[FF] EXO Planet Era (Chapter 10)

exo planet era

Title : EXO Planet Era [Chapter 10]

Author : Rai Sha

Main Cast : All Member Exo

Support Cast : Other Cast

Genre : Fantasy, Brothership, AU

Rating : Parental Guide

Length : Chaptered

Disclaimer : member Exo milik Tuhan, orangtua, dan SME. Kecuali Luhan punya saya XD #plakk seluruh alur dan cerita punya saya!
WARNING : ini ff GAJE tingkat stadium akhir. Jadi, hati-hati setelah membaca ini perut anda akan merasa mual dan pusing. NO PLAGIAT HERE!

 

Aarggh tolong jangan lempar sayaaa. Saya tahu saya tiba-tiba menghilang tidak jelas tanpa memberi kabar bahwa saya sedang hiatus. Saya habis diserang writer’s block selama sebulan lebih dan baru-baru saja sembuh. Dan oke, sebenarnya chapter yg ini udah lumayan membusuk di laptop dan saya baru sempat di publish sekarang gara-gara baru selesai UKK. Tolong, maafkan sayaa. Ff yang lain bakal menyusul dan saya lagi buat ff baru hehehe. Yaudah lah, yang penting sekarang Happy Reading ^-^

 

“Ayah, Ibu, bisakah kalian tidak pergi?” terdengar rengekan seorang bocah. Ia menengadah, menatap kedua orangtuanya dengan penuh harap agar mereka tidak meninggalkannya. Matanya terlihat ingin menangis dan kedua tangannya menggenggam tangan ibunya dengan erat.

“Minseok, persediaan makanan sudah habis, kami harus ke laut untuk kelangsungan hidup kita. Tenanglah. Pasti kami akan baik-baik saja,” ucap seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu dari bocah bernama Minseok itu. ia berjongkok, menyamakan tingginya dengan anak itu, kemudian tersenyum menenangkan sambil mengelus-elus rambut anaknya dengan sayang. “Tenang saja Minseok. Kau akan baik-baik saja, kami akan baik-baik saja, kita akan baik-baik saja. Percaya pada Ibu.”

“Tapi, Bu, aku dengar dari penduduk desa bahwa sebentar lagi akan turun badai besar,” kata Minseok dengan suara yang mulai bergetar.

“Tidak akan ada badai, Minseok. Apa kau melihat tanda-tanda akan terjadi badai? Langit malam ini akan cerah, nak. Besok pagi kami sudah akan di dalam Igloo kita. Ayah janji,” sahut lelaki bertubuh tegap dan berwajah tegas. Dilihat dari perawakannya, ia adalah orang yang tangguh.

“Benar, sayang. Kita semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir,” lanjut ibu Minseok sambil memeluk anaknya yang mulai menangis. Entah kenapa, walau kedua orangtuanya sudah berkata seperti itu dan langit tidak menampakkan tanda-tanda akan terjadi badai, rasa aneh yang ada di dalam dadanya seperti tidak bisa hilang.

Dan begitulah. Ayah dan ibu Minseok tetap bersikeras pergi mencari makanan di laut, padahal seluruh warga desa sedang menyiapkan diri untuk persiapan badai besar. Beberapa warga desa yang mengetahui niat mereka menahannya, tapi seakan tidak mendengar, mereka tetap pergi meninggalkan Minseok.

Badai benar-benar berlangsung malam itu, membuat Minseok yang masih berumur 10 tahun itu meringkuk di dalam sudut Igloo-nya. Seluruh tubuhnya gemetaran, memikirikan nasib orangtuanya yang sedang berada di tengah lautan dalam badai besar seperti ini. suara petir terdengar saling bersahutan di luar sana, bahkan beberapa kali terdengar suara sambaran petir. Dalam gelap, Minseok menangis dalam diam sambil terus berdoa bahwa semuanya akan baik-baik saja seperti yang dikatakan orangtuanya.

Esok paginya, Minseok terbangun dari tidurnya dan masih tidak mendapati kedua orangtuanya dimanapun. Begitu juga dengan esok harinya, dan esok harinya. Beberapa tim pencari dikerahkan, namun selama seminggu pencarian tidak juga membuahkan hasil dan mereka memutuskan bahwa orangtua Minseok meninggal akibat badai.

