[FF/Ficlet] Your Favorite

image

Title  : Your Favorite

Author  : Rai Sha

Cast   : You and Kris

Genre : Fluff  

Length  : 920 words  

Rating  : PG-15  

Disclaimer : The story and OC is mine. Kris is belong to himself.

 

“Cause’ you’re my favorite”    
 

Sepotong roti bakar dengan selai stroberi dan segelas susu hangat (yang aku yakin sekarang sudah tidak hangat lagi) menemani pagi hariku di sudut cafe bernuansa retro yang berada di San Fransisco. Angin musim gugur yang dingin berhembus pelan di luar sana, membuat beberapa orang yang berlalu lalang di trotoar mengeratkan jaket wolnya yang hangat. Aku hanya tersenyum tipis menatapi mereka tanpa berniat menyentuh sarapanku.

Itu karena pria yang kutunggu sejak 30 menit lalu itu belum juga menampakkan wajahnya dan membuatku kehilangan selera makan! Ugh. Pria itu selalu begitu.

“Hei, honey!” aku memalingkan wajahku dari dinding kaca yang membatasi cafe dengan area luar dan sudah mendapati Kris (or Wufan—jika dia berada di China). Ia menampakkan senyum sambil memamerkan giginya itu, dan hidungnya terlihat sedikit berwarna kemerahan. “Sorry, I’m late,” ucapnya dengan suara sengau sembari menempatkan pantatnya di kursi di hadapanku.

It’s fine. I’m used to,” kataku kembali memperhatikan jalanan dengan daun-daun kering yang berterbangan karena tertiup angin.

“Kau belum memakan sarapanmu?” setelahnya kudengar Kris bersin. Oh-wow. Aku tidak akan memakan sarapanku. Tidak setelah terjangkiti oleh kuman-kuman yang disemburkan Kris. Oke, Kris, kau tambah membuatku kehilangan selera makan.

“Uhm… Yeah… I think you’re not going to eat that, right? Sorry, that’s my bad.” Kris meringis sambil kemudian memanggil pelayan untuk membersihkan meja kami dan bermaksud untuk memesan ulang.

“Hey, babe, kau mau apa? Atau mau kupesankan sesuai dengan menu yang tadi?” kata Kris, yang entah kenapa dia sama sekali tidak menyadari bahwa aku sedang marah padanya.

“Terserahmu saja.”

Kris mengangguk kecil kemudian dia memesan menu sarapanku yang tadi ditambah dengan pancake blueberry dengan secangkir kopi Americano. Setelah pelayan itu pergi, dia bersiul-siul kecil sambil memainkan jari-jarinya di atas meja. Sedangkan aku hanya melipat kedua tanganku sambil bersandar di kursiku, menatapi Kris dengan wajah datar yang akan dibilang orang lain dengan wajah jutek. Yeah, aku memiliki wajah yang lumayan sangar jika tidak berekspresi hingga membuat orang lain (terutama para pria) enggan mendekatiku. Sebenarnya aku cukup heran kenapa Kris bisa menjadi pacarku.

“Kris,” aku membuka suara sambil memajukan tubuhku, membuat Kris menghentikan aktifitasnya bernyanyi-nyanyi sendirian dengan jari-jari yang mengetuk-ngetuk di meja mengikuti irama musik yang mengalun pelan. Kris memandangiku dengan kening mengerut dan raut penasaran.

“Apa kau benar-benar mencintaiku? Terkadang perlakuanmu membuatku merasa bahwa kau tidak mencintaiku.”

Sepasang kelopak mata itu mengerjap beberapa kali dan kerutan yang awalnya hanya sedikit itu muncul semakin dalam. “What kind of question is that?! Of course I love you! So much!” bentaknya dengan suara berbisik.

Matanya yang tajam bagai elang itu memandangku dengan pandangan yang benar-benar sulit kuartikan. Itu semacam aku sudah menanyakan hal-hal seperti, ‘apa kau sudah mandi sebelum pergi kemari? Karena sebenarnya aku sering berpikir bahwa kau jarang mandi’.

Alright! Alright! Jangan memandangku dengan pandangan seperti itu!” bisikku kesal sambil menyembunyikan senyum yang kutahan dibalik bibir yang sengaja kumajukan. Aku bahkan harus menggigit bagian dalam mulutku untuk tidak berteriak senang. Pernyataan Kris tadi sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa kesalku terhadapnya. Hanya saja, aku masih gengsi dong!

“Habisnya kau menanyakan hal-hal yang sudah pasti seperti itu, sih! Memangnya ada apa?”

Aku mengangkat kedua bahuku, sedangkan fokus mataku masih berkeliaran ke sana kemari menghindari tatapan tajam Kris yang sangat kusukai.

