[FF] EXO Planet Era (Chapter 12)

exo planet era

Title : EXO Planet Era [Chapter 12]

Author : Rai Sha

Main Cast : All Member Exo, Wu Yi Fan (Kris), Lu Han

Support Cast : Other Cast

Genre : Fantasy, Brothership, AU

Rating : Parental Guide

Length : Chaptered

Disclaimer : member Exo dan Yifan milik dirinya sendiri. Luhan punya saya #slapped alur dan cerita punya saya semua! Beberapa makhluk imaginary berasal dari otak, sisanya dari mitologi-mitologi yang ada.

WARNING : ini ff GAJE tingkat stadium akhir. Jadi, hati-hati setelah membaca ini perut anda akan merasa mual dan pusing. NO PLAGIAT HERE!

Note : di chapter ini saya minjam senjata Dayak, namanya Sumpit.

Bagaimana nasib Chanyeol?

Sebenarnya dia tidak sesial yang kita kira. Dia tidak mati tentu saja. Seorang pahlawan tidak mungkin akan mati begitu saja, walau dia masih belum mengetahui takdirnya yang sebenarnya, bukan menemukan kristal-kristal EXO Power itu, melainkan menjadi salah satu pelindung bagi bumi. Dan sekalipun kekuatannya belum nampak, tapi ia tetaplah seorang Legend yang kekuatan fisiknya tidak seperti kebanyakan manusia.

Namun, Chanyeol sekarat. Jika dia tidak cepat di tolong oleh seseorang yang mengeluarkan beri itu dari tubuhnya (oh, jangan tanya bagaimana orang itu mengeluarkan beri hancur itu dari tubuh besar Chanyeol), mungkin keadaan Chanyeol akan lebih parah dari ini. Di beberapa bagian tubuhnya masih berwarna ungu, seperti di bagian belakang lehernya, betis kanan, dan warna kukunya yang masih terlihat kebiruan. Warna bibir dan rona wajahnya mulai kembali, setidaknya dengan begitu orang yang menolongnya bisa bernafas lega karena dia tidak menemukan seorang mayat.

Tunggu sebentar, kenapa ada manusia di Padang Asphodel?

“Dio! Cepat kemarilah. Dia sudah sadar!” orang itu berteriak memanggil pada salah satu temannya yang diketahui bernama Dio yang masih berada di pinggir sungai. Dio mendekat sambil membawa air yang ditampung dari daun lebar yang berubah fungsi menjadi gelas.

Chanyeol mencoba duduk. Kepalanya pening dan otaknya mulai mencerna situasi. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi. Yang dia ingat hanyalah dia terbangun di pagi hari, Luhan memberinya sebuah beri, Luhan yang menampakkan wujud aslinya, Luhan yang mencoba membunuhnya dan mengambil krist—

HOLY CRAP!” Chanyeol mengumpat ketika kilasan ingatan itu mulai memenuhi otaknya. Tanpa memperdulikan Dio dan orang yang menolongnya yang terlihat kaget dengan tingkahnya, Chanyeol bergegas bangkit dan menatap sekelilingnya. Tas ransel yang berisi bahan perlengkapannya masih teronggok di sisi lain gua, tapi tas yang berisi kristal batu EXO Power itu sudah menghilang. Luhan, ah… maksudnya monster itu telah mengambilnya!

“Sial! Makhluk itu ternyata benar-benar mengambil kristal-kristal itu,” Chanyeol panik. Ia berjalan mondar-mandir dengan sebelah tangan yang memegang kepalanya yang menggeleng-geleng. Giginya menggigit pelan bagian bawah bibirnya.

“Hey, orang tinggi, apa kau tidak apa-apa? Aku menemukan bahwa kau baru saja memakan beri beracun yang mematikan dan kau hampir mati,” orang yang menolongnya tadi memandang Chanyeol dengan aneh. Ia bangkit dari duduknya dan kedua alisnya terangkat tinggi.