Minseok hanya bisa terdiam saat seluruh warga desa mengasihaninya. Ia tidak menangis, namun pandangan matanya kosong. Mulai saat itu, Minseok yang cengeng sudah lenyap. Ia harus mandiri dan tegar dalam hidupnya karena mulai saat itu, ia hanya sendiri. Ia tidak bisa terus mengandalkan belas kasihan orang lain terus-menerus dan ia harus memikirkan cara agar bisa bertahan hidup.

Dan namanya bukan lagi Minseok, namanya mulai saat itu adalah Xiumin.

 

***

 

Xiumin terbangun dari tidurnya akibat guncangan kecil di tanah tempat ia berbaring. Samar-samar, sebelum ia terbangun tadi ia sempat mendengar teriakan orang-orang di luar guanya sebelum terjadi gempa kecil yang membuatnya terbangun.

Masih dengan setengah sadar, ia bangkit dari tidurnya dan mengelus kedua lengannya saat merasakan udara dingin di sekitarnya. Ini sedikit aneh karena biasanya ia tak pernah merasa kedinginan kecuali saat badai salju berlangsung. Xiumin mengucek sebelah matanya dan mengerutkan kening saat melihat keadaan sekitarnya.

Gelap gulita.

Tangannya meraba-raba samping kantong tidurnya, mencari-cari korek api untuk menyalakan obor. Xiumin meraih kotak korek api dan membukanya. Ia ambil sebatang korek dan berjalan ke dinding gua untuk meraih obornya. Dinyalakannya obor itu dan sekitarnya mulai diterangi oleh cahaya remang dari obor.

Xiumin melangkahkan kakinya ke arah pintu gua sambil diterangi cahaya pendar obor yang kemerahan. Samar-samar bisa terlihat kepulan asap putih yang keluar disetiap kali ia bernafas. Suhu benar-benar terasa dingin dan sejujurnya, ini pertama kalinya ia merasa kedinginan sejak… entahlah, sekitar 10 tahun mungkin? Yang jelas, seingat Xiumin ia sudah lama sekali tidak merasa sedingin ini, hingga rasanya seperti akan beku saja sekarang.

Langkah kaki Xiumin terhenti saat melihat tumpukan salju di pintu gua. Keningnya mengkerut. Hey, tunggu sebentar, kalau ada tumpukan salju yang menutupi pintu gua, bagaimana caranya Xiumin bisa keluar?

“Xiumin! Kau baik-baik saja di dalam sana?” terdengar teriakan samar-samar dari luar. Beberapa terdengar suara orang saling berteriak mencari bantuan.

Xiumin mengangkat pandangannya dari salju dan mencoba berbicara sekencang yang dia bisa. Berbicara dengan terhalang salju itu melelahkan, kau tahu? Apalagi saljunya sampai setebal ini. “Yaaaa. Aku baik-baik saja! Bagaimana keadaan di luar?” balasnya.

“Semua baik-baik saja di sini. Hanya saja, mungkin butuh waktu berjam-jam agar bisa mengeluarkanmu dari sana,” sahut pria itu, dengan suara kencang. Namun, alih-alih terdengar nyaring, suara pria itu malah terdengar samar-samar akibat tebalnya salju yang menghalangi mereka.

“Ugh. Aku bisa mati kedinginan jika seperti ini caranya,” gumam Xiumin yang kemudian menaruh obor di tangannya dan mencari satu-satunya jaket tebal berbulu yang ia punya yang tergantung di dinding gua.

“Yeah. Aku juga lapar dan aku sama sekali tidak mempunyai makanan lagi,” gerutunya sambil memasangkan jaket itu ditubuhnya. Ia meraih syal yang warna aslinya sudah pudar dan melilitnya di lehernya. Entah sudah berapa lama ia tidak menggunakan syal itu sampai-sampai warnanya berubah.

“Dan aku akan benar-benar mati beku jika diam menunggu seperti ini. aku harus mencari jalan keluar dari gua ini,” katanya. Ia ambil kotak korek api dan ia masukkan di sakunya, kemudian ia angkat obor itu dan berjalan masuk lebih dalam ke dalam guanya.