“Oke, bagian mana dari tubuhku yang kau sukai?”

Lagi-lagi Kris terlihat terkejut dengan pertanyaanku. Ia mengetuk-ngetuk jarinya di dagu dengan tangan lainnya menopang dagunya, terlihat berpikir. Mau tidak mau aku harus menanyakan hal ini, karena aku sendiri penasaran apa yang membuatnya mencintaiku. Jika dia memang mencintaiku, paling tidak pasti ada satu bagian dari tubuhku yang dia sukai kan?

“Well… aku suka semua bagian dari dirimu, sayang. Aku suka matamu yang selalu berbinar ketika menatapku”—hey! Kris, kau terlalu berlebihan!—“aku suka bibirmu saat kita berciuman setiap malam di sofa depan TV di apertemenmu”—Kris, berani sekali kau mengungkit-ungkit soal ini—“aku suka wangimu yang harum ketika aku berada di dekatmu, aku juga suka pipi bulatmu yang menggemaskan yang mengingatkanku pada bakpau…”

Dan blablabla. Aku tidak sanggup lagi mendengar perkataan Kris karena sekarang I’m completely melt like chocolate. Wajahku memanas dan aku yakin bahkan warna wajahku lebih merah daripada warna hidung Kris yang lagi terserang pilek, membuatku mengubur dalam-dalam wajahku di meja. Aku benar-benar terbang ke langit ke tujuh saat mendengar perkataan Kris dan aku yakin aku tidak akan pernah jatuh lagi karena Kris akan selalu membawaku terbang.

“Hey, kau tidak mendengarkanku ya? Dengarkan sampai selesai! Kau belum mendengarkan bagian akhirnya.” Kris merengut sambil menangkup kedua wajahku yang benar-benar merah dan memanas. “Tapi, bagian favoritku dari dirimu adalah wajah jutekmu itu.”

Aku berhenti sejenak untuk terbang karena aku sedikit bingung dengan perkataan Kris. Dia menyukai wajah jutekku? Hey, bukannya para pria lebih menyukai wanita yang berwajah imut dan ramah? Tapi, kenapa dia malah menyukai bagian diriku yang sama sekali berbeda dengan kesukaan lelaki lain?

“Kenapa kau malah menyukai wajah jutekku? Bukannya malah menyeramkan memiliki kekasih dengan wajah yang selalu terlihat marah sepertiku? Aku pikir lelaki lebih suka wanita berwajah imut,” ucapku, masih dengan wajah yang ditangkup oleh tangan besar Kris.

Kris tersenyum, mengeluarkan karismanya yang menyihirku. “Karena dengan begitu lelaki lain tidak akan mengetahui bahwa kau sebenarnya imut dan mereka tidak akan mendekatimu. Jadi, aku tidak perlu khawatir bahwa kau akan direbut oleh lelaki lain.”

   
-fin-  

A/N: (nggak usah dibaca kalo males oke? Hehehe ini cuman curhatan penulis)

Oke, what is it? WHAT IS IT???

I know, this is absurd. Very very absurd! I don’t know, tiba-tiba saja ide mengalir deras dengan ide ini saat saya lagi mandi. Dan apa itu? Saya menggunakan bahasa inggris yang tidak kalah absurdnya dengan cerita ini.

Tapi sudahlah, saya memang lagi belajar nulis fluff jadi maafkan kalo kurang sweet yaps.

Dan oh! Maafkan saya jika Kris tidak seperti di ff lain, karena saya pikir hanya Kris yang cocok memerankan tokoh di sini dan dengan segala bahasa inggrisnya. Lagian menurut saya sebenernya Kris itu orangnya hangat gitu cuman dia berlagak sok cool aja hehehe.

Satu lagi, saya lebih nyaman memanggilnya Kris dari Yifan atau yang lain. Jd walaupun dia bukan secara resmi bagian dari exo, mungkin saya akan tetap memanggilnya Kris.

Oke deh, sampai jumpa di tulisan saya yang lainnya ^-^/

Advertisements

4 thoughts on “[FF/Ficlet] Your Favorite

  1. Dessy January 3, 2015 / 2:59 pm

    Keren , daebakk kakak author. Akusuka akusuka (y)

    • raishaa January 3, 2015 / 9:40 pm

      Hehehe makasih udah baca ya ;D

  2. Joe February 7, 2016 / 4:12 pm

    aduh, kata2nya kria bner2 bikin melting tau gk!? astaga, ini mah sweeet banget. jadi kepengen deh… 😀

    • raishaa February 7, 2016 / 6:32 pm

      Iyaa emang sweet. Saya yg mirip2 kyk si cewek di sini pengen jg ada cowok yg blg begitu ke saya wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s