Chanyeol menghentikan langkahnya. Dan entah kenapa banyak sekali kenyataan yang mengejutkannya sekarang karena tiba-tiba dia baru menyadari keberadaan dua orang asing tersebut dan yaah, kaget. Lagi-lagi dia bertemu manusia lain di Padang Asphodel. Ah ralat, karena Luhan bukanlah manusia jadi ini adalah kejadian pertama dia bertemu dengan manusia lain di tempat ini.

Kerutan dalam di kening Chanyeol muncul. Pening di kepalanya telah terlupakan karena dia terlalu panik dan kaget sekarang. “Siapa kalian?” tanya Chanyeol dengan suara rendah. Dengan gerakan samar dia mundur perlahan, menjaga jarak dari dua orang asing tersebut. Dia tidak mau lagi terjebak dalam keadaan yang sama. Kali ini dia akan lebih berhati-hati terhadap orang asing.

Dio tersenyum lembut sambil mendekati Chanyeol yang jauh lebih tinggi darinya hingga dia jadi merasa menjadi orang paling pendek sedunia. Tangannya terjulur bermaksud memberikan air pada Chanyeol.

“Tenang saja, kami bukan orang jahat.”

Dengan perasaan ragu ia mengambil air itu dari tangan Dio. Dia hanya menatap air itu dengan curiga sebelum orang-yang-tidak-diketahui-namanya itu mengerang kesal dan segera menyuruhnya untuk menegak air yang katanya tidak berbahaya itu.

“Nah! Apa susahnya sih hanya meminum air itu? Kenapa kau curiga sekali pada kami?”

Dio hanya menatap temannya dengan geli sambil menahan senyumnya. “Aku Dio, omong-omong. Dan orang yang tidak terlihat santai itu Chen,” kata Dio sambil menunjuk temannya dengan ibu jarinya.

Chanyeol mengangguk pelan. Dua orang ini terlihat baik dan tidak berbahaya. Chanyeol jadi terlena untuk mempercayai mereka tapi kemudian dia teringat kembali oleh kejadian sebelumnya.

Seketika bahunya menjadi lemas dan wajahnya menunjukkan penyesalan yang dalam. Kalau saja dia lebih cepat mengetahui bahwa Luhan adalah seorang monster, kalau saja dia tidak memercayai perkataan Luhan, dan kalau saja dia tidak memakan beri hitam yang jelas-jelas beracun. Karena Luhan memakan beri hitam itu dengan seenak jidat dan baik-baik saja bukan berarti beri itu tidak beracun, kan? Bodohnya lagi Chanyeol menyadari bahwa beri hitam itu adalah makanan para Wendigo tepat setelah memasukkan beri itu ke dalam mulutnya. Gara-gara kebodohannya itu, sekarang dia jadi kehilangan kristal batu yang sangat berharga itu. Hanya berharap bahwa Wendigo itu belum menghancurkan kristal-kristal EXO Power itu karena jika makhluk itu benar-benar melakukannya, tidak ada harapan selamat lagi bagi bumi. Ayolah, apa ada orang yang lebih bodoh dari Chanyeol?

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bisa memakan beri hitam itu?” Chen membuka suara saat Chanyeol terduduk lemas.

Chanyeol mengangkat kepalanya dan menatap Chen dengan pandangan memelas, kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia masih menyesali kebodohannya rupanya. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari muutnya yang sedang melengkung ke bawah itu.

Dio dan Chen hanya saling berpandangan menatap pemuda jangkung di hadapannya. Chen mengangkat kedua bahunya tanda dia bingung apa yang harus dilakukannya, dan Dio melangkah mendekati Chanyeol dan mencoba menanyakan dengan lebih halus. Sepertinya Chen tidak melakukannya dengan terlalu bagus.

“Sepertinya kau harus beristirahat. Keadaanmu tidak bisa pulih begitu cepat setelah memakan beri racun itu, kan?” Dio menepuk bahu Chanyeol sekali dengan pelan. Senyum tipis terpasang di wajahnya.

Chanyeol menoleh pada Dio dan mengulas sebuah senyum paksa. “Aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Chanyeol dan kesialan baru saja menimpaku.”

“Maksudmu?”