Sejujurnya, walau gua ini memang hak miliknya dan ia sudah tinggal di gua ini selama bertahun-tahun, ia tidak pernah sama sekali masuk terlalu dalam ke dalam guanya. Oh, bagaimana jika selama ini ia tinggal bersama seekor beruang? Tidak. Tentu saja tidak mungkin. Jika memang ada seekor beruang yang tinggal dengannya selama ini, pasti beruang itu sudah keluar dari dulu dan menyerang Xiumin. Guanya pasti aman. Tapi, kenapa persediaan makanan Xiumin cepat sekali habis padahal dia sendiri tidak makan terlalu banyak? Bagaimana jika memang beruang itu mengambilnya secara diam-diam? Oh, sudahlah. Itu sama sekali tidak mungkin. Sepertinya akibat kedinginan berlebihan Xiumin menjadi terlalu paranoid.

Dan sebenarnya, Xiumin memang takut dengan beruang dan berharap dalam hati bahwa sikap paranoidnya salah besar.

 

***

 

Chanyeol’s POV

Aku hanya menghabiskan waktu beberapa jam dalam tidurku dan itu berarti aku masih sangat mengantuk sekarang.

Selama beberapa jam tadi malam kuhabiskan dengan membaca berulang-ulang buku tua milik kakekku. Aku tidak berharap menemukan informasi bagus lain sebenarnya, tapi gara-gara mataku—yang entah kenapa sangat sulit untuk tertutup tadi malam padahal tubuh ini sudah meraung-raung untuk istirahat—aku jadi menyadari satu hal yang sangat ganjil dan membuatku berpikir semalaman sampai akhirnya aku tertidur karena tidak tahan dengan dinginnya malam Padang Asphodel.

Berkali-kali aku meyakinkan diriku bahwa penelitian kakekku selama ini memiliki sedikit kesalahan. Namun, kemudian aku berpikir, seberapa seringkah kakekku salah? Itu hampir tidak pernah. Yaah, walaupun banyak orang mengatainya sebagai peneliti yang kurang waras karena terlalu percaya pada mitos planet kami, tapi semenjak aku mengikuti jejaknya, hasil-hasil penelitiannya menunjukkan kebenaran. Dan sampai sekarang aku masih berharap bahwa dugaannya tentang kehancuran EXO Planet yang semakin dekat itu salah, namun dengan ditemukannya beberapa Kristal batu olehku, aku jadi berpikir semua itu benar.

Kadang aku menyesali kenapa juga aku harus repot-repot menjadi peneliti seperti Kakek dan mencari Kristal batu yang sebelumnya tidak diyakini ada. Semua penelitian ini membuatku gila dan jadi melupakan indahnya masa-masa pertumbuhan. Seharusnya aku tumbuh menjadi lelaki tampan sekaligus pintar yang digandrungi banyak gadis, bukannya menjadi peniliti di usia muda seperti ini. Aku jadi tidak bisa menikmati indahnya masa muda dan harus menjalani hidup dengan cemoohan dibelakangku (kadang aku ingin menonjok mereka saat tanpa sadar aku mendengar mereka menghinaku dan kakekku).

Lalu entah kenapa, saat mendengar kakekku dinyatakan tewas di Padang Asphodel karena tidak pernah kembali dari sana sejak 10 tahun silam, aku mendengar pikiranku berkata bahwa aku harus meneruskan jejaknya. Saat masih kecil, aku sering mendengar ocehan Kakek tentang planet kami yang dulunya bernama bumi. Namun, kemudian bumi dihancurkan oleh meteor besar dan puing-puing yang tersisa dari kehancuran itu terombang-ambing selama ribuan tahun di angkasa luar sana. Dari puing-puing itulah terbentuk sebuah planet baru yang dinamakan EXO Planet. Yaaah, masa kecilku dipenuhi dengan dongeng dan mitos-mitos semacam itu. Kakek tidak pernah bosan menceritakannya padaku, membuatku tanpa sadar jadi menghafal sejarah planet kami (di jaman sekarang ini sudah banyak orang yang tidak mempercayai mitos-mitos seperti itu dan melupakannya. Aku dan Baekhyun hanyalah sedikit dari orang-orang yang mengetahui sejarah planet kami).

Langkah pertama yang kulakukan semenjak meneruskan hal yang menjadi hidup kakekku adalah memasuki ruang kerjanya yang sudah tidak tersentuh selama 10 tahun terakhir. Tidak ada yang berubah sejak terakhir kali aku masuk ke sana (kecuali bertambahnya debu dan sarang laba-laba yang menumpuk, membuatku bersin-bersin beberapa kali); buku-buku yang berserakan di meja dan lantai, gorden yang masih tertutup rapat, segelas kopi yang… euww menjijikkan sekali karena, astaga itu sudah tidak tersentuh selama 10 tahun! Aku langsung memanggil pengurus rumah untuk segera membersihkan kopi itu sebelum aku mengobrak-abrik barang-barang Kakek.

