[FF/Drabble] I’m Getting Married

image

Title : I’m Getting Married

Author: Rai Sha

Cast : Kim Jongin and You

Genre : Angst (not sure), Romance

Length : Drabble

Disclaimer : Jongin milik dirinya sendiri dan jodoh masa depannya(?). Alur dan cerita punya saya.

Soundtrack : Skull – I’m Getting Married

Warning : typo(s) dan alur gajelas. Ini inspirasi mendadak dan saya langsung ketik di hape. Ngepostingnya juga lewat hape jd harap maklum jika nemu typo.

.
.
.
Mata itu menatapku dengan pandangan tidak percaya. Memandangku dengan luka yang tertancap dalam. Aku tidak suka karena akulah yang menyebabkan luka itu. Aku yang bersalah. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Apa? Kau bilang apa?”

Aku meneguk air liurku sambil berusaha tetap tenang. “Aku akan menikah, Jongin. Maaf, kita tidak bisa bersama lagi.”

Jongin berdengus. “Kau bilang apa? Menikah???”

Aku memundurkan langkahku ketika Jongin mulai tidak bisa mengendalikan emosinya. Nada bicaranya mulai meninggi, melupakan fakta bahwa kami sedang berada di tengah taman.

“Maafkan aku, Jongin,” kataku masih berusaha tetap tenang. Aku sudah bertekad tidak akan menangis ketika mengucapkan hal ini. Ketika aku mengakhiri hubungan kami. Tapi kurasa aku tidak akan bisa.

Jongin membuang pandangannya ke arah lain untuk beberapa saat dengan nafas yang naik turun, menahan amarahnya. Aku pikir jika Jongin tidak dengan baik melakukan hal itu, aku bisa saja dilemparnya. Aku memang perempuan brengsek.

“Kau pikir maaf bisa merubah segalanya?” bisik Jongin pahit.

Aku menggigit bagian dalam bibirku sambil mencengkram tas tanganku. Aku ingin pergi secepatnya dari sini. Air mata ini tidak bisa kutahan lebih lama lagi.

“Tidak ada yang bisa aku lakukan, Jongin. Perjodohanku dengan lelaki itu tidak bisa dibatalkan.”

“Tapi kau sudah berjanji akan menikah denganku! Selama ini kita sudah berusaha dengan hubungan kita. Bagaimana aku sudah berusaha untuk meyakinkan kedua orangtuamu bahwa aku bisa membahagiakanmu. Dan sekarang apa? Kau menerima begitu saja perjodohan itu!” teriak Jongin di depan wajahku. Aku bisa melihat setitik air mata ada di sudut matanya. Oh Tuhan, sedalam apakah aku menorehkan lukanya? Dia jarang menangis. Dan aku benar-benar menyesal bahwa aku menjadi penyebab dia menangis.

Lelehan air mata ini tidak bisa kutahan lagi. Aku tertunduk sambil menahan isakanku. Kisahku dengan jongin terlalu menyakitkan.

“Baiklah, ayo kita pergi saja. Aku tidak bisa membiarkanmu menikah dengan pria lain.”

Jongin kembali menatapku. Aku bisa melihat tekad di dalam matanya. Sungguh aku tergiur untuk melaksanakan ide gila yang dilontarkan Jongin. Melarikan diri bersama Jongin dan hidup dengannya sampai akhir tanpa ada seorangpun yang melarang kami? Aku pasti menjadi salah satu orang yang paling bahagia di dunia.

Tapi… aku tidak bisa meninggalkan orangtuaku. Mereka sudah renta dan yang mereka inginkan hanyalah kebahagiaanku semata. Tapi sayang, mereka tidak bisa mengerti bahwa bahagiaku itu bersama Jongin.

“Aku tidak bisa. Keputusanku sudah bulat. Aku tetap akan menikah dengan pria itu,” jawabku dengan sisa-sisa air mata yang sudah kuhapus.

“Kau tidak bisa? Apa kau tidak mencintaiku?” Kata Jongin dengan nada penuh luka.

Aku mengangkat wajahku dan menatap Jongin dengan ekspresi dingin. Aku harus melakukan ini.

“Ya, aku tidak mencintaimu lagi. Semua sudah berakhir. Benar apa kata orangtuaku, dengan penghasilan pas-pasan seperti itu, kau tidak akan bisa membahagiakanku.”

Aku tahu, perkataanku kini akan menggoreskan perih. Akan membuat orang yang paling aku cintai membenciku untuk selamanya.

“Selamat tinggal, Jongin. Berbahagialah dengan yang lain,” kataku kemudian membalikkan tubuhku, bermaksud untuk pergi secepatnya karena air mata sialan ini kembali menyeruak. Dan aku tidak ingin Jongin melihatnya.

“Tolong, kabulkan permintaan terakhirku. Jangan pergi meninggalkanku. Bisakah?”

Aku menghentikan langkahku kala mendengar seruan Jongin. Aku akan dengan senang hati melakukannya, tapi aku tidak bisa. Tidak akan pernah bisa. Aku harus meninggalkannya.

Dengan segenap kekuatan hatiku, aku kembali melangkahkan kakiku tanpa sedikitpun berbalik melihatnya, membuat Jongin berteriak tertahan. Dia pasti terluka karena cinta kami. Karena-ku.

Maafkan aku, Jongin. Aku mencintaimu. Benar-benar mencintaimu.






Hmm saya mempertimbangkan untuk bikin sequel hehehe. Sampai jumpa lagi. Saya bakal kembali dalam waktu dekat. Daah~ ^-^/

N.b: maaf jika feelnya kurang dapet. Namanya juga nulis dadakan hehehe.

Advertisements

4 thoughts on “[FF/Drabble] I’m Getting Married

  1. maiky p June 28, 2015 / 2:18 am

    Sabar ya Kamjong… Kamu pasti dapat pengganti yg lebih baik ..
    Cup cup cup jangan nangis lagi dong…cup cup ..
    Nyesek bnget thor bacanya ..
    nice..

  2. Joe February 7, 2016 / 3:56 pm

    aq kira ini ff happy2an gtu. eh, pas baca enggak toh. uh, kacian deh sama jongin. ditinggal married sama ceweknya karena perjodohan. poor jongin…

    • raishaa February 7, 2016 / 6:30 pm

      Hehe makasih uda baca yaa. Jongin emang kasian, berhubung mukanya emg kyk rakjel/?

      • Joe February 10, 2016 / 9:30 pm

        hahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s