“Kau tahu, ternyata mitos planet kita tentang 12 Legend itu bukan hanya sekedar mitos. Aku sudah menemukan beberapa kristal batu EXO Power dan baru saja kristal-kristal itu di curi.” Chanyeol kembali menunduk tidak menyadari bahwa dua orang itu sedang terperanjat dengan perkataannya sendiri. Well, berarti tidak berbahaya bukan jika mengungkap identitas asli mereka pada Chanyeol?

“Tunggu sebentar, kau bilang kau menemukan kristal EXO Power dan menghilangkannya?” kata Chen dengan raut bingung. Kenyataan yang sedikit menyentaknya. Mungkin ini tujuan salah satu Legend itu memanggilnya kemari.

Chanyeol mengangguk pelan dengan lemas. Oh Chanyeol, daripada kau hanya menyesali diri, kenapa kau tidak mulai berpikir dan mencari cara untuk merebut kristal itu kembali?

“Chen, sepertinya itu yang membuat kekuatanmu muncul,” ucap Dio dengan nada berupa bisikan yang agak terlalu nyaring sambil menatap Chen. Yang ditatap hanya mengangguk Dio sebagai tanda dia mengerti.

Chanyeol kembali mengangkat kepalanya dan menatap dua orang itu bergantian. Perkataan Dio tadi mempunyai makna tersendiri.

“Jadi, begini Chanyeol, aku adalah seorang Legend Lightning dan Dio adalah seorang pewaris takhta Kerajaan Camelot,” jelas Chen dengan tenang setelah berunding dengan Dio melalui tatapan mata.

Mata Chanyeol memicing. Bahunya menegak dan rahangnya mengeras. Ugh. Dia benar-benar muak dengan kebohongan yang sama seperti ini lagi. Oh tentu saja dia tidak akan mudah ditipu lagi. Dia sudah pernah tertipu degan lelucon konyol seperti ini lagi dan tidak akan menjadi kedua kalinya.

“Aku tidak percaya padamu,” kata Chanyeol dengan suara rendah. Pandangannya lekat menatap Chen tanpa ada rasa takut sedikitpun. “Jika kau berhasil membantuku untuk merebut kembali kristal batu EXO Power itu, aku baru akan memercayai bahwa kau memang seorang Legend,” sambung Chanyeol.

Chen baru saja ingin mendekati Chanyeol dan memberi pelajaran padanya bahwa mereka bukan penipu, tapi Dio lebih dulu menghalanginya. Tatapan bulat itu menatap Chen dengan tenang. Sahabatnya satu itu memang terlalu mudah emosi.

“Baiklah, kami akan membantumu, Chanyeol. Dan tentu saja kau bisa mempercayai kami.” Dio tersenyum pada Chanyeol seraya mengangguk kecil.

   ***

Lay menutup pisau lipatnya dan tersenyum puas kala ia berhasil menyelesaikan bambu yang sudah menjadi senjata. Ini memang bukan senjata yang cocok untuk melawan naga berkepala sembilan itu, tapi setidaknya bambu runcing ini bisa diandalkan. Selain itu, dia juga membuat sumpit yang jarumnya sudah dilumuri racun dari tumbuhan yang ada di sekitarnya. Cukup memuaskan sebenarnya.

Ia membungkus sumpit beserta jarumnya dan ia selipkan ke dalam kantong bajunya. Dengan mantap, Lay memegang bambu runcing itu. Entah kenapa rasa percaya dirinya muncul. Padahal, Lay sendiri tidak pernah percaya dengan kemampuannya untuk berkelahi. Yang dia pelajari selama tiggal di Obeline adalah melarikan diri, bukan melawan balik. Untung saja kemampuan larinya cukup bisa diandalkan hingga dia bisa bertahan hidup sampai sekarang. Well, daya tahan tubuhnya juga berada di atas rata-rata manusia normal hingga ia bisa menyesuaikan diri dengan cepat pada cuaca ekstrim Obeline.