Aku langsung mengerutkan kening saat melihat sebuah catatan kecil milik Kakek yang tersimpan di laci meja kerjanya. Aku sama sekali tidak mengerti tulisan apa itu karena aku bahkan tidak yakin tulisan itu memang berasal dari planet kami. Selama aku bersekolah, tidak pernah sekalipun aku melihat tulisan yang bentuknya benar-benar aneh. Belakangan, aku baru mengetahui tulisan itu adalah tulisan hangul yang katanya adalah salah satu huruf yang berasal dari bumi. Aku sedikit tidak percaya sebenarnya. Bagaimana mereka bisa tahu bahwa huruf aneh itu berasal dari bumi karena mereka bahkan tidak pernah tinggal di bumi? Ada pikiran untuk meninggalkan catatan itu begitu saja karena kupikir isinya tidak penting dan mengada-ada, tapi setelah kupikir mungkin ada baiknya menyimpannya.

Selama berbulan-bulan, aku mencoba belajar bahasa-bahasa aneh (aku terpaksa melakukan itu karena kebanyakan catatan Kakek menggunakan bahasa yang tidak aku mengerti) dan mengumpulkan ilmu. Setelah berhasil menerjemahkan satu deret kalimat berhuruf hangul dan berbahasa bumi (aku tidak mengerti itu berbahasa apa dan aku hanya menamakannya sebagai Bahasa Bumi), aku baru menyadari bahwa EXO Planet memang benar-benar dalam bahaya. Saat itu dengan cepat aku berkemas dan terbang menuju Athena, lalu kemudian bertemu Baekhyun di sana.

Kesan pertamaku saat bertemu Baekhyun adalah ‘kenapa ada lelaki sekecil dan seimut ini?’. hey, aku mengatakannya imut bukan berarti aku mempunyai perasaan yang aneh-aneh terhadapnya. Hanya saja… dia terlalu feminine untuk menjadi seorang lelaki. Tapi, well, terlepas dari itu semua, dia adalah lelaki yang pintar dan baik. Dan aku sangat berterima kasih padanya karena telah membolehkanku menginap di tempat tinggalnya selama beberapa waktu.

By the way, soal Baekhyun, aku dan dia sama sekali tidak ada berhubungan sejak kedatanganku di Padang Asphodel. Aku penasaran, apakah dia mendapatkan informasi penting lainnya selama aku pergi?

Aku membuka mataku perlahan saat perutku mulai mengeluarkan bunyi-bunyi tidak enak. Hell, aku memang belum makan sejak kemarin dan aku baru menyadarinya sekarang. Sebenarnya aku sudah terbangun sejak tadi, hanya saja saat menyadari Luhan sudah tidak berada di sampingku, aku memutuskan untuk tetap menutup mataku dan berpura-pura tertidur karena aku sadar Luhan sedang melakukan sesuatu—mendengar dari suara-suara yang diciptakannya. Hanya berharap Luhan tidak menyadari tingkahku yang mulai mencurigainya.

Ayolah, siapa yang tidak ragu jika tiba-tiba ada orang asing mengatakan padamu bahwa dia adalah seorang Legend? Pada awalnya aku memang meragukannya, namun saat melihat kemampuannya (oke, bukan melihat sebenarnya karena kekuatannya sendiri belum muncul) dan penjelasannya yang menurutku masuk akal, aku dengan mudah mempercayainya. Tapi, setelah melihat catatan Kakek semalam, perasaan ragu itu mulai menjangkitiku lagi. Luhan mengatakan bahwa dirinya adalah Legend Telepathy, namun dari catatan Kakek yang ada hanyalah Legend Telekinesis. Yaah, sebenarnya mungkin saja ada Legend Telepathy dan Legend Telekinesis sekaligus, tapi yang membuatku ragu adalah ciri-ciri yang ada pada dua Legend itu sama persis. Dan lagi, yang membuatku tambah ragu adalah sikap Luhan yang sulit ditebak dan membuatku tanpa sadar mengawasinya dalam diam dan bersikap waspada.

