[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 7 Our First Date

a park near you

 

Title : a Park near you: Ep. 7 Our First Date

Author : Rai Sha

Cast : Park Chanyeol and You

Length : Episode

Genre : Romance, Hurt/Comfort and other

Rating : Parental Guide

 

Ep. 1 Rain Moment | Ep. 2 Memory | Ep. 3 Valentine Chocolate | Ep. 4 the Girl From the Past | Ep. 5 The Reasons I Love You | Ep. 6 Happy Birthday Chanyeol

 

Kupikir selama ini aku sudah cukup gila karena berani menyukai sahabat sendiri. Ternyata, aku bahkan lebih gila dari semua itu. entah apa yang ada di pikiranku sampai-sampai aku berani melakukan hal itu.

Yeah, I’m nuts, insane, mad, crazy.

Hah! Aku kegilaanku tidak cukup hanya digambarkan dengan kata-kata itu. Aku gila yang bahkan lebih gila daripada orang yang paling gila sedunia karena hal yang gila. Otakku bahkan sudah tidak dapat berpikir dengan benar. Sepertinya aku benar-benar gila, kehilangan akal karena entah sudah berapa kali aku menyebut diriku sendiri gila. Oke, ini gila! (lagi-lagi aku mengatakan hal itu).

“Yyaaa! Kau sudah hampir setengah jam di dalam sana. Apa kau baik-baik saja?” Chanyeol langsung menghamburku begitu aku keluar dari toilet di Lotte World. Aku hanya memasang senyum yang lebih terkesan terpaksa karena aku benar-benar tidak dapat tersenyum dengan benar dalam keadaan kacau seperti ini.

Mengabaikan Chanyeol, aku terus berjalan menuju kursi panjang yang langsung tertangkap mataku begitu aku keluar dari pintu toilet. Tanganku terus meremas bagian bawah one piece yang sedang kupakai. Ketika aku menceritakan pada ibuku bahwa aku akan jalan bersama Chanyeol hari ini, ibuku langsung menyuruhku—lebih tepanya memaksa—untuk memakai one piece ini yang dibelikan ibuku sekitar satu tahun lalu namun tak pernah kupakai karena menurutku aku kurang cocok memakai baju seperti ini. Menurut ibuku ini adalah kencan, membuatku terus menganggapnya seperti itu—padahal kenyataannya tidak begitu. Aku saja yang terlalu pede dan menganggapnya ini adalah kencan. Tapi… ketika seorang gadis berjalan berdua saja dengan seorang lelaki, itu disebut kencan, kan? Atau tidak.

Chanyeol mengikutiku dan duduk di sampingku sambil menatapku dengan pandangan heran, sementara aku terus mengalihkan pandanganku dari Chanyeol. Aku bermaksud untuk menghilangkan kegugupanku saat berada di toilet tadi, dan saat kurasa aku sudah cukup siap untuk menghadapi Chanyeol yang terlihat sangat tampan hari ini, aku keluar dari toilet. Tapi, ternyata aku masih belum siap untuk menghadapi hari panjang ini.

Sejak aku mengajak Chanyeol kemari dan Chanyeol menerima ajakanku, aku terus-menerus gugup tanpa henti. Aku bahkan tidak bisa tidur semalam dan baru bisa terlelap saat pukul empat subuh tadi (dan aku berusaha mati-matian menyamarkan lingkaran hitam di sekitar mataku tadi pagi). Kegugupanku saat ini berkali-kali lipat lebih banyak daripada biasanya. Aku sampai yakin bahwa Chanyeol si tuan tidak peka itu bisa menyadarinya.

“Kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat. Apa kau mau es krim?” mungkin jika lelaki normal akan mengatakan hal seperti “kau baik-baik saja? Apa sebaiknya kita pulang?”. Tapi aku tahu Chanyeol bukan seperti kebanyakan lelaki normal. Kenapa juga dia sampai menawarkan es krim? Dasar lelaki tidak normal! Bagaimana bisa aku jatuh cinta setengah mati pada orang seperti dia?

“Chanyeol…” kataku akhirnya saat berhasil mengeluarkan suaraku yang sejak kemarin tidak kelur banyak saat berhadapan dengan Chanyeol. “Kurasa kita harus membatalkan rencana kita hari ini.”