Beberapa kali Lay mencoba memutar bambu itu, untuk memantapkan percaya dirinya. Bagaimana pun, ini pertarungan pertamanya dan dia sudah harus berhadapan dengan makhluk yang memiliki nafas yang bisa merubahnya menjadi batu. Ini terlalu menyeramkan jika dipikirkan. Harapan satu-satunya adalah berharap bahwa legenda soal hidra hanyalah sebatas mitos belaka.

Senyum miris terpampang di wajah Lay. Pandangan sedih tampak di matanya. “Ayah, Ibu, mungkin sebentar lagi aku akan menyusul kalian,” katanya dengan getir.

Sikap Lay berubah waspada saat tiba-tiba terdengar suara semak-semak di dekatnya. Pegangannya pada bambu runcing itu menguat, telinganya menajam, dan dengan langkah pelan ia mencoba mendekati sumber suara sambil bersembunyi di balik pohon.

“Woah! Apa aku harus benar-benar masuk ke dalam sana untuk mencari tumbuhan obat itu? Ah! Merepotkan sekali!” suara seseorang terdengar. Menilik dari suaranya, sepertinya itu suara seorang pemuda yang usianya tidak jauh berbeda dari Lay.

Secara perlahan, Lay keluar dari balik pohon. Ia melangkahkan kaki hati-hati sembari mendekati pemuda itu. Ia berdiri membelakangi Lay, dengan tubuh tegap bak seorang prajurit dan dada bidang yang dibalut oleh baju rajutan berwarna merah terang. Badannya tinggi dan rambutnya yang sedikit berantakan itu berwarna hitam. Seiring dengan langkah kakinya yang semakin dekat dengan pemuda itu, Lay dapat melihat sepasang anting-anting hitam di kedua telinga pemuda itu.

Demi apapun! Pemuda ini benar-benar keren!

Lay tersentak kala pemuda itu tiba-tiba menjulurkan pedang ke leher Lay ketika Lay baru saja ingin menepuk pundaknya. Mata pemuda itu menatap Lay tajam, mencoba mengintimidasinya. Pemuda itu mendekati Lay tanpa menurunkan pedangnya dari leher Lay yang terlihat kebingungan. Yaah, pegangan Lay pada bambu runcing itu semakin kuat, waspada dengan tindakan yang akan dilakukan pemuda itu.

“Siapa kau?” tanya pemuda itu tajam. Jika saja suaranya adalah sebuah pisau, Lay pasti sudah mati sekarang saking tajamnnya suara pemuda itu. Lay saja sampai merinding. Ia tidak habis pikir, jika menghadapi manusia seperti ini saja bisa membuat Lay takut, gimana jadinya jika ia benar-benar berhadapan dengan makhluk berkepala sembilan itu? Ooh hidup tenang Lay sudah hancur.

“Bisakah kau turunkan pedangmu itu dari leherku? Kau tahu bahwa aku tidak lebih berbahaya darimu,” kata Lay takut-takut. Tangannya yang bebas mencoba menurunkan pedang itu dari lehernya. Jika saja pemuda itu lebih kuat menekan pedang itu, bisa dipastikan leher Lay kini akan berdarah. Tapi, sepertinya pemuda itu masih berbaik hati.

“Apa urusanmu di sini?”

Dan Lay sama sekali tidak bisa mengeluarkan suaranya hanya untuk sekedar membalas perkataan pemuda itu karena sebuah monster telah berdiri tidak jauh dibelakangnya.

Ternyata seperti itulah hidra. Makhluk besar dengan kepala sembilan dan berkulit perak menyilaukan.

To be continued…

next –> chapter 13

Advertisements

31 thoughts on “[FF] EXO Planet Era (Chapter 12)

  1. afi December 30, 2014 / 8:39 pm

    waaaahh…udah g sabar nih nunggu kelanjutan ceritanya,! cepet dilanjutin chapter slnjutnya ya 😉

    • raishaa December 30, 2014 / 8:42 pm

      Hehe iyaa, makasih udah baca yaa. Sabar nunggu ya 😀

  2. shafiyya January 5, 2015 / 6:59 pm

    lanjut trusss yaaaa..udh agak lupa dgn ceritanya :).
    gk sabar nunggu chap selanjutnya…