“Selamat pagi, Lu…,” kataku dengan suara yang dibuat mengantuk sambil meregangkan otot-ototku. Tak lupa aku menambahkan gerak-gerak menguap untuk meyakinkannya.

“Hey, Chanyeol. Kau sudah bangun,” balasnya dengan senyuman lebar yang sama dengan kemarin. Senyuman itu sempat menghilang diujung hari kemarin. Hmm mungkin itu hanya karena dia lelah. Yaah kuharap begitu.

Aku berjalan mendekati Luhan yang duduk di pinggir sungai Styx dengan langkah terseok-seok bagai anak kucing yang habis dilindas sekumpulan truk berisi sapi-sapi gemuk. Wow ini sepertinya efek samping dari berjalan terlalu lama dan panjang kemarin. Seluruh tubuhku benar-benar sakit. Apalagi aku tadi malam kurang tidur dan hanya tidur beralaskan kantong tidur diatas tanah yang keras.

“Apa ada makanan?” ya, seharusnya aku tahu tidak menanyakan hal ini pada Luhan karena jika Luhan memang seorang musuh (aku tidak tahu kenapa aku berpikiran seperti ini) dia pasti akan meracuniku.

Luhan mendongak dan memberiku setangkai beri berwarna hitam. Aku pernah mendengar tentang beri hitam yang katanya adalah buah paling mematikan di dunia. Seluruh tubuhmu akan berubah warna menjadi ungu dan lehermu seperti tercekik hingga kau kesulitan bernafas jika kau memakan satu saja beri hitam itu. Itu mengerikan. Dan aku langsung mengerutkan kening saat melihat Luhan menyodorkan buah beri beracun itu padaku. Luhan semakin mencurigakan dan dia memang seperti ingin membunuhku, membuatku bertanya-tanya dalam hati apa yang menyebabkan dia ingin membunuhku.

“Kau dapat darimana beri-beri ini?” tanyaku sambil meraih beri yang disodorkan Luhan dan duduk di sampingnya. Namun aku tidak sebodoh itu akan langsung memakannya begitu saja. Walau seperti ini, pengetahuanku cukup luas tau.

“Makan saja”—Luhan tersenyum tipis kemudian melahap satu buah beri hitam itu ke mulutnya—“Aku membawanya dari tempat tinggalku dan ini makananku sehari-hari,” katanya.

Kalau dipikir-pikir sih, jika ini memang beri beracun, Luhan pasti akan berubah menjadi ungu dan dia sudah tewas sejak tadi. Aku menyodorkan sebuah beri ke hadadapan mulutku dan melahapnya. Rasanya manis dan agak sedikit asam bercampur pahit, setidaknya beri ini bisa mengganjal perutku.

Ngomong-ngomong soal beri hitam beracun, sepertinya dulu aku pernah membaca di salah satu buku tua Kakek kalau beri ini adalah makanan para Wendigo—siluman rusa yang berkemampuan berubah menjadi manusia jika sehabis memakan daging manusia. Tunggu sebentar…

“Lu… Luhan. K—kau…” rasa sesak dileherku mulai muncul, membuatku sulit bernafas. Aku berpaling pada Luhan dan melihatnya menyeringai licik, wajah yang belum pernah ditampakkannya.

“Halo, Chanyeol. Senang berkenalan denganmu,” ucapnya dengan senyuman memuakkan yang membuatku ingin melemparnya yang sayangnya tidak bisa kulakukan karena rasa sakit dileherku semakin menjadi.

Aku melihat diantara pandanganku yang mulai buram, ujung-ujung kukuku mulai berubah menjadi ungu. Astaga. Sial. Seharusnya aku tidak sebodoh itu untuk mempercayainya begitu saja. Seharusnya aku tahu jika dia adalah salah seorang monster yang ingin menghancurkan EXO Planet. Ini pasti sebuah jebakan dari awal.

“Setidaknya aku tidak perlu mencabik-cabik dagingmu untuk membunuhmu.”

“K—kau licik!” desisku. Aku mencoba merangkak mengambil ranselku yang berisi Kristal batu EXO Power. EXO Planet akan hancur jika Kristal-kristal itu jatuh ke tangannya. Namun, sial. Dengan gerakanku yang terbatas dan nafasku yang semakin sedikit, Luhan—atau sekarang aku bisa memanggilnya dengan sebutan Wendigo—sepertinya menyadari maksudku. Dengan langkah santai yang memuakkan ia mengambil ranselku itu dan tersenyum puas.

