deh kalo kris gk segalak itu. stidaknya masih ada baiknya si dia, walapun dingin gitu.
    lho, kai keracunan air danau? kapan dia kedanaunya??
    ya ampun yeol, luhan itu telekinesis powernya, tpi dia juga bisa bertelepati. gk kepikiran apa?? aduh, gk peka banget sih jadi orang. gemes pengen njitak nih kalo gini critanya. huft!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s