    • raishaa January 5, 2015 / 7:06 pm

      Pasti gara gara saya kelamaan lanjutin deh hehe. Maaf, banyak banget kerjaan soalnya. Makasih udah baca ^^

  3. chanyeolie January 10, 2015 / 6:43 pm

    Ya Allah, cpt banget selesainya ini chapter 12 😦

    Eon terusinya jangan lama-lama ne, nanti keburu lumutan aku nunggunya, terus di panjangin lagi biar lebih puas bacanya,

    파익팅

  4. Hanasya January 10, 2015 / 7:53 pm

    Wah siapa pemuda kren itu, ya luhan knapa jahat bnget… Nextnya jangan lama2.
    oiyah aku readers baru salam kenal thor

  5. bellanatha January 12, 2015 / 1:23 pm

    Salam kenal thor, pembaca baru disini. Pertama tau dari ff author yang dipost di koreadansaya. Saya suka banget ff yang ini, semangat ya thor, jangan lama-lama loh

  6. rika hunhan January 14, 2015 / 9:48 pm

    annyeong ~ aku raeder baru,
    kalo diperhatiin postingannya kaya sebulan satu episode ya.
    1 tahun 12 bulan/episode.
    alur ceritanya juga lambat ya ntor ? hm kayanya si author-nim sibuk banget ya, readernya sampe lumutan hehe, nunggu ff ini dipost kaya nunggu drama favorite yg cuma tayang 1 minggu sekali dengan durasi 10 menit.

    satu lagi author~nim alurnya kaya berputar-putar.
    tapi ide ceritanya menarik 🙂 sejauh ini musuh exo planet belum muncul juga ya ?
    mianhae thor, bukan maksud bukan nyinggung.

    • raishaa January 26, 2015 / 8:37 pm

      Hahaha maaf maaf, saya emang lagi skbuk banget. Maklum sudah kelas 3 SMA dan sibuk sama segala macam ujian dan nyari tempat kuliah jadi ya emang saya sibuk banget. Ini blog aja sampe berdebu gini hehe

      Iyaa makasih buat masukannya ya. Saya nggak tersinggung kok, malah seneng karena ada reader baik hati kyk kamu hahaha.
      Oh iya, makasih buat baca ff yg alurnya kelambatan kyk siput ini =D dan satu lagi, welcome to my blog ^-^

  7. Dira Kim January 26, 2015 / 8:33 pm

    Iniii minta maaf bangett kemaren-kemaren ngebut baca dari chap 1 ampe sekarang pertama-pertama baca itu saking semangatnya langsung lanjut ke chap lain jadi agak ehem lupa ehem komen ehem. Bukan apa-apa kok rasanya Chap 11 ama 12 itu rada maksa gitu yaa baru aku baca,bukannya gimana(authornya jangan tersinggung ya) kayak rada maksain gitu lhoo ceritanya jadinya kerasa alurnya kecepetan. Tapi tetep semuanya diacungi jempol dari awal sampe chap 12 ini oke

  8. nabila rahmadani February 23, 2015 / 10:33 am

    Min ff nya lanjutin,ff nya daebak banget,1000 jempol deh buat admin

  9. mutiya March 15, 2015 / 2:11 pm

    Wah tambah seru ceritanya.. Cepet di lanjutin ya udah penasaran badai .. hehe :v

  10. indrikyu88 April 17, 2015 / 10:55 pm

    yahhhh…kok chapter ini pendek sih? dan apakah luhan benar2 seorang monster? atau dia hanya diperalat? Next chapter ditunggu

  11. kkamjongkaidiah May 20, 2015 / 12:23 am

    Thor kapan dirilis lagi ffnyaa>< kyaaa udah gasabar nihhh

  12. park denic May 23, 2015 / 6:36 pm

    Kam kada usah ku review udh tau jua lok jada kada usah ai… eh ntar hari selasa ak beneran bawa laplip tapi bikin punyaku ya…..