“Terima kasih sudah mengumpulkan kristal-kristal ini. aku akan mengambilnya,” katanya tenang.

Aku sudah tidak kuat lagi untuk bertahan. Pandanganku buram dan nafasku sudah benar-benar menghilang. Dalam beberapa detik kesadaranku akan hilang dan aku akan mati, meninggalkan EXO Planet dalam sebuah kehancuran besar.

“Dan selamat tidur, Legend Flame!”

Lalu, semuanya gelap.

 

To Be Continued…

Advertisements

40 thoughts on “[FF] EXO Planet Era (Chapter 10)

  1. karinekim June 9, 2014 / 12:31 pm

    daebak keren bget….
    tpie msak chayeol oppa mati….. astaga…. ( jgan smpek dech )* lebay kumat*
    klu chayeol oppa mati EXO gk legkap doeg…..
    ahhh penasaran klnjutan y……*_*
    next chap y jgan lma2 y pnsaran bget nich…..
    hwaiting…. hwaiting…. buat lnjutin FF y……^_^

    • raishaa June 9, 2014 / 1:45 pm

      Hehehe saya juga tidak tau chanyeol mati atau tidak, saya bukan seorang dokter #slapped hehe
      Makasih yaaa udah baca ^-^

  2. Shim Min Ra June 10, 2014 / 5:06 pm

    luhan beneran jahat?? masa yeol mati sih??

    • raishaa June 10, 2014 / 5:19 pm

      Saya tidak tau, saya tidak tau hehehe
      Makasih udah baca yaa

  3. indrikyu88 June 11, 2014 / 5:19 pm

    LUHAN KOK JAHAT THORRRRRRR? INI APA MAKSUD NYA? PLISSS LANJUTIN THOR , AKU PENASARAN BANGET TAUUUUU #capsjebol

    • raishaa June 11, 2014 / 5:27 pm

      Muehehehe kejutaaan \(^-^)/
      Pasti kaget kan kenapa luhan bisa jahat? Saya juga kaget /eh?/ /elu kan penulisnya -.-/
      Makasih udah baca dan ninggalin jejak yaaa 😀

  4. Shin Hyun Young June 12, 2014 / 2:38 pm

    Mimin~~~ akhirnya kau update jugaaaaa
    teganya dirimu hiatus tanpa memberi kabar… aku udh jamuran nunggu ffnya update ㅠ_ㅠ
    well, yg penting sekarang udh update haha 😀
    Kasian Xiumin… ditinggal orang tuanya diusia semuda itu :”(
    itu guanya Xiumin knp bisa ketutup salju? ada badai gitu? atau apa?
    dan lagi… huuuueeeee Chanyeollie~~ jangan mati… huuuuaaaa tega bener dirimu min ㅠ___ㅠ
    tapi yg ngejebak Chanyeol itu beneran Luhan atau Luhan bohongan, maksudku ‘orang’ yg nyamar atau ngambil wujudnya dia?
    Oh astaga miiinn aku penasaran ><
    masih ada banyak Legend yg belum diungkap pula -.-
    next chap min! next chap! /teriak pake toa/ xD
    haha peace min~~ damai~ ^^v
    pokoknya next chap ditunggu ya 😀
    hwaiting! ^o^

    • raishaa June 12, 2014 / 4:20 pm

      Hehehe maaf maaf, baru ada waktu untuk melanjutkan ff ini 😀

      Iyaa kasian xiumin, untung dia bisa tabah u,u
      iyaa semacam tiba2 longsor aja gitu saljunya dan kebetulan nutupin guanya xiumin.
      Hehe itu chanyeol jg mau aja langsung makan beri beracun, terlalu polos mah anaknya 😀

      Makasih udah baca dan komen yaaa.. jangan kapok nungguin ff ini okay? Semoga chapter berikutnya bisa lebih cepat rampung ^-^

  5. nabila rahmadani June 12, 2014 / 4:34 pm

    Min ff nya cepetan ya lanjutinnya,daebak min ff nya tapi masa chanyeol mati si min : (

    • raishaa June 12, 2014 / 8:08 pm

      Hehe iya siapp, bakal dilanjut kok..
      Saya jg tidak tau chanyeol mati atau tdk hehehe 😀 makasih uda baca dan komen yak ^-^