Mau aku berkata jujur? Sejujurnya aku tidak mau pulang begitu saja. Di balik perasaanku terhadap Chanyeol yang terus mengatakan bahwa aku tidak mungkin bersamanya, aku masih memiliki sisi egois agar bisa bersama Chanyeol lebih lama. Hey, setiap gadis yang sedang jatuh cinta pasti pernah mengalami perasaan sepertiku, bukan?

Chanyeol menatapku sebentar—sebenarnya daritadi dia sudah menatapku hingga membuatku tak berkutik di bawah tatapannya—lalu menaruh telapak tangannya di dahiku. “Sepertinya kau memang butuh es krim. Tunggu di sini. Aku akan segera kembali.”

Selang 10 menit ditinggal Chanyeol bersamaan dengan jantungku yang terus berdegup cepat tanpa henti, Chanyeol kembali terlihat. Ia sedang berjalan dengan setengah terburu sambil memegang dua es krim cone itu dengan hati-hati. Dari ekspresi wajahnya, aku tahu dia takut es krim itu meleleh. Hahaha.

“Hhh… untunglah kau tidak pulang begitu saja. Aku buru-buru kembali ke sini karena takut kau akan meninggalkanku begitu saja,” kata Chanyeol sambil menyerahkan es krim vanilla chocochip yang ada di tangan kanannya padaku. Sedangkan yang ada di tangan kirinya es krim rasa pisang, favoritnya.

Aku meraih es krim itu. “Jadi tadi kau berlari-lari kecil seperti itu karena takut aku pulang?” tanyaku, lalu mulai menjilati es krimku. Mungkin memang benar kata Chanyeol, aku butuh es krim. Nyatanya, aku sudah mulai tenang setelah menghabisi es krimku. Yaah, Chanyeol dengan caranya sendiri, entah kenapa bisa membuatku tenang. Walau sebenarnya dia jugalah yang membuatku tidak tenang dan gelisah. Chanyeol adalah racun, tapi dia juga yang merupakan penawar racunnya.

“Eung! Habis kupikir kau sebenarnya tidak ingin pergi kemari bersamaku,” ucapnya dengan wajah sedikit memelas seperti anak kecil. Astaga. Chanyeol yang cool kemaren sudah pergi ke laut sepertinya. Dia sudah kembali menjadi dirinya sendiri. ah, bahkan sikapnya kali ini terkesan agak kekanakan. Tapi, gimana dong? Dengan sikapnya yang begini saja, aku jadi semakin menyukai dirinya. Huft.

“Ngomong-ngomong, aku baru sekali melihatmu berpakaian seperti ini.” ini dia yang aku khawatirkan sejak tadi. Aku sangat takut mendengar komentar Chanyeol tentang penampilanku. Menurutku, aku sangat tidak pantas dalam busana yang terlalu feminine seperti ini. selama hidupku, bahkan bisa dihitung jari ketika aku memakai busana-busana macam ini.

“Kenapa? Aneh, ya?” aku menoleh padanya sambil menatapnya err… penuh harap? Penuh harap apa? Apa aku berharap Chanyeol akan memujiku? Langit akan tertawa jika Chanyeol benar-benar melakukan itu.

Chanyeol menatapku. Benar-benar menatapku, membuatku salah tingkah dan kembali mencengkram one piece dress-ku ini. oh ketenangan yang tadi sempat singgah di jantungku, sekarang kembali menghilang. Lagi-lagi aku kembali dibuat grogi hanya karena tatapan mata Chanyeol.

“Tidak, kau terlihat cantik.” Chanyeol tersenyum dan aku bisa melihat ketulusan dari nada suara dan pancaran matanya. Awalnya, aku kembali berpikir bahwa pujian yang dilontarkan Chanyeol barusan hanyalah sebuah omongan kosong belaka agar tidak menyakiti hatiku. Namun, ketika melihat dan mendengar ketulusannya, aku jadi yakin bahwa dia memang jujur dengan perkataannya. Oh, sebenarnya selama ini Chanyeol selalu jujur. Hanya aku saja yang tidak mau terlalu mempercayai kejujuran itu dan akhirnya menyakiti diri sendiri. sepertinya selama ini, diriku sendirilah yang membuatku tersiksa. Sejujurnya, aku tidak berani berharap pada cintaku ini.

Aku tersenyum malu mendengar pujian Chanyeol, dan tanpa malu-malu rona merah mulai muncul di pipiku. Astaga. Pipiku benar-benar panas. Hanya dengan pujian kecil, kenapa efeknya sebesar ini? aah, tentu saja karena yang melontarkan pujian ini adalah seseorang yang kusukai.