  13. Chika kim December 3, 2015 / 9:23 pm

    Thor kapan mau lanjut lgi ffnya..
    Penasaran tingkat akut nih… :3

    • raishaa January 21, 2016 / 9:23 am

      eh ditungguin ternyata ff nya yaa? aduh maaf maaf, kirain udah gak ada yg bacalagi ternyata masih ditungguin. maafin yaa >.<

  14. nurfadilahrf January 27, 2016 / 11:07 pm

    Kapan nih lanjutnya, aku nunggu dua tahun kaka~~ 😭

    • raishaa January 27, 2016 / 11:12 pm

      huwaaa maaaf 😥 nggak tau ada yang nungguin cerita gaje ini makanya nggak pernah dilanjut, gara-gara exo kepecah jadi nggak mood lanjutin deh u,u entar deh kalo mood bakal di posting kok, makasih yaaa udah nungguin. saya ngehargain banget loh ^^

  15. Joe February 20, 2016 / 8:42 pm

    fyuh, lega deh waktu tau kalo chan gk mati. untung aja ada dio n chen. tpi asli deh, aq masih kepo alasannya luhan tiba2 jadi jahat gitu. heum….
    itu yg ketemu ama lay itu siapa? luhan? suho? ato malah si umin??
    cepet dilanjut dong kak next chapternya. gk sabar nieh pengen baca. semangat!!!!

    • raishaa February 20, 2016 / 8:49 pm

      Waduuh makasih banget ya udah baca chapter ini dari awal, dan nggak tanggung2 ngomen di setiap chapter. Gomawo bangeeertt >.<
      Sejujurnya saya sendiri bingung mau ngelanjut ff ini atau enggak, lantaran kehilangan minat sama exo wkwk
      Tp saya pertimbangkan lagi buat ngelanjutin. Sekali lagi makasih yaaa ^^

      • Joe February 21, 2016 / 4:10 pm

        sebagai reader yg baik harus ngehargain author yg nulis critanya kan? dgn cara ninggalin komen? so, nevermind, sis ^^ (asssekkk)
        uwhat??? kehilangan minat sama exo?? knpa??? 😥
        tpi, gpp lah. tolong dilanjut ya kak. aq suka banget sama ffnya. jebalyo….

  16. kimneugdae March 11, 2016 / 10:45 pm

    Kak lanjut dong ff-nya, aku udah belumut nih nungguinnya (T.T)

    • raishaa May 29, 2016 / 9:55 pm

      aduuh maaf, maaf. nggak nyangka ada yang nungguin ff ini T.T
      saya ngggak lanjutin karena nggak begitu pede sama ceritanya soalnyaa

  17. gebymayunda March 11, 2016 / 11:09 pm

    Author lanjut dong ceritanya. Aku penasaran banget, sayang banget aku baru tau kalo ada cerita bagus kayak gini. Aku suka banget. Apalagi banyak banget mitologi yang belum pernah aku denger. Terus gimana sama keadaan Luhan sama Kai. Ditunggu loh kelanjutannya…

    BTW, Mian ya thor komennya cuma satu. Soalnya semuanya aku ringkas jadi satu. hehehehe

    • raishaa May 29, 2016 / 9:57 pm

      adduh terima kasih sekali sudah bilang ff ini bagus, padahal amburadul
      saya sudah ingin men-discontinued ff ini tp ada pikiran mau lanjut cmn gak dapat feelnya gitu loh

  18. Phyromaniacs June 27, 2016 / 10:17 pm

    Author, kok gak di lanjut sih? Penasaran nih! Tolong lanjutin ya thor!! Mian kalo baru comment sekarang.. Tapi aku bener bener suka ceritanya.. Tetep semangat ya thor! 파이팅!!

  19. fad January 17, 2017 / 11:04 pm

    dari sma kelas 2 sampe gua kuliah. tiba2 keinget ff jaman baheula. dan gak ada updatean. mantap soul. aku menunggu updateanmu thorrr

    • raishaa January 17, 2017 / 11:06 pm

      aduuhh lol :’D dari kls 2 SMA? jgn2 kita seumuran nii hahaha
      itu yg chapter 13 dah ada kok, kerasukan gak tau apa tiba-tiba update di tengah ujian xD
      pokoknya makasih udah baca yaaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s