  6. Yusfa June 17, 2014 / 6:43 pm

    Okeee, mungkin saya orang yg kesekian kali untuk memberikan komentar di FF ini. Tp, saya sangat bangga udah di kasih kesempatan authornya untuk jd pembaca pertama FF ini. Reaksi saya jangan ditanya??.., nihh FF nyeselin banget, authornya pinter banget motong ceritanya, :D, wkwk becanda, fighthing yo!, selama liburan yusfa tunggu FF” dari author

    • raishaa June 17, 2014 / 6:54 pm

      siaapp boss 😀
      kebetulan bakal libur panjang, jadi saya bakalan fokus untuk melanjutkan ff-ff yang terbengkalai xD
      makasih udah baca dan komen yaaa ^-^

  7. Chella gracee June 25, 2014 / 11:11 pm

    Langsung gak bisa napas pas bca luhan ngejebak channe!!
    (Yaakk thorr napa laki gue jdi jahat gitu #abaikan)
    lanjt thor jngan lma2 fighting

    • raishaa June 25, 2014 / 11:44 pm

      Muehehe luhan habis kena pengaruh jahat kali yakk xD
      Makasih udah baca dan komen ^-^

  8. sebaek10 July 1, 2014 / 1:51 am

    Annyeong Raisha-si^^, kenalin aku istrinya sehun + selingkuhannya baekki(abaikan)
    fanficnya daebak, sampe mangap bacanya *o*
    aku suka sama jalan cerita yg kamu buat, disini banyak masalah yang mereka alami sebelum bersatu menjadi duabelas, inilah yang bikin para readers greget+gigit jari bacanya… apalagi masalah channie sama luge itu, aku sampe muter muter otak buat cari jawabannya tapi gak dapet dapet juga, itu luge kenapa si thor? pertama dia kan baik masa tiba tiba jadi evil gitu sih? (aarrgghh stres)..
    raisha-si, sifat sehunnya bisa dibikin lebih dingin+keras kepala nggak? kalau nggk bisa juga gak apaapa sih, fanficnya tetap daebak kok…
    terus kalau ff ini berchapter chapter sampe puluhan, sampe nggak ada ujung ujungnya nih ff tetap aku baca thor…
    oke fighting buat next chapter jangan lama lama ya… FIGHTING!
    *sorry kepanjangan

    • raishaa July 1, 2014 / 4:41 am

      Annyeong reader-nim ^^ kalau anda istrinya sehun, berarti saya istrinya luhan hohoho xD
      Hehe makasih udah bilangin ff abal-abal ini daebak. Saya jadi malu kkkkk~
      Sebagai istrinya, saya Luhan juga nggak tau kenapa tiba2 jadi utusan evil gitu #plaakk
      Dan sepertinya ff ini emang bakal panjang dan bakal lama, apalagi saya juga jarang update ff ini. Terhalang buntu ide atau kejebak sama ide sendiri dan bingung nyelesainnya wkwkwk.
      Sekali lagi makasih yaaa ^-^ /bow/

  9. atikahmartina July 2, 2014 / 3:58 pm

    min~~,ffnya cepat dilanjutin ya,ffnya keren,aku selalu nunggu lanjutanya,cepat share yee,kalau ngak,aku nanti kepo terus nunggu lanjutanya,atau bisa2 aku nanya terus di twitter 😀 , kalau udah di share ffnya,min kasih tau ya aku,tspi di fb aja,fb aku: atikah martina Qiao hul , fb min ada ngak ?

    • raishaa July 2, 2014 / 4:15 pm

      hehe makasih udah baca ^-^
      ada kok, fb saya: Rini Amini Raisa
      setiap saya ngeposting ff di sini, langsung tersambung ke fb saya 😀

  10. yaya574 July 5, 2014 / 1:56 pm

    hai aku reader baru salam kenal ….. hihi gak tau kenapa aku nyasar eh ketemu ff ini haha aku baru komendisini coz bcanya buru buru …. hehe next ditunggu ya..