“Te—terima kasih, Chanyeol,” kataku terbata yang tidak berhasil menghilangkan kegugupanku. Bodoh! Jika begini caranya, Chanyeol yang bodoh ini lama-lama akan mengerti perasaanku!

Chanyeol bangkit dari duduknya kemudian menatapku. Aku bisa melihat percikkan semangat dari matanya itu. “Jadi, darimana kita harus memulai?” senyum lebarnya kembali terpasang.

“Terserah kau saja,” sahutku, balas menatap matanya—satu hal yang selama ini kuhindari. Kenapa aku selalu melakukannya? Karena aku khawatir dengan begitu Chanyeol akan menyadari perasaanku yang sebenarnya dan dia akan menjauhiku. Dan aku tidak ingin itu terjadi. Daripada kami menjadi canggung dan saling berjauhan, aku lebih memilih mengalah dengan perasaanku.

“Kalau begitu, ayo!” ia meraih tanganku yang bebas dan menggenggam tanganku sambil berjalan di depanku. Wajahku kembali memanas ketika tangan Chanyeol yang besar itu memegang tanganku lembut.

“Chanyeol…” panggilku diantara suara degup jantungku yang terdengar sangat nyaring. Aku bahkan nyaris tidak mendengar suaraku sendiri.

Ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku. Melihat arah tatapanku yang jatuh pada tangan kami yang saling bertaut, sepertinya ia mengerti dengan pikiranku sekarang. Namun, ia tidak mengatakan apapun dan kembali berjalan tanpa melepaskan pegangannya.

“Aku tidak ingin kehilanganmu,” ucapnya lirih yang langsung tertegun mendengar ucapannya. Debaran jantungku semakin tidak dapat dikendalikan, dan tanganku yang berada dalam genggaman Chanyeol mulai terasa dingin.

Gawat. Padahal aku ingin menyerah, tapi jika Chanyeol memperlakukanku seperti ini, aku jadi tidak bisa melakukannya. Chanyeol, jika kau seperti ini, aku jadi berharap padamu.

Aku benar-benar menyukai Chanyeol.

 

Klik link untuk lihat dress yang dipakai sama OC-nya yaa ^^

Advertisements

8 thoughts on “[FF/Ficlet Episode] a Park near you: Ep. 7 Our First Date

  1. chanyeolyeoja July 19, 2014 / 3:17 am

    lanjut doooong… bagus bgt.. q sampe ngebayangin kalo cewenya itu q…. pipiku sampe ikutan merah looo…

  2. chanyeolyeoja July 25, 2014 / 2:05 am

    lanjut dong kaaa… bagus bgt ffnya….

    • raishaa July 25, 2014 / 4:58 am

      Iya pasti di lanjut kok, cmn aku tunggu ff yg lain dulu di post ya, entar bakal sekalian sama ff ini

  3. kimarazhaira August 2, 2014 / 2:49 am

    Ya ampun eon,sumpah seneng banget pas tau ni ff udah di post >_<
    Hehe maaf ya baru sempet ngomen,soalnya bacanya lewat hp dan hp aku lagi rada2 errr gitulah..
    Btw lanjutnya jan lama2 ya,trus juga aku rada shock gara2 Tbcnya cepet banget hehe

    • raishaa August 2, 2014 / 8:51 am

      Ehehe aku juga shock gara2 ternyata udah lama aku gak ngelanjutin ff ini. Sampe lupa ><
      Iya semoga gak kelamaan sampe saya lupa lagi hehehe. Makasih yaa ^^

  4. Iin kartika August 8, 2014 / 3:18 am

    Pinter bgt bikin FF’na
    *Kerennnnnnn
    kpan dilanjt’na
    boleh gak skalian req cast namja’na tao oppa.??boleh dong boleh yah..*pupyeyes

    • raishaa August 8, 2014 / 6:13 am

      Hehehe makasih, jadi malu ini xD
      Entar kalo ada ide ff yg cocok sama cast tao, pasti bakal dibikinkan kok

  5. Joe February 21, 2016 / 9:10 pm

    omona!! Chanyeol sweet banget sih kata2nya. “aku tidak ingin kehilanganmu” berasa kayak ada arti alennya deh. aduh, melting deh jdinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s