    • raishaa July 5, 2014 / 2:05 pm

      baru masuk sini ya? kalau begitu selamat datang di blog saya yang terlalu sederhana ini ^-^/
      makasih yaaa udah berkunjung dan baca ff di sini. jangan bosan ^^

  11. Viona Paramitha July 5, 2014 / 4:43 pm

    Thor , itu suami aku kenapa jadi jahat gitu sih ??
    Tadinya kan Luhannie baik , kok jadi jahat ??
    Terus aku masih penasaran nih sama jalan ceritanya Chen sama D.O…:D 😀 😀

    • raishaa July 5, 2014 / 5:18 pm

      Wey luhan itu sebenernya bakat jadi jahat loh wkwkwkwk
      Mungkin untuk chen sama dio ada chapter2 selanjutnya.
      Makasih udah baca yaa ^^

      • Viona Paramitha July 6, 2014 / 11:42 am

        Chingu , ff nya cepat di lanjut ne… 🙂
        Aku udh kepo bgt nih sama kelanjutannya… 😀

  12. shafiyya lazuardi July 5, 2014 / 8:52 pm

    Halo aqu reader baru …suka bgt ama ff ini next trus ya…gk sabar nunggunya

    • raishaa July 5, 2014 / 8:54 pm

      Selamat datang ^^
      Makasih yaa dan silahkan tunggu kelanjutan ff ini..

  13. mutiya July 8, 2014 / 7:37 pm

    loh kok luhan jadi siluman.. bukannya luhan juga bagian dari legend?.. jadi penasaran nih.. ditunggu next chap nya thor … hwaiting..^^

    • raishaa July 8, 2014 / 9:37 pm

      Hehehe makasih udah baca yaa ^-^

  14. Selvia Damayanti July 14, 2014 / 2:34 am

    Author, next dong 🙂 .. Udh kelamaan, maaf baru comment nya di Chapter 10 -,-

    • raishaa July 14, 2014 / 6:01 am

      Aduuh iya maaf, saya lagi sibuk-sibuknya mau masuk sekolah lagi jd blm sempat nyelesaikan chapter selanjutnya. Maaf yaa, entar bakal secepatnya dipublish kok. Makasih yaa ^-^

  15. Vemi Zulfaida July 18, 2014 / 7:50 am

    Hai author~ aku tadi nemu ff ini eh aku penasaran aku baca deh, sumpah ini keren thor (y) aku penggemar ff fantasy loh #gaknanya. Dari sekian ff yg aku baca, ff ini salah satu ff yg the best banget thor. Aku suka banget sumpah 😀 maaf aku komennya disini soalnya tanggung klo satu2. Hehehe
    Thor pokoknya tetep lanjutin ff ini yah, ini ceritanya bisa dibilang berkelas loh 😀 aku tunggu yah author, jangan lama2 juga yah 😀

    • raishaa July 19, 2014 / 11:25 am

      hai reader~ haha nemu dimana?
      wkwkwk makasih yaa. padahal ini ff cukup abal-abal kalo menurut saya. apalagi saya kurang jago sebenernya nulis ff fantasy-adventure gini 😀
      iyadong, saya bakal tetep ngelanjutin ff ini, walau kalau update mungkin bakal sebulan sekali hehehe. sekali lagi makasih yaa ^-^

  16. chanyeolyeoja July 19, 2014 / 6:19 am

    ff’nya bagus banget deh thor….
    tapi chanyeol jangan dibikin mati dong yaaa… q sediiih… jadinyaaa…
    ntar q menjanda doong…

    cepet dilanjut yaaaah.. q tungguuuuu

    • raishaa July 24, 2014 / 9:41 pm

      hehehe kalo menjanda, cari yang baru lagi dong /slapped/
      iyaa, makasih udah berkunjung dan baca 😀

  17. Viona Paramitha October 5, 2014 / 12:11 pm

    Chingu ff nya kapan di lanjut ?? 😀

    • raishaa October 5, 2014 / 7:30 pm

      Bakal dilanjut kok, cmn belum ada waktu pas aja. Sabar nunggu yaa ^^

  18. prily padja October 8, 2014 / 8:16 pm

    annyeong,, nae cma m nanya ni ff lanjutannya kpan mpok? nunguin weehh ..
    lma bnget yee,, 😀 pnsaran akunya mpok.. :3

    • raishaa October 8, 2014 / 8:20 pm

      Aduh ini udah dilanjut kok, coba cek deh 😀

  19. niza November 9, 2014 / 10:16 am

    lanjut trus ……. Ihhh luhan tega.y drimu

  20. Joe February 19, 2016 / 8:06 pm

    LHO!!?? Knapa luhan jadi jahat gitu?? ada apa dengan luhan?? dirasukikah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s